DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 8


__ADS_3

Dengan masih menunjukkan senyumannya, Arsenio terkekeh kecil. "Yang Mulia, jangan terburu-buru seperti itu. Kita mengobrol dulu saja. Bukankah sudah lama kita tidak saling bertemu dan bercengkrama?"


Alfred yang mendengar tetap diam dengan wajah tanpa ekspresi, seolah mengabaikan apa yang di katakan Arsenio. Melihat raut wajah Alfred tetap saja seperti itu, Arsenio ingin sekali membunuhnya saat itu juga. Sedangkan Alfred yang tahu jika Arsenio mencoba mengelak tidak sabar lagi. Entah apa yang di rencanakan pria serigala itu, Alfred tidak bisa menunda lagi.


"Tidak ada waktu untuk ku tetap ada di sini. Serahkan wanita itu. Jika tidak, istana ini akan benar-benar ku hancurkan." serunya tidak main-main dengan ucapannya.


Arsenio yang mendengar tentu saja tidak terima dan tidak bisa menahan emosinya. Luapan emosinya langsung menyebar di ruangan tersebut. Alfred yang merasakan hanya melirik saja, seolah itu bukanlah hal yang berbahaya. Berbeda dengan Kenzie yang siap siaga untuk melindungi tuannya.


"Berani sekali kau berbicara seperti itu! Jangan pikir aku takut dengan mu Alfred," serunya dengan nada tinggi.


Alfred hanya menaikkan satu alisnya, seolah mengejek. "Oh, benarkah kamu tidak takut dengan ku?"


Arsenio yang mendengar semakin kesal, Alfred benar-benar menghinanya. "Sialan!" umpatnya hendak maju menyerang. Namun sebelum dirinya menyerang, Arion muncul dan menghentikan tuannya


"Tuan, biarkan saya yang memberi pelajaran kepada mereka," ucapnya dan langsung di angguki Arsenio.


Sedangkan Alfred tanpa meminta Kenzie untuk menghadapi Arion, Kenzie langsung maju untuk menghadapi Arion.


Wuuus.....


Dua pemuda beda Ras itu langsung bertarung di dalam ruangan tersebut. Arsenio dan Alfred yang melihat hanya diam, membiarkan dua pemuda itu menyelesaikan urusannya. Namun diamnya Alfred yang santai dengan kepala yang bertumpu di tangan, sebenarnya mengirim pesan lewat telepati kepada bawahannya yang menunggu di luar.

__ADS_1


"Serang para Serigala-serigala itu. Buat sekacau-kacaunya istana ini," perintah nya pada seorang yang mengamati keadaan di luar istana serigala.


Mendengar perintah dari tuannya, seorang vampir itu langsung menginformasikan kepada rekannya, bahwa tuannya telah memberi perintah untuk mereka menyerang. Dan dengar cepat semuanya menghilang dari tempat persembunyiannya, masuk ke istana membuat keributan dengan menyerang bangsa serigala.


Bangsa serigala yang mendapatkan serangan mendadak tentu saja tidak terkejut, karena sebelumnya mereka sudah diberi tahu oleh Arion agar mereka bersiap, jika sewaktu-waktu ada serangan mendadak dari bangsa vampir. Dan benar saja, serangan dari bangsa vampir pun terjadi di istana serigala, hingga mau tidak mau bangsa serigala yang ada di istana harus melawan para vampir itu.


Pertarungan pun tidak bisa di hindari di luar istana. Ledakan dari kekuatan mereka membakar dan menghancurkan bangunan di istana tersebut. Hingga suara ledakan-ledakan itu sampai di telinga para penduduk serigala dan Raja Arsenio.


"Apa yang terjadi? Kenapa seperti nya ada pertarungan di luar sana," batinnya menajamkan pendengarannya. Dan benar saja, itu adalah pertarungan antara dua ras.


Arsenio yang melihat kenyataan bangsa vampir berani terang-terangan menyerang di istananya mengepalkan tangan dengan kuat, marah. Sedangkan Alfred masih santai di tempatnya.


"Apa kau tidak ingin melihat apa yang terjadi?" ucapnya membuat Arsenio menatap tajam dirinya. Namun tatapan itu tidak membuatnya takut. Dia malah semakin membuat Arsenio marah dengan kata-kata nya, berharap Arsenio pergi meliaht apa yang terjadi agar dirinya juga bisa keluar mencari keberadaan Anggeline.


Sedangkan Arsenio langsung pergi meninggalkan tempat itu ke tempat Arion menyembunyikan Anggeline. Dan setelah itu membawa Anggeline yang terluka ke dalam hutan, tepatnya di dalam hutan pedalaman wilayah serigala, di gua dimana dirinya selalu meningkatkan diri.


Jika Arsenio telah membawa Anggeline pergi dari istana, Alfred yang setelah di tinggal Arsenio langsung pergi dari tempat nya dan mencari keberadaan Anggeline di dalam tahanan bawah tanah. Aroma dari tubuh Anggeline membawanya sampai ke tahanan tersebut. Namun saat sampai dan melihat di setiap tempat tahanan tersebut, Alfred sama sekali tidak menemukan keberadaan Anggeline. Marah, kesal itulah yang di rasakan hingga membuat tempat tahanan yang di yakini tempat Anggeline sebelumnya berada langsung di hancurkan dalam sekali kibasan tangan.


Duuuar....


Para tahanan yang melihat tentu saja langsung mengintip apa yang terjadi. Namun saat melihat itu adalah bangsa vampir mereka tidak bersuara, takut Alfred akan menjadikan mereka santapan makan malamnya.

__ADS_1


"Berani sekali dia membawa wanita ku," gumamnya dengan nafas memburu karena kesal dan marah.


Alfred berjalan ke arah seorang yang di tahan, dan setelah itu berdiri di depannya dan berkata, "Apa kalian melihat seorang wanita di tempat tahanan itu?" tunjuknya pada tempat tahanan yang telah di hancurkan.


Seorang ras serigala yang di tahan itu diam, tidak berani menjawab. Alfred yang melihat semakin kesal. Beraninya pria serigala di depannya ini mengabaikan pertnyaan nya.


Alfred mengangkat tangannya, seketika tubuh pria itu tertarik mendekat ke arahnya. Dan dari sela tahanan itu, Alfred mencekik leher pria tersebut.


"Berani sekali kau mengabaikan pertanyaan ku," marahnya dengan suara yang menyeramkan.


"Le-lepas kan a-ku," pintanya dengan terbata.


Alfred yang tidak mudah memaafkan langsung menyedot darah pria itu melalui jari yang terdapat kuku panjang yang di tancapkan ke leher pria itu. Dan sedetik kemudian, tubuh pria itu langsung mati dalam keadaan kering tanpa darah setetespun.


Semua penghuni tahanan yang melihat menjadi ketakutan, pikirnya siapa vampir itu? Kenapa bisa menyedot darah tanpa mengingitnya? Sungguh sangat mengerikan.


Alfred yang tidak ingin menunda bertanya kembali ke seorang lagi. Dan jawabannya seperti apa yang di pikirkan nya, Anggeline telah di bawa pergi dari tempat itu. Dan sudah di pastikan, Arsenio lah yang telah membawanya. Entah kemana Arsenio menyembunyikan, Alfred pasti akan mengetahui dan menemukannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2