
Mendengar wanita di depannya mengatakan dirinya tidak memiliki niat buruk padanya, Anggeline tidak bis begitu saja mempercayainya. Dia harus memastikan apakah semua itu benar, atau hanya bualan saja.
"Jika memang kau tidak memiliki niat buruk padaku, sekarang katakan siapa kau ini. Dan apa tujuan mu membawa ku?"
Anggeline ingin tahu karena dia memang tidak mengenal dua wanita asing itu. Sejak datang di dunia aneh ini, yang dia kenal hanya-lah Alfred dan Arsenio. Tapi sialnya dua pria itu sungguh sangat menakutkan dan mengerikan. Apalagi Alfred di manusia penghisap darah yang ingin terus menyedot darahnya hingga kering. Mengingat itu ia bergidik ngeri dan ingin muntah.
Melysina yang mendengar tersenyum kecil. Dan senyum itu dapat di lihat oleh Anggeline. Anggeline yang melihat tentu saja bingung. Ia mengerutkan kening, pikirnya kenapa wanita ini tersenyum sangat aneh.
"Apa kau takut aku menyakiti mu?" tanya Melysina dan dengan cepat di angguki Anggeline.
"Tentu saja, karena aku tidak mau masuk kandang buaya lagi," jawab nya membuat Melysina terkekeh kecil. Pikirnya sungguh lucu sekali wanita ini.
"Tenang saja, aku benar-benar tidak akan menyakitimu. Percayalah," ucapnya untuk membuat Anggeline percaya. "Sebelum itu aku akan memperkenalkan diri ku terlebih dahulu. Nama ku Melysina dan ini Ellen," tunjuknya pada Ellen yang berdiri di dekat mereka.
Ellen mengangguk saat Anggeline menatapnya. "Lalu, jika kau tidak memiliki niat buruk pada ku, kenapa kau memaksa ku?"
"Aku hanya tidak ingin melihat seorang wanita lemah di perebutkan oleh mereka. Dan untuk alasan lainnya kau tidak perlu tahu,"
Anggeline yang mendengar jawaban yang menurutnya tidak memuaskan sama sekali, ia mengerutkan kening penuh selidik. "Jangan-jangan memang ada batu di balik udang," gumamnya sampai salah membuat peribahasa.
Tapi saat mengingat yang di ucapkan Melysina tentang dirinya yang lemah, ia langsung lemas. Pikirnya tidak perlu di perjelas kenapa. Dasar wanita tidak ada akhlak.
"Baiklah, aku akan percaya pada mu. Tapi ku harap apa yang kau katakan ini memang benar, bahwa kau tidak memiliki niat buruk pada ku," ucapnya dan di angguki Melysina.
__ADS_1
"Percayalah bahwa aku tidak memiliki niat jahat sedikit pun pada mu. Aku hanya ingin membantu saja," jawabnya agar Anggeline benar-benar percaya padanya, bahwa dia benar-benar tulus membantu. Anggap saja ini karena sesama wanita. "Sekarang makanlah, sebelum makanan ini dingin," perintahnya dan Anggeline pun langsung memakannya, walaupun dalam hati ia masih ragu, berharap makanan itu tidak ada racun nya.
Setelah tahu bahwa makanan itu tidak bermasalah, kini Anggeline percaya bahwa Melysina benar-benar tidak ada niat buruk padanya. Dan setelah selesai makan, mereka berdua pun kini berbincang saling bertanya. Atau lebih tepatnya Melysina lah yang bertanya, ingin tahu tentang wanita yang menjadi rebutan dua raja tersebut.
"Jika boleh tahu siapa nama mu?" tanya Melysina yang memang belum mengetahui siapa nama wanita cantik di depannya.
"Anggeline, nama ku Anggeline," jawabnya berbohong. Karena sesungguhnya nama aslinya bukanlah Anggeline, melainkan Su Ran. Seorang gadis paling cantik di dunianya. Dunia di mana orang yang memiliki kuasa dan kekayaan akan di hormati.
Anggeline atau Su Ran adalah seorang putri pedagang kaya raya dari keluarga Su. Dia adalah putri satu-satunya Su Feng yang sangat di hormati karena kecerdasannya dalam berbisnis. Namun untuk kekuatan ia tidak memiliki, karena di dunia nya sebelum nya tidak ada namanya kultivasi. Dan hanya bisa mengandalkan beladiri. Su Ran sendiri tidak terlalu pandai beladiri, hanya saja ia tahu bagaimana caranya bertarung dan membela diri dan itupun tidak begitu ahli.
Flashback Su Ran.
"Ayah, hari ini aku akan pergi ke kota sebelah untuk mengantarkan bunga seribu obat. Kemaren Tuan Fu meminta ku untuk segera mengantarkan bunga tersebut jika sudah ada," jelasnya pada Su Feng.
"Baiklah, dan hati-hati di jalan. Jangan lupa bawa beberapa pengawal untuk mu,"
Saat ia meninggalkan kotanya semuanya nampak baik-baik saja. Tapi setelah masuk wilayah kota dimana ia tuju, dan saat melewati jalan di hutan yang sepi, tiba-tiba rombongannya di hadang oleh sekelompok perampok sangar yang membawa pedang besar di tangan mereka. Melihat itu, Su Ran yang berada di dalam kereta melihat keluar, pikirnya kenapa berhenti. Namun saat tahu ada sekelompok perampok menghadangnya, Su Ran sangat terkejut. Dan setelah itu memerintah pengawalnya untuk bersiap melawan para perampok itu. Dan akhirnya pertarungan itu pun terjadi antara pengawal Su Ran dan perampok tersebut.
Su Ran yang tetap berada di dalam kereta menjadi gelisah, "Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya bingung. Mungkinkah dia keluar dan membantu bawahannya. Tapi jika dia melakukan itu nyawanya pasti akan dalam bahaya. "Tidak, aku tidak bisa diam saja. Aku harus membantu mereka," gumamnya.
Namun sebelum dirinya keluar, pintu kereta di gedor paksa dari luar. Dan itu membuat dirinya sangat-sangat kaget. "Siapa?" gumamnya dengan jantung berdetak tak karuan.
Karena tidak di buka pintu itu, orang yang menggedor menendang pintu tersebut hingga rusak.
__ADS_1
Brak....
"Keluar kau! Dan serahkan apa yang kau bawa," perintah orang tersebut yang ternyata adalah ketua perampok.
Su Ran yang melihat benar-benar terkejut, ia tidak menyangka para pengawalnya di kalahkan dengan mudah oleh mereka. Mungkinkah para perampok itu adalah ahli beladiri? Jika itu benar sudah pasti tamat riwayatnya.
Su Ran tidak ingin mati sia-sia, apapun yang terjadi ia harus tetap mencoba melawan. Dan dengan keberanian yang di milikinya, Su Ran mengangkat kakinya dan menendang pria tersebut hingga terjatuh. Su Ran tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia keluar dan berlari untuk menyelamatkan diri, masuk ke dalam hutan.
Perampok tersebut tentu saja marah, ia meminta beberapa anak buahnya untuk mengejar Su Ran dan mengambil barang yang ada di tangannya sesuai perintah orang yang menyewanya, yang tak lain adalah pesaing bisnis keluarga Su.
Dan dengan cepat, para perampok itu mengejar. Namun saat melihat Su Ran cukup jauh untuk di jangkau, seorang dari mereka yang mengejar melempar sebuah kayu yang cukup besar ke arah nya. Dan itu berhasil tepat menghantam punggung nya.
Bugh,
Su Ran terjatuh dan kepalanya membentur kotak coklat unik hingga membuat keningnya berdarah. Saat darah itu menetes di kotak coklat tersebut, tiba-tiba kotak itu bergetar dan muncul sebuah portal hitam di hadapannya. Dan tanpa memikirkan apa yang terjadi selanjutnya, Su Ran dengan pandangan buram masuk kedalam portal dan menghilang di telan oleh portal tersebut. Tak hanya Su Ran saja yang menghilang, kotak coklat tersebut juga menghilang bersamaan dengan portal tang tertutup. Namun saat portal itu terbuka, tepatnya di Dunia Ras kotak coklat itu tidak jatuh bersamaan dengan Su Ran, melainkan dia jatuh di suatu tempat. Tempat dimana nanti nya akan di temukan oleh seseorang, yang akan menjadi akhir Su Ran tinggal.
Flashback end
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung