
Fico meraih tangan via, ia mendongakkan wajah via agar menatap wajahnya. Ia senang sekali melihat reaksi via yang tengah cemburu. Tapi, ia juga tidak ingin membuat kesalahpahaman yang bisa membuat via jadi sedih.
" Sayang, tatap mataku. Apa kamu percaya sama aku ?" Ucap fico menatap wajah sedih via.
Via hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan yang terlontar dari mulut fico.
" Kamu percayakan kalau aku tidak ada hubungan apa-apa sama Tiara, aku sama tiara hanya teman SMA dan sebatas rekan kerja." Ucap fico meyakinkan via
Via masih menatap mata fico, ia mencari celah kebohongan dari mata fico. Tapi via tidak melihat fico tengah berbohong, sorot matanya yang menatap mata via menandakan fico benar-benar jujur terhadap ucapannya.
" Baiklah aku percaya sama kamu mas, tapi jangan sekali-kali merhatikan wanita lain jika di depanku." Ucap via
" Uuhh imutnya istriku pas lagi cemburu kayak gini." Ucap fico mencubit pipi via. " Aku janji tidak akan menyakiti hati kamu sayang, aku sungguh sudah cinta mati sama kamu. Apalagi kamu sudah mau mengandung hasil benih dari ku." Ucap kembali fico, ia membelai pipi via. Sesekali ia mencium pipi via karena merasa gemas melihat via yang tengah cemburu terhadapnya.
*****
Setelah mendengar penjelasan dari fico, via memutuskan untuk turun ke bawah. Ia bersantai di ruang tamu dan membaca sebuah novel.
Ting tong
Ting tong
Via beranjak berdiri dari sofa untuk membukakan pintu saat ia mendengar bel rumahnya berbunyi.
Ceklekk...
" Via." Teriak heni yang berada di depan pintu
__ADS_1
" Heni, kamu ngapain kesini ?"
" Aku tiba-tiba kangen kamu vi. Boleh nggak aku makan masakan kamu ? Aku lagi ngidam pengen makan masakan kamu." Ucap heni
" Nggak boleh, via aku larang masak karena tengah hamil besar." Sahut fico yang baru saja turun dari tangga. Fico keluar dari kamar saat ia mendengar suara ribut heni.
" Yaah, padahal lagi pengen banget makan masakan kamu vi. Entar kalau anak aku ileran gimana ?" Ucap heni
" Iya co, apa lo tega lihat anak gue nanti ileran." Ucap reza membela istrinya
Via tersenyum mendengar perdebatan antara sahabat dan suaminya tersebut.
" Iya iya, entar aku masakin. Tapi masak yang gampang aja ya." Ucap via kepada heni
" Iya vi, terserah kamu masak apa aja. Yang penting kamu yang masak buat aku." Ucap heni bersemangat
" Cuma kali ini aja mas, kasihan heni kalau nanti anaknya ileran."
" Lagian istri lo aneh-aneh aja deh za." Ucap fico
" Gue juga nggak bisa apa-apa co, lo kan tau kalau ngidam tuh keinginan anak gue yang di perut." Ucap reza
" Udah mas, aku aja gapapa kok. Aku ke dapur masak buat heni dulu ya mas, sekalian masak buat makan malam." Ucap via
" Aku bantuin ya vi." Ucap heni
" Ya udah ayo, kita masak berdua." Ucap via
__ADS_1
Via dan heni tengah sibuk memasak di dapur, sedangkan fico dan reza tengah asyik mengobrol di ruang tamu.
Setelah selesai memasak, via memanggil suami beserta reza untuk segera makan malam bersama.
" Vi, kamu jadi ikut mas fico ke acara reuni minggu depan kan ?" Tanya heni
" Mungkin iya hen, kenapa ?"
" Kalau kamu ikut kan aku bisa juga ikut biar aku ada temennya disana."
Setelah makan malam bersama, heni dan reza meminta izin pamit pulang karena sudah larut malam. Via mengantarkan sahabatnya ke depan pintu sampai kepergian heni dan reza.
.
.
.
Hai semuanya 👋👋
Jangan lupa like, komen, dan vote ya ❤️🙏
Dan mampir ke novel author yang satunya " CINTA CLARIN "
Terima kasih ❤️
Selamat membaca ❤️❤️
__ADS_1