DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 10


__ADS_3

Sejak memutuskan untuk tinggal di dalam hutan. bersama Anggeline, Arsenio meminta Arion untuk kembali ke istana untuk menggantikan nya memulihkan istana yang rusak dan kacau karena ulah Alfred dan bawahannya. Namun ia juga memerintahkan Arion untuk sesekali datang menemuinya jika ada sesuatu hal penting yang harus dia sampaikan. Arion yang di perintah mengangguk saja, karena memang ia harus mematuhi semua perintah tuannya.


"Pergilah, jika ada sesuatu hal penting katakan pada ku," ucapnya dan di angguki Arion.


"Baik, tuan," jawabnya dan setelah itu berbalik badan, berubah ke bentuk serigala, berlari meninggalkan tuannya bersama dengan Anggeline.


Arsenio yang telah melihat kepergian Arion duduk di atas batu yang cukup lebar, dan di depan nya terdapat api yang telah di buatnya. Dan setalah itu berubah ke bentuk serigalanya, memejamkan mata dan tidur dengan tubuh melingkar seolah mencari kehangatan.


.


.


.


Di istana Vampir, Alfred duduk di singgasananya, menyangga kepalanya dengan tangan sambil mendengar Kenzie berbicara.


"Tuan, Arsenio benar-benar sangat berani. Dia seolah memang ingin menantang anda. Kita tidak boleh diam saja, dan harus memberikan pelajaran yang setimpal untuknya," ucap Kenzie yang geram terhadap Arsenio yang berani tidak menyerahkan wanita yang di inginkan tuannya.


"Lalu, menurut mu apa yang harus kita lakukan?" tanya Alfred ingin tahu apa yang di inginkan Kenzie, mungkinkah Kenzie ingin dirinya meratakan istana serigala?


"Lebih baik kita habisi ras serigala, tuan," jawabnya dan seperti yang dia tebak.


Mendengar itu, Alfred menghela nafas. Tidak semudah itu menghancurkan ras lain di dunia ras ini. Jika ras lain tahu dirinya melakukan hal berlebihan, maka bisa jadi ras lain akan membuat rasnya dalam bahaya. Apalagi ia tahu ras nya tidak bisa melakukan suatu hal saat siang hari di karenakan adanya matahari yang bisa membunuhnya jika terkena sinar tersebut.


"Aku tahu niat mu baik, Ken. Tapi kau juga harus memperhitungkan dampaknya. Jika kita membuat suatu hal berlebihan, aku takut ras lain waspada terhadap ras kita. Dan Akhirnya mereka ketakutan dan berencana untuk menyingkirkan ras kita terlebih dahulu sebelum kita menyingkirkan mereka," jelasnya membuat Kenzie diam, membenarkan ucapan tuannya. Ia tidak berpikir sampai sana dan akhrinya hanya bisa meminta maaf atas pemikiran nya yang salah.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kita lakukan, tuan?" tanya Kenzie menatap Alfred.


"Pantau saja hutan wilayah serigala. Aku yakin Arion pasti sesekali akan datang ke tuannya," jawabnya yakin, dengan begitu ia akan mengetahui dimana lokasi Arsenio dan Anggeline berada.


"Baik, tuan," jawabnya mengangguk dan setelah itu pergi meninggalkan tuannya sendiri di ruangan tersebut.


.


.


.


Pagi hari, Anggeline yang berada di dalam gua bersama dengan Arsenio perlahan membuka mata, sadar. Dia melenguh dan mengerjap-ngerjapkan matanya karena pandangan berasa buram.


Anggeline pun melihat ke arah lain, dan saat mata itu melihat sekeliling betapa terkejutnya ia melihat seekor serigala besar dengan santainya rebahan di atas batu sambil menatap ke arahnya.


Mata Anggeline seketika melotot karena keterkejutannya melihat serigala besar berada tak jauh darinya. Dengan tubuh yang masih merasa sakit, ia mencoba berdiri untuk menjauh dari serigala tersebut. Namun sebelum ia berhasil berdiri, Arsenio berdiri dan melangkah mendekati Anggeline. Anggeline yang di dekati langsung sekuat tenaga berdiri dan mencoba melangkahkan kakinya, menjauh. Tapi semakin ia berusaha, Arsenio semakin mendekatinya.


"Pergi! Jangan mendekat!" usir-nya mundur beberapa langkah. Namun semua itu tidak di pedulikan Arsenio, dia malah mendekat dan semakin mendekati Anggeline. Hingga akhirnya dirinya tepat berada di depan Anggeline yang tubuhnya kaku karena takut dengan wujud serigala besar yang ada di depannya.


Arsenio mendekatkan kepalanya ke depan wajan Anggeline, hingga napas serigala itu mampu menerpa kulit wajah nya. Anggeline yang merasakan, memejamkan mata, takut jika serigala itu menerkamnya hidup-hidup. Namun cukup lama dan tidak merasakan apapun, Anggeline membuka mata. Dan saat mata itu melihat apa yang ada di depannya, rasa takut itu menghilang dan berganti dengan keterkejutannya. Ia terkejut karena melihat seorang pria tampan berdiri tepat di hadapannya sambil menatapnya dengan serius.


Anggeline tentu saja mengerutkan kening, berpikir siapakah pria di depannya ini? Lalu dimana serigala sebelumnya? Pertanyaan demi pertanyaan dalam benaknya terus saja berputar. Arsenio yang melihat tersenyum kecil, sangat kecil sampai Anggeline pun tidak menyadarinya.


"Ada apa? Apa kau terkejut melihat ku?" tanya Arsenio dengan pertanyaan bodoh. Tentu saja Anggeline terkejut. Siapa yang tidak akan terkejut melihat seseorang tiba-tiba muncul di hadapannya.

__ADS_1


Mendengar itu Anggeline langsung menatapnya dengan pandangan dingin dan berkata, " Siapa tuan ini? Kenapa bisa ada disini?"


Arsenio yang mendengar pertanyaan itu langsung berbalik dan duduk di atas batu tanpa menjawab pertanyaan Anggeline. Anggeline yang tidak mendapatkan jawaban dari Arsenio mengerutkan kening, pikirnya apakah pertanyaannya itu salah?


Anggeline yang menunggu pria tak di kenalnya itu berbicara, akhirnya mendengar pria itu berbicara kembali. "Kau sedang terluka, lebih baik jangan bertanya apapun. Aku disini akan menemani mu dan merawat luka mu. Jika kamu menolak, luka mu semakin lama akan semakin parah, dan bisa jadi nyawa mu lah yang akan menjadi taruhan,"


Anggeline yang mendengar menatap tubuhnya sendiri. Benar apa yang di katakan pria tidak di kenalnya itu. Lukanya memang cukup parah, jika tidak segera di obati mungkin saja akan menjadi fatal. Ia menghela nafas dan duduk tak jauh dari Arsenio.


"Apa kau memilik cara menyembuhkan tubuh ku?"


"Tentu saja, di sini banyak obat-obatan yang dapat menyembuhkan luka mu. Aku akan mengobati mu hingga sembuh," jawabnya yakin karena memiliki niat tersembunyi setelah menyembuhkan Anggeline.


Anggeline diam, tapi dalam pikirannya pasti tidak sederhana itu. Tidak mungkin seseorang yang tidak di kenalnya dengan suka rela membantunya, pasti ada sesuatu yang tidak di ketahui nya. Demi berjaga-jaga dia harus selalu waspada dengan pria asing tersebut.


Arsenio yang telah mendapatkan persetujuan Anggeline untuk merawatnya, akhirnya perlahan merawat luka di tubuh Anggeline. Mereka saling berbincang satu sama lain, dan Arsenio berusaha mencoba membuat Anggeline merasa yaman dengan nya, sesekali ia bercerita tentang dunia ras yang di tempati beberapa ras, antaranya adalah ras vampir dan ras serigala.


Arsenio tidak mengatakan jika dirinya adalah dari ras serigala. Takutnya jika dirinya mengatakan siapa dirinya, Anggeline akan takut dan benci padanya karena sikap anak buahnya yang talah membuatnya terluka hingga menahannya di tahanan bawah tanah.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2