
----------
" Jaga bicara kamu, wanita yang kamu sebut j***** itu adalah mantu saya. Selagi saya masih hidup, saya tidak akan membiarkan kamu mengusik kehidupan rumah tangga fico dan via lagi." Bentak papi rusdi
" Tapi aku sangat mencintai fico om." Ucap ratna
" Benarkah ? Kalau kamu mencintai anak saya, mengapa dulu kamu berselingkuh dengan manager kamu, hah ?" Bentak papi rusdi
Ratna kaget mendengar ucapan papi rusdi tersebut, ia tak menyangka jika selama ini papi rusdi telah memata-matainya. Ratna fikir perselingkuhannya dengan sang manager tidak ada yang mengetahuinya, maka dari itu ratna berani terang-terangan mencelakai via selama ini. Betapa malunya ia, perselingkuhan yang ia lakukan tidak menyangka akan ketahuan oleh orang lain.
" Maafkan saya om, tolong lepasin saya."
" Tidak akan, saya sudah cukup berbaik hati sama kamu."
" Kalian semua, seret wanita ini keluar dari rumah saya. Pastikan dia mendekam di penjara seumur hidup." Perintah papi rusdi kepada roy
" Baik bos." Ucap roy
" Tolong maafkan saya om, saya janji tidak akan berbuat jahat lagi." Ratna memohon maaf dan memberontak tapi di abaikan oleh papi rusdi.
Ratna memang jahat dan tidak berperasaan, namun ia tak akan bisa lepas dari tangan papi rusdi. Selama ini papi rusdi membiarkan ratna pergi karena papi rusdi merasa kasihan dengan kehidupan ratna yang tidak mempunyai orang tua. Tapi papi rusdi telah salah memberi kebaikan kepada ratna, hingga ratna berbuat nekat seperti kejadian malam itu di taman komplek.
----------
__ADS_1
~ Dirumah sakit
" Sayang, aku kamu pulang aja dulu." Di sini kan udah ada mama." Ucap fico
" Kok mas fico ngusir aku sih." Ucap via
" Bukannya ngusir sayang, kamu udah nemenin mas dari kemarin. Kamu pulanglah istirahat dan ganti bajumu." Ucap fico
" Baiklah kalau gitu mas, aku pulang dulu ya. Setelah ganti baju aku akan langsung ke sini lagi." Ucap via
" Iya." Ucap fico sembari tersenyum
" Ma, via titip mas fico ya. Via mau ganti baju sekalian ambil baju buat mas fico." Pamit via kepada mamanya.
" Iya udah kalo gitu, via pamit ya ma." Ucap via
Dari kemaren malam memang via tidak sempat ganti baju, ia selalu mengurus kebutuhan fico selama di rumah sakit. Fico sudah memperingatkan via agar via tidak terlalu capek, namun ucapan fico hanya di anggap angin oleh via.
Sesampainya di rumah, via langsung masuk dan mendapati mertuanya duduk di ruang tamu sambil membaca koran hariannya.
" Assalamualaikum pi." Ucap via
" Waalaikumsalam nak, kamu pulang." Ucap papi rusdi
__ADS_1
" Iya pi, via mau ganti baju sekalian ambil bajunya mas fico." Ucap via
" Ya udah, sekalian kamu istirahan dulu nak, kasihan calon anak kamu kalau kamu nggak istirahat. Nanti malam papi akan antar kamu ke rumah sakit, sekalian papi mau bicara sama fico sesuatu." Ucap papi rusdi
" Baik pi, via ke atas dulu ya." Ucap via yang di angguki oleh papi rusdi
Via masuk ke kamarnya, ia segera mandi dan mengganti bajunya, tak lupa juga ia menyiapkan baju fico yang akan di bawanya ke rumah sakit nanti malam. Via merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia merasa capek dan kurang tidur. Via memutuskan untuk istirahat sebentar dan akhirnya via ketiduran.
.
.
.
.
Selamat membaca ❤️
Makasih yang sudah mampir ke novel saya ❤️
oh iya, makasih juga buat semuanya yang sudah like komen dan vote 👍🙏
Dan maaf jika masih kata yang kurang tepat, banyak typo yang bertebaran 🙏
__ADS_1
Terima kasih semuanya 🙏🙏