Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Bersalah


__ADS_3

Reza membawa fico pergi ke apartemennya, di sepanjang jalan fico nampak gelisah dan khawatir tentang keadaan via.


" apa yang sedang terjadi co, gimana bisa sampai istri lo pergi dari rumah." ucap reza


" kemaren malam gue marah sama via za, gue terlalu marah saat lihat via bersama aldo kemaren siang. Jadi sepulang dari kampus gue cuekin via, nggak ngomong sama dia. Lo kan tau kalau aldo dulu suka sama via, gue nggak suka dia terlihat akrab sama laki-laki lain." ucap fico


" Lo gila co, secemburu apapun lo melihat via sama laki-laki lain. lo harus tetep kasih pengertian sama via co, dan nggak seharusnya lo diemin via seperti itu." ucap reza


" Gue tau gue salah, gue nyesel za." ucap fico


" Semarah-marahnya lo sama via, jangan lo sampai bentak atau nggak bicara sama dia. Via lagi hamil anak lo co, perasaan dia lagi sensitif. Lo harus sabar ngehadapin sifatnya yang suka berubah-ubah." ucap reza


" iya za, gue nyesel. sekarang gue khawatir banget sama via za." ucap fico. Ia terlihat gusar, hatinya merasa sakit saat mendengar via pingsan tak sadarkan diri.


Sesampainya di unit apartemen reza, fico langsung lari menuju kamar tamu dimana via berada. Fico tahu betul letak ruangan apartemen reza karena ia sering menginap di apartemen reza dulu sebelum ia menikah dengan via.


" sayang." ucap fico yang baru saja masuk kamar


" via tadi sudah sadar mas, sekarang via lagi tidur. tolong biarkan via istirahat." ucap heni


Fico mengangguk pelan, hatinya seperti teriris melihat keadaan via yang lemah dan wajah yang pucat.


" maafkan mas sayang, mas janji nggak akan diemin kamu lagi." ucap fico menggenggam tangan via yang masih tertidur


Fico membaringkan tubuhnya di atas ranjang di samping, ia memeluk tubuh via. ia merasa sangat merasa bersalah.

__ADS_1


 


~ Di luar kamar


" gimana keadaan via sayang." tanya reza yang melihat heni keluar dari kamar tamu


" via baik-baik saja mas, tadi via sudah siuman dari pingsannya. sekarang via sedang tidur ditemani mas fico." ucap heni


" kamu juga istirahat yang banyak sayang, aku tau kamu pasti kecapekan." ucap reza


" iya mas, aku ke kamar duluan ya." ucap heni meninggalkan reza.


*****


Fico masih setia menemani via tidur, di dalam hatinya ia sangat bersalah saat ini.


" mas." ucap via


" sayang, kamu udah bangun." ucap fico membelai pipi via


" kenapa mas bisa ada di sini." ucap via


" sayang, maafkan mas. mas nggak berniat buat tidak bicara sama kamu. mas hanya merasa cemburu saat lihat kamu sama aldo kemaren." ucap fico


" jadi kemaren malam mas fico nggak bicara sama sekali sama aku cuma gara-gara hal sepele seperti itu." tanya via

__ADS_1


" maafkan mas sayang, mas tau mas salah." ucap fico memeluk tubuh via


" lepasin mas, aku kecewa sama mas fico. cuma gara-gara hal sepele seperti itu, mas fico tega nggak bicara sama sekali seperti kemaren malam." ucap via berusaha melepaskan pelukan fico


" aku tau aku salah via, maafkan aku." ucap fico yang tak mau melepaskan pelukannya


" baiklah aku memaafkan mas fico, sekarang lepasin dulu pelukannya." ucap via


Fico perlahan-lahan melepaskan pelukannya, ia memandang wajah via yang masih terlihat pucat. Ia menundukkan wajahnya, terbesit penyesalan di dalam hatinya karena telah melukai perasaan istrinya tersebut.


.


.


.


.


.


Hai semua 👋👋


Selamat membaca ya ❤️


Jangan lupa like, komen dan bantu vote ya 🙏

__ADS_1


Dan jangan lupa mampir ke novel author yang satunya " CINTA CLARIN "


Terima kasih 🙏🙏❤️


__ADS_2