
Di istana vampir.
Darren menghajar Kenzie dengan brutal karena marah Kenzie telah mengkhianatinya. Matanya nya yang merah menyalang tajam. Seolah mampu menelan tubuh Kenzie hidup-hidup. Suaranya pun menggelegar, membuat penghuni istana mampu mendengarnya.
"Katakan! Siapa tuan mu?" tanyanya dengan mencekik leher Kenzie dan mengangkat tubuh itu hingga tak menyentuh lantai.
Anggeline yang ada di antara mereka, langsung berdiri dan menghampiri mereka. Mencoba melepas tangan Darren dari leher Kenzie.
"Lepaskan dia," perintahnya dengan sekuat tenaga melepas tangan tersebut.
Darren yang melihat Anggeline berusaha membantu Kenzie semakin geram. Dia menepis tangan itu dan mendorong tubuh Anggeline hingga terpental dan menabrak meja.
Brak....
Seketika meja itu hancur, dan Anggeline merasakan sakit di tubuhnya karena hantaman kuat itu.
Kenzie yang melihat Darren memperlakukan Anggeline dengan kasar menetap marah, dan mencoba melepas tangan Darren dari leher.
"Ba...djing...ngan kau!"
Kenzie hendak mengeluarkan kekuatannya, menyerang Darren. Namun sebelum Kenzie menyerangnya, Darren lebih dulu tahu apa yang akan di lakukan Kenzie padanya.
"Berani juga kau,"
__ADS_1
Darren melempar tubuh Kenzie hingga menabrak tembok ruangan itu hingga retak. Dan setelah itu mendekati Anggeline dengan tatapan laparnya. Dia tidak ingin menunda lagi menyedot darah Anggeline hingga habis untuk menambah kekuatannya.
Anggeline yang melihat Darren mendekatinya, mundur dengan tatapan waspada.
"Apa yang akan kau lakukan? Jangan mendekat!" ucapnya dengan panik.
Sedangkan Kenzie yang melihat tidak akan membiarkan pria gila itu mengambil apa yang di inginkannya. Dia menghilang dan menebaskan pedangnya, menyerang Darren dari belakang. Namun semua serangan yang berikan Kenzie terus saja di ketahui, hingga akhirnya tidak berhasil sedikitpun menyentuh tubuh Darren. Dan berakhir dengan tubuhnya yang terluka parah.
"Tidak jangan sakiti dia," teriak Anggeline saat Dareen ingin membunuh Kenzie dengan sebuah pedang.
Darren yang mendengar menoleh, melihat ke arah Anggeline dengan senyum seringainya. Sungguh sangat mengerikan. "Apa kau menghawatirkan nya?" Dalam sedetik Darren kembali di hadapan Anggeline. Anggeline sungguh terkejut, tidak menyangka jika akan mengalami hal rumit seperti ini.
"Jangan menyentuh ku," tepisnya, saat Darren ingin menyentuh wajahnya.
Anggeline tidak menjawab. Namun dari tatapan nya sudah membuktikan bahwa ia sangat jijik dengan pria di depannya. Pria yang menurut nya sangat gila dan memuakkan.
"Karena kau sepertinya jijik saat ku sentuh, maka aku akan menyentuh mu biar sekalian kau muak dengan ku. Hahahaha," tawanya seolah Anggeline adalah barang yang menurutnya menarik.
Darren pun membawa paksa tubuh Anggeline ke kamarnya untuk menikmati malam yang menurutnya indah, meningalkan Kenzie yang tergeletak gak berdaya. Kenzie yang melihat Darren membawa paksa wanita milik tuannya sekuat tenaga bangkit untuk menolong. Tapi saat kaki itu akan berdiri, seolah kakinya tidak mampu menopang tubuhnya. Hingga akhirnya ia terkapar dan pingsan.
"No...na," mata itu akhirnya terpejam dan tidak sadarkan diri lagi karena luka yang di derita nya terbilang cukup parah akibat siksaan dari Darren.
"Tidak...! Lepaskan aku, dasar badjingan!" pukulnya pada dada dan terus memberontak.
__ADS_1
"Hahahaha.....Percuma kau terus melawan, tidak akan ada yang menolong mu," jawab Darren tidak memperdulikan Anggeline yang terus meronta dan memukul nya serta memaki.
Sesampainya di kamar, Darren langsung melempar tubuh itu di atas ranjang dengan kasar. Anggeline tentu saja langsung siaga, mundur dan tidak ingin menjadi mangsa pria mengerikan itu.
"Jangan mendekat," paniknya saat melihat Darren mulai merangkak di atas ranjang untuk mendekatinya.
Anggeline yang melihat panik, tidak ingin mati di tangan pria kejam itu. Ia melihat sekeliling mencari sesuatu untuknya melindungi diri. Dan saat melihat sebuah patung kecil di atas meja di samping ranjang, dengan gerakan cepat ia mengambil nya dan memukulkannya ke kepala Darren saat Darren ingin menyentuhnya.
Bugh....
Patung hiasan itu langsung hancur saat mengenai kepala keras Darren. Darren yang melihat keberanian Anggeline menatapnya tajam dan penuh amarah. Dia dalam sekejap mencekik leher Anggeline dengan kuat karena melihat keberanian Anggeline yang melawannya.
"Berani sekali kau, manusia!" geramnya dengan suara mengerikan dan tatapan tajam.
Anggeline yang di perlakukan kasar oleh Darren tidak menangis sedikit pun. Ia tetap berusaha lepas dan berharap bisa melarikan diri dari cengkraman pria gila di hadapannya.
.
.
.
bersambung
__ADS_1