Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Heni Reza


__ADS_3

**


Sedangkan di kamar Heni, ia sibuk memainkan hp nya di balkon. Heni merasa malas untuk keluar dari kamar hotel tersebut, heni lebih memilih menyendiri di balkon kamar dan menikmati pemandangan yang ada di depannya.


" Huh, liburan tapi malah berdiam diri." Ucap seseorang dari balkon samping


Heni menoleh kearah suara tersebut dan tersenyum saat melihat reza menatapnya.


" Eh mas reza, nggak keluar jalan-jalan mas " ucap heni


" Yang mau di ajak jalan-jalan malah sibuk maenin hpnya sendiri." Ucap reza


" Siapa mas." Tanya heni pura-pura tidak tahu


" Tau ah, ya udah kalau kamu nggak mau jalan-jalan." Ucap reza masuk ke dalam kamarnya


" Apa dia marah, kenapa dia harus marah." Heni bingung dengan sikap reza yang tiba-tiba cuek dan marah seperti itu


" Apa aku harus datang ke kamar mas reza untuk minta maaf, tapi apa salahku." Batin heni yang masih kebingungan


Heni keluar dari kamarnya dan menuju di depan pintu kamar reza.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Reza membuka pintu dan kaget saat heni sudah berada di depan pintunya.


" Ada apa kamu ke sini." Ucap reza


" Mas reza marah ya sama aku." Ucap heni ragu


" Nggak, ngapain harus marah." Ucap reza masuk dan membiarkan heni masih berdiri di depan pintu yang terbuka


Heni masuk tanpa meminta izin dari reza, ia menghampiri reza dan duduk di tepi ranjang di samping reza duduk.


" Mas reza." Ucap heni menarik kaos santai yang di kenakan reza


Reza tidak merespon ucapan heni, reza mengabaikan heni yang berada di sampingnya tersebut.


" Mas reza kenapa cuek, apa salahku, kalau memang aku punya salah bilang mas, aku nggak suka maa reza diemin aku kaya gini." Ucap heni yang menahan tangisnya. Heni menunduk dan menahan air mata yang ingin jatuh dari pelupuk matanya.


Reza mendengar suara heni yang ingin menangis tersebut pun tidak tega, dan menoleh kearah heni. Reza mendapati wajah sendu heni, reza tidak tega dan langsung memeluk heni.


" Apa salah aku mas, kenapa mas cuek sama aku." Ucap heni yang sudah terlanjur menangis


" Maafin mas ya, mas yang salah. Mas hanya tidak suka kamu mengabaikan mas seperti tadi, mas tidak suka kamu lebih asyik dengan hp kamu di bandingkan mas." Ucap reza mengusap air mata heni yang terjatuh


Reza menatap manik mata coklat milik heni, lalu turun dan menatap bibir heni, ingin sekali ia mencium bibir tersebut. Entah mengapa ia merasakan getaran hangat yang menjalar di tubuhnya.


Cup


Reza mencium singkat bibir tersebut. Heni yang mendapatkan ciuman tiba-tiba tersebut molotot kaget. Reza menciumnya dengan lembut, Reza ******* bibir yang ia rasanya manis dan akan menjadi candu baginya. Heni memejamkan matanya, ia menikmati ciuman yang telah reza berikan kepadanya. Reza menghentikan ciuman tersebut saat nafas heni mulai tak beraturan.

__ADS_1


" Aku ingin kamu jadi kekasihku." Ucap reza tiba-tiba


Heni yang awalnya nampak terkejut, namun ia mulai merasakan bahwa yang di katakan reza adala tulus.


Heni mengangguk malu, dan tidak berani menatap mata reza.


" Hei, kenapa kamu malu sepeti itu." Ucap reza mencium pipi heni


" Apaan sih mas, udah jangan cium-cium terus. Aku malu." Ucap heni


Reza tersenyum mendengar ucapan heni, reza melihat kedua pipi heni sudah memerah menahan rasa malunya.


" Kamu nggak usah malu sayang, besok setelah pulang dari liburan, mas akan datang ke rumahmu, mas akan meminta mu dari ayahmu untuk menjadikanmu istri mas." Ucap reza memegang tangan heni


" Apa nggak terlalu cepat mas." Tanya heni memandangi wajah reza


" Tidak, mas ingin segera menikahimu. Mas takut jika nanti ada cowok lain yang mendekatimu." Ucap reza


" Cie, mas reza ternyata orangnya cemburuan ya." Ucap heni mencubit pipi reza


.


.


.


HAIIIIII...

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA ❤️


Jangan lupa like komen dan vote 🙏❤️


__ADS_2