Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Bekal makan siang


__ADS_3

Setelah alya mengantar via masuk ke dalam ruangan fico, alya izin pergi dan kembali ketempatnya.


" Sayang, kamu sudah sampai." Ucap fico berdiri menghampiri istrinya. Fico menggandeng tangan istrinya dan membawanya duduk di sofa yang berada di dalam ruangan fico


" Duduk dulu sayang, kamu pasti capek." Ucap fico


" Mas ini makan siangnya, dan ini buat papi." Ucap via membuka rantang yang ia bawa


" Wah ini pasti enak, apalagi yang masak istri tercinta." kata fico


Via tersenyum senang mendengar ucapan suaminya tersebut.


" Ruangan papi dimana mas, biar aku yang nganter makanan ini ke ruangan papi." via clingukan mencari ruangan mertuanya tersebut


" Nanti aku yang nganterin kamu sayang, lagian ini belum waktunya istirahat makan siang, kamu di sini aja dulu nemenin mas, nanti kita keruangan papi dan makan siang bersama papi di ruangannya." Ucap fico


Fico melihat dan menatap via dengan takjub, ia sangat terpesona dengan penampilan via yang sangat cantik.


" Kenapa kamu dandan secantik ini sayang, mas nggak rela laki-laki di luar sana menikmati pemandangan cantik seperti ini." Ucap fico mengelus rambut via

__ADS_1


" Aku dandan cantik hanya untuk suamiku ini." Ucap via mencubit pipi fico karena gemas. Ia tahu fico akan cemburu jika ada laki-laki lain yang memandanginya terlalu lama.


Cup


Fico mencium bibir via sekilas, via yang mendapat ciuman tiba-tiba dari suaminya pun langsung menunduk malu.


" Kenapa pipi kamu merah." Ucao fico pura-pura tidak tahu, sebenarnya ia tahu bahwa saat ini via pasti sangat malu


Via hanya menggelengkan kepalanya, saat via menundukkan kepalanya lagi, tiba- tiba fico menarik tengkuk lalu mencium via lagi.


Cup...


Fico bukan hanya mencium bibir itu sekilas, fico m****** bibir tersebut. " Buka mulut kamu sayang." Titah fico


" Sayang, aku ingin itu." Ucap fico berbisik di telinga via


" Tapi mas, kita lagi di kantor." Ucap via malu, sebenarnya via pun ingin melakukan hal itu dengan suaminya, ia sudah kebawa suasana dengan sentuhan-sentuhan yang fico berikan.


" Kita ke sana aja sayang." Menunjuk ke ruangan pribadi yang berada di sudut kantor.

__ADS_1


Fico menggendong via berjalan ke arah ruangan pribadi tersebut. Via takjub dengan ruangan yang berada di kantor suaminya, ruangan tersebut lengkap, ada ranjang yang berukuran besar, dan almari yang berisi beberapa pakaian.


Fico sengaja menyuruh bawahan papinya untuk membeli beberapa baju nya dan beberapa baju ganti via jika sewaktu-waktu ia ingin bermain-main dengan via seperti saat ini.


Fico merebahkan tubuh via di atas ranjang yang berukuran besar tersebut, fico membuka pakaian jas serta kemeja yang ia kenakan. Fico menatap via dengan penuh kasih sayang, perlahan fico mendekati bibir mungil milik via, ia ******* dan menyesap bibir tersebut. Tangan vico tak mau kalah, ia membuka kancing baju yang via kenakan, membuka penutup yang menutupi 2 mainan kesukaannya itu. Tangan fico m****** dan bermain di dada via dengan lincah.


" Sekarang sayang." Ucao fico yang sudah tidak bisa menahan gejolaknya.


Via hanya mengangguk mengiyakan atas perlakuan yang diberikan suaminya tersebut, via menikmati setiap permainan dan sentuhan yang fico berikan. Kini mereka berdua menyatukan kepemilikan mereka berdua. Untung saja ruangan tersebut kedap suara hingga tidak ada yang bisa mendengar kegiatan olahraga panas yang sedang fico dan via lakukan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca ❤️


Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏🙏


__ADS_2