
Fico tidak sadar jika via pergi meninggalkan rumah sejak semalam. Ia masih saja tidur dengan nyenyak dalam balutan selimutnya.
~ Di Apartemen Reza
Heni tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya, ia masih bingung ada masalah apa yang menimpa sahabatnya tersebut sehingga via pergi meninggalkan kediaman keluarga rusdi.
" sayang, kamu masak apa ?" tanya reza yang baru saja keluar dari kamar
" aku masak nasi goreng aja mas, mau makan sekarang atau mau mandi dulu." tanya heni
" sekarang aja sayang, mumpung hari minggu kita jalan-jalan yuk." ajak reza
" kamu lupa mas, di sini ada via. mana mungkin aku ninggalin via sendirian di apartemen kita mas." ucap heni
" ah, aku lupa sayang. dari semalam mas udah hubungi handphone fico, tapi nggak di angkat sama sekali." ucap reza
" aku khawatir sama via mas, dia lagi hamil besar." ucap heni
" kamu tenang aja, habis mandi mas akan ke rumahnya fico." ucap reza
Heni menuju kamar tamu dimana via berada, ia membawa sepiring nasi goreng untuk via sarapan. heni sangat khawatir akan keadaan via saat ini, sejak tadi malam via tidak keluar dari kamar dan tidak menjawab panggilan heni dari luar kamar.
tok
tok
tok
" vi, aku bawain sarapan. aku boleh masuk kan." ucap heni yang masih berada di luar kamar.
Tidak ada jawaban dari dalam kamar, heni semakin khawatir dengan keadaan via di dalam kamar. heni buru-buru memanggil suaminya dan mengambil kunci cadangan kamar yang di gunakan via tersebut.
__ADS_1
" buka pintunya pakai kunci cadangan ini mas, pintunya di kunci via dari dalam." ucap heni menyodorkan kunci cadangan ke reza
ceklek...ceklek..
Kamar kosong, via tidak berada di atas ranjang maupun teras kamar. Heni segera mencari via di dalam kamar mandi. Betapa kagetnya heni saat melihat via pingsan dalam keadaan basah kuyup.
" mas reza, via mas." ucap heni yang masih berada di dalam kamar mandi.
Reza yang mendengar teriakan heni tersebut segera menuju kamar mandi. Reza membopong tubuh via ke atas ranjang.
" mas tolong ambilkan daster atau baju aku yang besar."
Reza segera keluar dari kamar dan mengambil salah satu baju hamil heni yang cukup besar untuk via.
" ini sayang bajunya." ucap reza
" mas kamu keluar dulu ya, biar aku yang bantu via ganti baju." ucap heni
Heni mengangguk setuju, Reza pun segera pergi ke rumah fico untuk memberi tahu fico keadaan istrinya yang berada di apartemennya.
----
~ Di Kediaman Keluarga Rusdi
Fico yang baru saja bangun heran karena via tidak ada di sisinya. ia bangun mencari via di dapur tapi ia tak menemukan istrinya tersebut. Saat ia mau menghubungi HP via ternyata Hp nya mati sejak kemarin malam.
Ia mencoba menghubungi via menggunakan telepon rumah, tapi tak ada jawaban dari via.
" Fico." teriak reza dari luar
Fico bergegas keluar menemui reza di luar.
__ADS_1
" Ada apa lo kemari pagi-pagi." ucap fico
Reza tak mempedulikan ucapan fico, menghampiri fico dan melayangkan satu pukulan.
Buuukkk....
" Lo gila, ngapain lo pukul gue seenaknya." ucap fico marah
" Lo yang gila, istri lo pergi dari rumah tapi lo enak-enakan seperti ini." ucap reza yang tak kalah marah
" pergi ? maksud lo apa ?" ucap fico yang masih tak mengerti dengan ucapan reza
" Lo bakalan nyesel co, istri lo sekarang ada di apartemen gue. Tadi sebelum gue kesini, istri lo pingsan di dalam kamar mandi." ucap reza
" gimana bisa istri gue ada di apartemen lo, kemaren malam..." belum sempat fico meneruskan ucapannya, ia sadar jika kemaren malam ia marah kepada via dan tidak bicara kepada via sama sekali.
" anterin gue sekarang ke apartemen lo za." ucap fico tergesa-gesa.
.
.
.
.
Hai semuanya 👋👋
Jangan lupa like komen dan bantu vote ya 🙏
Dan jangan lupa mampir ke novel author yang satunya " CINTA CLARIN"
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏❤️