DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 7


__ADS_3

Alfred dan Kenzie berencana pergi ke istana ras serigala. Dia akan berbicara sendiri dengan Arsenio untuk menyerahkan wanita yang di inginkan nya. Jika pun nanti Arsenio menolak dan tidak menyerahkan wanita yang di inginkannya, terpaksa dia akan melakukan sesuatu. Sesuatu yang akan membuat Arsenio menyesal karena berani menolak permintaannya. 


Namun sebelum pergi, Alfred meminta anak buahnya untuk menunggu tak jauh istana serigala. Sedangkan dirinya dan Kenzie akan lebih dulu masuk kedalam istana, memastikan apakah Arsenio mau menyerahkan budak darahnya atau tidak.


"Kalian pergilah lebih dulu. Pastikan kalian tak jauh dari istana serigala," perintah Alfred dan di angguki semuanya.


"Baik, Yang Mulia," jawabnya serempak. 


Semua anak buah nya langsung menghilang dari hadapannya. Dengan jumlah yang cukup banyak, ia yakin mampu membuat bangsa serigala kewalahan melawan anak buahnya yang memiliki kekuatan tidak lemah itu.


Setelah melihat anak buahnya lebih dulu pergi, Alfred dan Kenzie pun menyusul, menghilang dari tempat tersebut dan pergi menuju istana serigala.


.


.


Di istana serigala, Arsenio tidak mengetahui akan adanya tamu yang tak di undang. Ia masih santai duduk di singgasananya sambil memikirkan rencana yang akan di lakukannya. Seulas senyum selalu muncul di bibir manisnya. 


"Aku tidak sabar menunggu hari di mana Alfred sialan itu mati di tangan ku," gumamnya mengepalkan tangan, meremas dengan geram. Ingin sekali mencabik-cabik tubuh Alfred. "Dengan adanya wanita itu, aku yakin si badjingan sialan tidak akan berani, karena adanya wanita nya di tangan ku. Jika dia masih berani, maka dia hanya akan melihat tubuh wanita yang di cintainya mati mengenaskan di tangan ku," sambungnya dengan senyum menyeringai.


Arion yang mendengar mengangguk, setuju dengan yang di katakan tuannya. Mereka berdua sibuk memikirkan akan rencana-rencana untuk menjatuhkan Alfred tanpa tahu apa yang akan terjadi di istananya.


.


.


Alfred dan Kenzie kini telah sampai di wilayah ras serigala. Saat memasuki wilayah tersebut, mereka berdua langsung di hadang oleh beberapa serigala yang berjaga di wilayah bangsa serigala. Tatapan mereka sangat bengis, tidak suka bangsa lain masuk ke wilayah mereka, apalagi saat tahu dua orang tersebut berasal dari ras vampir. 


Dalam bentuk tubuh serigala, mereka mengepung Alfred dan Kenzie. Namun yang di kepung malah diam dengan tatapan dinginnya, seolah malas meladeni Serigala-serigala lemah itu. 

__ADS_1


Grr…..


Dengan langkah pelan para serigala itu maju dan setelah itu langsung melompat, menyerang Alfred dan Kenzie.


Alfred dan Kenzie yang melihat keberanian mereka menyerang nya, tentu saja memberikan tatapan mematikan. Mata merah milik Alfred langsung membuat beberapa serigala yang melompat menyerang nya, terjatuh. Sedangkan Kenzie mengibaskan tangannya, mengeluarkan kekuatan dan membuat serigala itu langsung terpental dan jatuh.


Para serigala yang di kalahkan hanya dengan tatapan dan kibasan tangan mengkerut, tidak berani menyerang lagi. Mereka berpikir, dua vampir itu pastinya bukanlah vampir lemah. 


Kenzie yang melihat mereka tidak berani lagi menyerang, mendekati mereka dengan secepat kilat, mencekik leher salah satu dari serigala tersebut, dan berkata. "Katakan pada raja mu! Raja vampir ingin bertemu," 


Setelah berkata memberikan perintah, Kenzie dengan tidak berperasaan nya melempar tubuh serigala tersebut dengan sangat kasar. 


Bugh,


Serigala yang di lempar tentu saja tubuhnya merasakan kesakitan, dia bangkit dengan di bantu rekannya dan setelah itu pergi menuju istana untuk melaporkan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu terluka?" Tanya Arion ingin secepatnya mendengar penjelasan anak buahnya.


"Lapor, Yang Mulia. Maaf jika saya mengganggu waktu anda," ucapnya memohon ampun terlebih dahulu karena telah mengganggu waktu dua tuannya.


"Cepat katakan! Apa yang terjadi?" Tanya Arion tidak sabar. Sedangkan Arsenio diam saja, menunggu bawahannya itu menjelaskan apa yang terjadi.


"Yang Mulia, di luar ada dua bangsa vampir yang memasuki wilayah kita. Kami mencoba menghentikannya, namun semuanya tidak mampu menghentikan dua vampir tersebut, karena kedua vampir tersebut memiliki kekuatan yang kuat," jelas nya membuat Arsenio dan Arion diam. Bangsa vampir? Siapa? Kenapa bangsa vampir bisa masuk. Dan lebih berani lagi, mereka dengan terang-terangan nya datang dan membuat kekacauan di wilayah mereka? 


"Apa kau mengenalnya?" Tanya Arsenio penasaran dengan sosok dua vampir tersebut.


"Tidak Yang Mulia?" Jawabnya yang memang tidak mengenal akan sosok Alfred yang jarang keluar dari istana nya. Dia lebih suka sendiri, menikmati waktu nya yang telah berumur ratusan tahun lamanya. "Namun seorang dari mereka saya mengenalnya, dia adalah pria yang datang tempo hari," jelasnya yang mengingat wajah Kenzie saat mengantarkan surat dari tuannya.


"Kenzie," gumamnya. 

__ADS_1


Arsenio menatap Arion, saling berbicara lewat mata. Siapakah seorangnya lagi? Mungkinkah itu Alfred, pikirnya? Jika benar, apakah Alfred keluar hanya untuk menjemput wanita yang di tahannya? Jika memang yang di pikirkan nya benar, bukankah ini suatu kebetulan. 


Arsenio meminta orang yang melapor itu pergi. Dan setelah itu memberi perintah kepada Arion untuk membawa Anggeline keluar dari ruang tahanan. Dia yakin Alfred pasti akan membuat onar di tempatnya. Sebelum Alfred menemukan, dia akan menyembunyikan Anggeline dari mereka, agar semua rencananya mulus untuk membunuh raja dari ras vampir tersebut.


"Pergi, dan sembunyikan wanita itu. Aku akan membawanya keluar saat ada kesempatan. Dan juga perintahkan semua bawahan mu untuk bersiap, aku yakin Alfred datang tidak hanya berdua saja," perintahnya dan Arion pun langsung pergi menuju ruang tahanan untuk menjemput Anggeline. Tapi sebelum itu, ia memberi perintah kepada bawahannya untuk bersiap, jika suwaktu-waktu bangsa vampir menyerang. 


Sedangkan Arsenio sendiri, ia duduk di singgasananya menunggu kedatangan Alfred dan Kenzie. Dan tak lama menunggu, Alfred dan Kenzie kini telah sampai di hadapannya, berdiri dengan wajah dingin dan mata merah nya. 


Arsenio yang melihat kedatangan mereka tentu saja menyambutnya dengan senang hati. " Selamat datang di istana ku yang kecil ini, Yang Mulia," ucapnya menyambut dan membawa mereka berdua duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut. "Jika boleh saya tahu, apa yang membuat Yang Mulia sampai datang ke istana kecil ku ini," sambungnya sambil menuangkan teh kedalam cangkir.


Alfred yang melihat tidak suka. Ia merasa jijik dengan teh tersebut, karena ia hanya suka dengan minuman darah. Tanpa menyentuh sedikitpun, Alfred berkata, "Aku tidak suka basa-basi, Arsenio. Aku yakin kau tahu maksud dan tujuan kedatangan ku ini," 


Arsenio yang mendengar nada dingin dan mendominasi itu tentu saja mengepalkan tangan. Selama menjadi raja, ia sama sekali tidak bisa menyaingi Raja dari ras vampir. Dan itu benar-benar membuatnya kesal, marah dan benci.


Arsenio tersenyum manis, "Memang apa yang membuat anda datang kemari, Yang Mulia Alfred Wallace. Aku benar-benar tidak mengerti tujuan anda," jawabnya tidak membuat mimik wajah Alfred berubah. Ia tetap dengan wajah dinginnya, angkuh tanpa senyuman.


"Aku yakin kau pasti mengerti tanpa aku jelaskan," jawabnya tidak ingin berlama-lama lagi. "Jika kau masih ingin berpura-pura tidak tahu maksud kedatangan ku, aku tidak akan segan mengobrak-abrik istana mu untuk mencari apa yang aku cari," sambungnya dengan ancaman.


Arsenio yang mendengar ancaman itu mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal kuat. Tapi demi mengulur waktu untuk Arion bisa membawa keluar Anggeline, ia akan tetap berpura-pura tidak tahu apa maksud kedatangan Alfred Wallace.


.


.


Jangan lupa like, komen dan votenya ya. bantu dukung karya author 🤗🤗


Bersambung


 

__ADS_1


__ADS_2