Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Sembilan bulan


__ADS_3

Via merasa risih saat fico ditatap terus oleh tanti.


" Tan, kenapa kamu menatap suamiku seperti itu." Ucap via di depan semua orang


" Ahh tidak, saya tidak melihat ke arah fico." Ucap tanti gugup


" Sepertinya cowok yang disukai tanti waktu SMA itu adalah fico deh, mending kamu cepetan ganti topik." Ucap angga berbisik di telinga heru.


Heru mengerti maksud ucapan dari angga, ia segera mengganti topik dan melangsungkan permainan truth or dare.


" Mas, kita pulang yuk. Aku udah capek banget." Ucap via mengelus perutnya yang sudah membesar.


" Kamu kenapa sayang ? Perut kamu gapapa kan ?" Tanya fico panik


" Gapapa mas, cuma agak capek. Pengen istirahat." Ucap via


" Ya udah, kamu disini dulu. Aku mau ngomong sama reza kalau mau balik duluan." Ucap fico kepada via. Fico pergi meninggalkan via sendirian, ia menghampiri reza dan meminta kunci mobil yang di bawa oleh reza.


" Aku hanya nggak mau banyak wanita yang mendekatimu mas. Aku ingin menjauhkan kamu dari wanita manapun, maafkan aku telah berbohong padamu mas." Ucap via dalam hati, ia memandangi suaminya yang sedang menghampiri reza.


--------


~ DI RUMAH

__ADS_1


.


Fico segera membawa istrinya masuk ke dalam kamar, dan ia membantu membaringkan via di atas ranjang.


" Kamu istrirahat dulu ya sayang, aku mau kebawah bikinan minuman hangat buat kamu." Ucap fico


" Nggak usah mas, kamu temenin aku tiduran aja ya. Aku pengen meluk kamu." Ucap via


Fico hanya pasrah dengan keinginan istrinya saat ini. Akhir-akhir ini sifat via memang sangat manja dengan fico, terkadang via juga suka menangis sendirian. Mungkin saja perasaannya benar-benar sensitif.


" Sayang, kamu beneran gapapa kan ?" Ucap fico


" Gapapa mas, aku cuma butuh istirahat. Kamu temenin aku disini aja ya." Ucap via manja


Fico mengangguk mengiyakan ucapan via. Tanpa terasa kini via telah tertidur dalam pelukan hangat fico. Fico tersenyum kecil melihat istrinya yang sangat cantik saat tengah tertidur.


Waktu terus berjalan dengan begitu cepat, tidak terasa kini usia kandungan via sudah berjalan sembilan bulan. Mungkin tinggal menunggu beberapa hitungan hari via akan melahirkan buah hati tercintanya tersebut.


Di usia kandungan via yang sembilan bulan ini, sifat fico berubah menjadi over protektif. Ia melarang semua kegiatan via di luar rumah. Fico hanya memperbolehkan via keluar kamar jika makan di ruang makan. Terkadang fico juga membawakan makanan untuk via ke dalam kamarnya agar via tidak kecapekan.


" Mas aku ingin keluar rumah." Ucap via


" Jangan sekarang ya sayang, kamu harus istirahat. Oke." Ucap fico

__ADS_1


" Udah beberapa hari aku di rumah terus mas, malahan cuma berdiam diri di dalam kamar. Aku kan bosan mas." Ucap via


" Kenapa harus bosan sayang, kan ada aku. Aku ambil cuti lama hanya ingin menjaga kamu saat detik-detik kamu lahiran." Ucap fico


" Tapi aku juga butuh udara luar mas."


" Ya udah kalau gitu, kita keluar cari udara segar. Tapi ada syaratnya." Ucap fico


" Syarat apa itu mas ? Ayolah mas, aku udah lama nggak keluar rumah." Ucap via


" Baiklah baiklah, aku akan ajak kamu ke apartmen reza biar kamu bisa ketemu heni." Ucap fico


" Beneran ? Kamu nggak bohong kan mas ? Terus persyaratan dari kamu tadi apa ?" Tanya via


" Ada deh, nanti aku akan minta belakangan." Ucap fico


Kini fico mengajak via ke apartemen reza, fico tahu jika via ingin sekali bertemu dengan heni.


.


.


Hai 👋👋

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote ya 🙏❤️


Terima kasih 🙏


__ADS_2