
Tok
Tok
Tok
Via mengetuk pintu apartemen milik heni, ia tidak sabar ingin segera bertemu dengan sahabatnya tersebut.
Ceklek....
" Aaa... Via" teriak heni heboh memeluk via yang berada di depan pintu apartemennya
" Kamu nih kenapa sih hen, heboh banget." Ucap via
" Kamu tau nggak, aku tuh kangen banget sama kamu. Udah berapa minggu coba kita nggak ketemu." Ucap heni
" Iya maaf ya, padahal dulu aku udah janji sama kamu buat nemenin kamu untuk belanja keperluan bayi kamu hen, tapi ini nih." Ucap via menyenggol lengan fico
" Apa sih sayang, ini juga demi kebaikan kamu. Perut udah besar gitu mau kluyuran aja." Ucap fico
" Kan nggak kluyuran mas, lagian kan keluarnya juga sama heni. Palingan juga kamu ngikutin aku terus pas aku keluar sama heni." Ucap via
" Udah udah jangan debat, ayo masuk." Ucap heni menarik tangan via
" Mas reza mana hen ?" Tanya via
" Owh mas reza belom pulang dari restoran, tadi juga sekalian aku suruh mampir beliin makanan." Ucap heni
__ADS_1
"Aaahhh... Sakit." Via tiba-tiba menjerit kesakitan memegang perutnya
" Kamu kenapa sayang ? Mana yang sakit ?" Tanya fico panik dan kebingungan
" Sepertinya via mau melahirkan deh mas." Ucap heni mengira-ngira
" Sakit banget mas, aku nggak kuat." Ucap via yang masih kesakitan memegangi perutnya
" Kamu tahan sayang, ayo kita ke rumah sakit sekarang." Ucap fico panik
Fico yang di bantu oleh heni segera membawa via ke rumah sakit. Fico menyetir mobil dengan panik, sedangkan via berada di bangku belakang bersama heni.
Heni melihat kepanikan fico saat ini, ia tahu jika fico sangat-sangat mencintai sahabatnya via. Makanya seorang fico yang dulunya mempunyai sikap dingin dan galak, sekarang sikapnya dia begitu hangat.
" Pelan-pelan nyetir mobilnya mas, jangan panik. Via masih sadarkan diri. Mas fico tenang aja ya, oke." Ucap heni mencoba menenangkan fico
" Vi, kamu bisa menahannya, kamu wanita kuat. Oke." Ucap heni menggenggam tangan via
HP heni berdering mendapatkan panggilan masuk dari reza. Ia mengangkat panggilan dari suaminya tersebut dan memberi tahu bahwa ia ikut menemani via ke rumah sakit karena via mau lahiran.
Heni juga meminta reza mampir ke rumah fico untuk mengambil keperluan via di rumah sakit.
******
Setelah sampai di rumah sakit, fico segera membopong via masuk ke dalam lobby. Heni memanggil suster agar via segera di tangani.
Dokter selvi berlari menghampiri via, di seperpanjang jalanan via menuju ke rumah sakit, heni sudah menghubungi dokter selvi terlebih dahulu.
__ADS_1
" Sus segera persiapkan ruang persalinan." Perintah dokter selvi kepada salah satu suster. Via di bawa ke sebuah ruangan persalinan, fico setia menemani persalinan via.
Sedangkan diluar ruangan persalinan, reza telah sampai bersama papi rusdi. Tak lama dari kedatangan papi rusdi, mama yanti dan ayah mizan juga datang untuk mengetahui keadaan via saat ini.
" Gimana keadaan via." Ucap mama yanti yang baru saja datang ke rumah sakit
" Via masih ada di dalam ruangan bersalin tante." Jawab heni
" Semoga via dan cucu kita baik-baik saja ma." Ucap ayah mizan
Semua orang nampak gelisah dan khawatir menunggu via yang sedang berusaha di dalam ruangan bersalin.
.
.
.
Hai semuanya 👋
Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mau mampir ke karya author 🙏
Makasih atas like, komen, dan bantuan vote dari kalian semua 🙏🙏
Author bukan siapa-siapa tanpa dukungan dari kalian semua ❤️❤️
Sekali lagi terima kasih semuanya 🙏🙏❤️❤️❤️
__ADS_1