Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Pergi dari rumah


__ADS_3

Setelah makan siang di kampus, fico mengajak pulang via kembali ke rumah. di seperpanjang jalan fico diam tak banyak bicara. via heran sejak pulang dari kampus fico diam dan tak banyak bicara. sesampainya di rumah, fico langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengajak via berbicara.


Via mengikuti fico masuk ke dalam kamar, ia melihat fico dengan tatapan aneh. Ia sadar jika saat ini fico telah marah kepada dirinya. tapi via tidak tahu alasan kenapa fico sampai bisa marah. via mendekati fico yang berbaring di tempat tidur.


" mas, aku pengen makan buah." ucap via manja dan memeluk fico yang sedang tidur dari arah belakang. Fico tak menjawab ucapan via, fico masih tetap diam.


" kamu kenapa sih mas, kenapa sejak pulang dari kampus kamu lebih banyak diam." tanya via


" aku gapapa, aku capek mau tidur." jawab fico


" aku tahu kamu marah mas, tapi apa salahku." ucap via


" kamu nggak salah, aku tidur duluan." ucap fico yang masih tidak mau berbalik badan menghadapi via.


Via merasa jengkel dengan sikap fico yang cuek, akhirnya via memutuskan keluar dari kamar dan meninggalkan fico sendirian.


 


tok


tok


tok

__ADS_1


" assalamualaikum hen." Via memutuskan untuk pergi dari rumah dan pergi ke apartemen heni dan reza.


" waalaikumsalam, loh vi ngapain kamu kesini malem-malem." tanya heni yang membukakan pintu


" aku pergi dari rumah papi, aku benci sama mas fico." ucap via memeluk sahabatnya tersebut. via menangis dalam pelukan heni, heni bingung apa yang telah membuat via pergi dari kediaman keluarga rusdi, sedangkan tadi siang hubungannya dengan fico baik-baik saja.


" tenang dulu vi, ayo masuk ke dalam." ajak heni mempersilahkan via masuk ke dalam apartemennya.


" siapa sayang." ucap reza yang menghampiri heni dan via yang berada di ruang tamu. " loh kamu ngapain kesini malem-malem vi." tanya reza heran melihat via ada di apartemennya yang sedang menangis.


" via pergi dari rumah mas, coba kamu nelfon mas fico." ucap heni


" jangan ! jangan telfon mas fico. mas fico nggak bakalan peduli sama aku lagi hen. sejak sepulang dari kampus, mas fico sama sekali nggak mau bicara sama aku. aku nggak tau kesalahan aku dimana hen." ucap via kembali menangis


" makasih hen." ucap via


" sayang, kamu bawa via ke kamar tamu ya biar dia bisa istirahat." ucap reza


" iya mas, ayo vi aku anter kamu ke kamar biar bisa istirahat." ucap heni menggandeng tangan via di ajak ke kamar.


setelah membawa via masuk ke dalam kamar, heni pergi dari kamar tersebut membiarkan via istirahat dengan tenang. heni menemui suaminya dan membicarakan masalah yang yang terjadi pada via saat ini.


" mas, mendingan kamu telfon mas fico deh. takutnya mas fico cariin via saat ini." ucap heni

__ADS_1


" kamu bener sayang, tapi tadi mas udah menghubungi handphone fico tidak ada jawaban." ucap reza


" coba telfon lagi deh mas, aku takut via kenapa-kenapa mas. mas kan tau ibu-ibu hamil nggak boleh banyak pikiran." ucap heni


" iya sayang, aku coba telfon lagi ya."


sudah beberapa kali reza mencoba menghubungi fico, tapi hp fico tidak merespon panggilan dari reza.


.


.


.


.


.


Hai semua 👋👋


jangan lupa like komen dan vote ya 🙏


Mampir ke novel author yang satunya ya " Cinta Clarin "

__ADS_1


Terima kasih 🙏❤️


__ADS_2