
" Mas jauh-jauh deh, baunya beneran nggak enak." Via mendorong tubuh fico agar tidak memeluknya kembali dan menjauhinya.
" Kamu ini kenapa sih sayang, kalau memang tidak suka di peluk ya udah. Mas mau kembali tidur." Fico merasa marah dengan sikap via yang entah kenapa membuat mood nya berantahkan, sikap via yang aneh tidak ingin di dekatinya, fico merasa aneh pada via tapi ia tak tahu kenapa.
Via yang mendengar ucapan fico pun merasa bersalah, tapi ia juga bingung setiap mencium bau parfum yang di gunakan fico ia selalu ingin mual.
" Mas." Via mencoba meraih tangan fico tapi fico mengabaikannya. Via merasa sedih, ia tak kuasa menahan air mata yang ingin jatuh dari pelupuk matanya.
Hiks...hiks..
Fico yang mendengar via mulai nangis pun tak tega mengabaikan via, meski sikap via hari ini aneh tapi fico sangat-sangat mencintai via, apalagi ia tak tega melihat via yang tengah menangis.
" Oke oke, jangan menangis sayang, maafin mas ya. Mas janji nggak akan cuekin kamu lagi." Ucap fico memeluk via yang tengah terisak dalam tangisnya.
Saat fico memeluk via, via kembali mencium aroma yang membuatnya mual. Ia tak sanggup menahan rasa mual tersebut dan segera melepaskan pelukan fico langsung berlari ke dalam kamar mandi.
" Sayang kamu kenapa sih, apa kamu sedang sakit." Ucap fico panik menggedor pintu kamar mandi.
Via membuka pintu kamar mandi, fico melihat via keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat. Fico menghampiri via dan segera mengambilkan segelas air putih untuk via.
__ADS_1
" Kamu gapapa sayang, kenapa wajah kamu pucat sekali." Ucap fico membelai wajah istrinya
" Gapapa mas, mungkin kecapekan dan kurang tidur." Ucap via
" Ya udah, kamu tidur aja dulu ya, nanti siang kita ke rumah sakit periksa keadaan kamu." Ucap fico
Fico menemani via istirahat di atas ranjang namun fico tidak ikut tiduran melainkan memangku sebuah laptop dan berkutik dengan beberapa kertas dokumen. Sesekali ia melirik ke arah via, ia tak tega melihat via yang tidur dan lagi wajahnya sangat pucat.
" Istirahatlah sayang." Ucap fico mengecup kening istrinya tersebut.
****
.
****
" Mana sih mas reza, lama banget di tungguin." Ucap heni yang mulai bosan menunggu kedatangan reza. Restoran tersebut memang tempat kerja reza, tapi ketika tadi heni datang ke restoran tersebut, reza sedang keluar untuk membeli sesuatu keperluan restoran.
Dari arah pintu reza masuk ke dalam restoran, ia tersenyum melihat heni yang duduk dan masih setia menunggunya.
__ADS_1
" Sayang." Ucap reza yang memeluk heni dari arah belakang. Reza sering bermesraan dengan heni, bahkan hampir seluruh karyawan restoran mengetahui hubungan reza dan heni. Tapi ada salah satu karyawan yang tidah senang dengan hubungan antara heni dan reza. Karyawan wanita tersebut bernama Dina, sebenarnya dina menyukai reza sudah lama, dina menyukai sikap reza yang lembut dan wajahnya yang sangat tampan menurut dina.
" Mas kenapa lama sekali." Ucap heni
" Maaf sayang, tadi apa keperluan restoran yang habis dan restoran lagi rame banget, jadi aku sendiri yang harus turun tangan pergi membelinya. Kan kamu juga tahu, sekarang fico nggak ngurusin restorannya, ia membantu papinya bekerja di perusahaan rusdi." Ucap reza menjelaskannya kepada heni, ia tak mau heni marah-marah karena menunggunya terlalu lama.
" Iya udah deh, ayo kita segera ke butik, ibu sama mama kamu udah nungguin di sana dari tadi mas." Ucap heni
Heni dan reza akan segera melangsungkan pernikahannya dalam dua minggu lagi. Setibanya dari liburan kemarin, reza langsung mendatangi rumah keluarga heni untuk melamar dan mengutarakan niatnya untuk menikahi heni. Keluarga heni menerima lamaran tersebut, dan pernikahannya akan segera di adakan dua minggu lagi yang akan di adakan di hotel keluarga Rusdi.
.
.
.
HAAAIIIIII......
Selamat membaca ❤️
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote ya 😁
Terima kasih 🙏🙏