DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 6


__ADS_3

Kenzie yang telah kembali kini menghadap tuannya, menyampaikan apa yang dikatakan Arsenio padanya. Alfred yang mendengar tertawa keras  mendengar keberanian raja serigala itu. Pikirnya sungguh berani sekali dia sampai berkata seperti itu.


"Heh, sungguh berani sekali dia," ucapnya sambil membayangkan betapa berani nya Arsenio kepadanya. Bibir nya mengulas senyum kecil, dengan kepala yang disandarkan. Sungguh pemandangan yang membuat orang terpesona. Sikap yang seolah malas membuat daya tarik tersendiri untuk Raja vampir itu.


Kenzie yang melihat hanya diam, walau sebenarnya ia sempat terpesona juga dengan apa yang dilihatnya. Namun karena dirinya seorang pria, ia harus membuang pikiran kotor tersebut.


"Lalu apa yang akan kita lakukan, Yang Mulia?" Tanya Kenzie berharap memberikan pelajaran kepada Ras Serigala karena berani lancang berbicara seperti itu.


"Tentu saja membuat mereka merasakan ancaman ku," jawabnya dengan senyum menyeringai, memikirkan bagaimana wajah Arsenio saat tahu dirinya membuktikan ancaman tersebut. Dan sudah dipastikan Arsenio pasti akan sangat-sangat marah.


.


.


.


Di istana Ras Serigala, Arsenio yang penasaran dengan sosok yang diinginkan Alfred meminta Arion untuk mengantarkan nya ke tempat dimana orang tersebut. Ingin melihat seperti apa sosok itu.


"Bawa aku melihat orang tersebut. Aku ingin melihat seperti apa sosok yang diinginkan vampir itu,"


"Dia adalah seorang wanita, Yang Mulia," jawab Arion membuat Arsenio mengerutkan kening.


"Wanita?" Gumamnya tidak percaya bahwa Alfred menginginkan seorang wanita yang ditahan oleh bawahannya. 


"Benar, Yang Mulia. Dan dia adalah seorang manusia," jelasnya lagi dan semakin membuat Arsenio tidak percaya.


"Manusia? Benarkah itu?" Tanyanya tidak mempercayai jika yang diinginkan Alfred adalah seorang wanita dari ras manusia.

__ADS_1


Arion mengangguk, mengatakan jika apa yang dikatakannya benar. Arsenio yang mendengar kenyataan itu tertawa keras. Pikirnya sungguh konyol. Alfred si Raja Vampir menyukai seorang wanita yang berbeda ras. Benar-benar tidak dapat dipercaya.


"Ayo antar aku melihatnya. Aku sudah tidak sabar melihat seperti apa wanita manusia yang diinginkan vampir itu," perintahnya dan beranjak. 


"Baik, Yang Mulia."


Arion pun memimpin jalan menuju tahanan bawah tanah, dimana Anggeline ditahan olehnya. Setiap Arsenio melewati bawahan nya, mereka semua menunduk dan memberi hormat. Arsenio hanya acuh, mengabaikan dan terus berjalan menuju tahanan.


Matanya melihat sekeliling, sudah lama dirinya tidak ke tempat tahanan, ternyata masih sama. Dan masih banyak tahanan yang ditahan di tempat itu. 


"Ternyata masih sama," gumamnya dalam hati.


Setelah masuk ke dalam tahanan bawah tanah, kepalanya menoleh, melihat setiap tempat yang dilewatinya. Banyak tawanan yang ditawan di sana. Ada yang wanita dan ada pula yang pria. Namun kebanyakan dari mereka adalah pria. 


Beberapa para tahanan itu melihat ke arah Arsenio yang tidak biasanya datang ke ruang tahanan. Mereka menatap nya dengan diam. Ada rasa marah, benci. Dan ada pula yang ingin membunuh, membalas perlakuan para bangsa serigala.


Arsenio dan Arion yang melihat tatapan itu tidak memperdulikan. Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan tempat tahanan dimana Anggeline berada. 


"Siapa?" Gumamnya dalam hati karena pandangannya tidak jelas, kabur. 


Arion dan Arsenio berdiri tepat di depannya. Namun itu tidak membuat Anggeline melihat wajah mereka, karena yang ia bisa lihat hanyalah kaki panjang mereka yang tepat di hadapannya. Anggeline yang tidak ingin terlalu bergerak agar lukanya tidak bertambah sakit, malas melihat dua orang tersebut.


Arsenio yang melihat Anggeline seolah tidak menanggapi kedatangannya berjongkok, melihat Anggeline yang wajahnya tertutup rambut panjang, sehingga membuat dirinya tidak dapat melihat wajah asli gadis cantik itu. Walaupun ia melihat pastinya wajah itu juga akan tertutup kotoran dari debu dan darah yang mengalir dari keningnya. Sehingga wajah ayu itu tidak akan terlihat jelas oleh Arsenio, si Raja Serigala.


"Kau melukainya?" Tanya Arsenio pada Arion.


Arion yang ditanya diam, tidak menjawab pertanyaan tuannya. Sudah jelas wanita itu terluka, dan tidak perlu di tanya lagi siapa pelakunya, yang jelas itu memang dirinya dan anak buahnya lah yang melakukan. 

__ADS_1


"Kau itu tidak memiliki perasaan sama sekali. Bagaimana bisa dirimu melukainya sampai seperti ini? Sungguh tidak memiliki perasaan," ucapnya mencoba menyibak rambut Anggeline yang menutupi wajah.


Anggeline yang melihat tangan itu terulur, menggerakkan kepalanya, menghindar. Arsenio yang melihat tangannya langsung berhenti. Namun di bibirnya muncul seulas senyum kecil yang tidak disadari oleh mereka. Arsenio yang melihat tuannya hendak menyentuh Anggeline, mencoba menahan, "Yang Mulia, wanita itu sangat kotor. Dia tidak pantas untuk anda sentuh," 


Mendengar itu, Arsenio langsung berhenti. Namun rasa penasaran akan wajah wanita tersebut, Arsenio meminta Arion memanggil seorang pelayan wanita untuk datang membersihkan wajah Anggeline. Menurut nya tidak mungkin wanita itu memiliki wajah jelek atau biasa saja karena Raja Vampir sendiri sampai membuat ancaman kepadanya hanya demi wanita tersebut.


"Panggil seorang pelayan untuk membersihkan wajahnya. Aku ingin melihat seperti apa wanita yang disukai vampir itu," perintahnya dan Arion langsung pergi untuk memanggil seorang pelayan.


Sedangkan Anggeline yang mendengar masih diam dengan tatapan dinginnya. Dan tak berselang lama, Arion dan  dua orang pelayan datang dengan membawa sebuah baskom yang berisi air di tangan mereka.


"Hormat hamba, Yang Mulia Raja," ucap mereka memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badan.


Arsenio mengangguk dan setelah itu berkata, "Bersihkan wajah wanita itu. Aku ingin melihatnya, seperti apa wajah wanita milik Alfred Wallace,"perintahnya dan dua pelayan mengangguk, berjalan mendekati Anggeline yang tergeletak, membangunkan nya untuk duduk dan membersihkan wajahnya.


Anggeline yang diperlakukan seperti itu hanya diam. Dan tak lama setelah itu, kini terlihat wajah Anggeline yang sangat cantik. Walaupun ada luka di wajahnya, namun semua itu tidak menghilangkan wajah ayu nan cantik nya. 


Arsenio dan Arion yang melihat terpesona dengan apa yang mereka lihat. "Sungguh wajah yang sangat cantik," gumam keduanya dengan terkejut karena terpesona nya.


Setelah mengetahui seperti wajah wanita yang diinginkan Alfred, Alfred memiliki sebuah rencana. Dia akan menggunakan Anggeline sebagia tahanan nya untuk memperlancar rencananya membunuh Alfred. Dan menjebak Alfred untuk datang sendiri langsung di wilayah serigala. Dan setelah itu membunuhnya.


Selain tidak mendapatkan wanitanya kembali, Arsenio yakin mampu membunuh Alfred di wilayahnya. Dan setelah berhasil, dia akan memiliki Anggeline sebagai miliknya. 


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Maaf telat Update, hari ini sinyal nya hilang dan baru saja ada. 😔😔


__ADS_2