
**
Fico masuk kedalam kamar membawa sekantong makanan yang di pesan oleh istrinya tadi. Fico masih sangat kesal dengan orang yang mengantar makanan tersebut karena datang di saat yang tidak tepat.
" Mas, siapa tadi." Tanya via keluar dari kamar mandi
" Nih makanan yang kamu pesan tadi." Ucap fico menyodorkan sekantong plastik yang berisi makanan tersebut kepada via
" Wah akhirnya dateng juga, via udah laper banget mas." Ucap via senang
"Hem..."
" Kamu kenapa sih mas, kok mukanya bete gitu, sini makan, mumpung makananya masih anget." Ucap via
" Mas maunya makan kamu aja sayang, emang dasar kurir makanan itu mengganggu kegiatan mas aja." Ucap fico kesal
" Ya udah sini makan dulu, entar kita lanjutin kegiatan yang tadi." Jawab via tersenyum nakal
Fico yang mendengar ucapan istrinya tersebut langsung memeluk via dan mencium bibir via sekilas.
" Janji loh sayang, pokoknya 5 kali." Ucap fico
Via hanya mengangguk dan melanjutkan makan
__ADS_1
*****
Di lain tempat, Reza dan heni telah menyelesaikan kegiatan makan malamnya.
" Mau kemana lagi." Tanya reza yang masih fokus pada stir mobilnya
" Pulang aja mas, lagian ini udah malem. Takutnya entar via cariin aku." Jawab heni
" Hahaha, kamu tuh polos banget, ini baru jam 8 belum malam banget juga, lagian mana mungkin via cariin kamu, yang ada mereka berdua lagi enak-enakan di dalam kamar." Ucap reza
" Enak-enakan.! Via jahat banget enak-enakan nggak ngajak aku." Ucap heni polos
Reza yang mendengar ucapan polos heni tersebut pun tertawa, ia tak menyangka bahwa heni masih sangatlah polos.
" Kamu tuh polos banget sih, mana ada pasangan suami istri enak-enakan ngajak kamu, yang ada kamu gangguin mereka." Ucap reza sambil mengacak-acak rambut heni, reza merasa gemas saat melihat wajah heni yang tengah kebingungan.
Heni menoleh dan menatap wajah reza yang tengah tersenyum, tiba-tiba perasaan heni menghangat dan ingin sekali memeluk pria yang ada di sampingnya tersebut.
***
Tak terasa, mobil reza sampai di depan hotel yang mereka untuk menginap. Mereka berdua turun dari mobil dan segera memasuk ki lobby hotel.
" Makasih makan malamnya mas, kapan-kapan aku yang akan traktir mas reza." Ucap heni
__ADS_1
" Iya sama-sama." Ucap reza sambil tersenyum
Mereka berdua sudah sampai di depan kamarnya masing-masing, kamar hotel reza dan heni bersebelahan. sedangkan sisi sebelah kamar heni terdapat kamar via fan fico.
" Masuklah, kalau ada apa-apa langsung panggil saya." Ucap reza menyodorkan ponsel yang bertuliskan nomer HP nya.
Heni meraih ponsel dan menyimpan nomer reza, begitu sebaliknya reza juga menyimpan nomer ponsel heni.
" Terima kasih atas jalan-jalan dan makan malamnya, saya permisi masuk." Ucap heni membuka pintu.
Reza hanya mengangguk dan menatap heni masuk dan hilang di balik pintu. Reza merasakan detak jantungnya mulai berdetak tak berarah lagi, ia tersenyum mengingat wajah heni yang polos dan menggemaskan saat heni tersenyum.
Sedangkan heni di dalam kamarnya duduk di tepi ranjang dan menatap nomer di ponselnya tersebut, ia sangat senang bisa bertukar nomer dengan reza. Ia mulai mengingat-ingat saat tangannya di genggam oleh tangan reza, memikirkan itu saja manik wajah heni memerah bak tomat rebus.
.
.
.
Hai readers, makasih yang telah mampir di novel saya 🙏
Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏
__ADS_1
Insya'allah author akan UP setiap hari kalau tidak ada halangan apapun... ❤️
Selamat membaca ❤️🙏