
Perkelahian dua ras di istana serigala membuat ras lain mengetahui hal itu. Mereka pun penasaran dengan apa yang terjadi hingga membuat dua ras itu saling bertarung. Namun saat mengingat aturan di dunia ras yang tidak boleh ikut campur dalam permasalah ras lain, semuanya pun hanya diam, dan mendengar apa yang terjadi tanpa ingin melihat atau pun ikut campur permasalahan mereka.
Raja Manusia, Raja Naga dan Ratu Peri sebenarnya ingin tahu apa yang membuat Alfred sampai mendatangi Arsenio dan membuat kekacauan tersebut. Rasa penasaran itu benar-benar menggelitiki perasaan mereka dan akhirnya karena keingintahuan dan memilih mengabaikan aturan, mereka pun meminta anak buah mereka untuk menyelidiki apa yang terjadi. Karena biasanya Raja ras Vampir yang tidak peduli dengan ras lain, kini keluar dan membuat kekacauan. Dan di benak mereka pasti ada sesuatu yang menarik hingga membuat dua ras saling bertarung.
"Pergi dan lihat apa yang terjadi. Usahakan jangan sampai mereka mengetahui keberadaan mu," perintah Raja Naga kepada bawahannya.
Tak hanya Raja Naga, Ratu Peri pun meminta seorang bawahan nya untuk mencari tahu permasalahan mereka, tapi tidak dengan Raja manusia yang seolah tidak peduli dengan permasalahan mereka.
"Baik, Yang Mulia," jawab bawahan tersebut dan pergi.
Sedangkan di istana serigala, Alfred sama sekali tidak menemukan keberadaan Anggeline. Dan setelah mengetahui jika Anggeline telah di bawa pergi dari tempat tahanan, Alfred langsung bergegas mencari keberadaan Anggeline yang mungkin saja keberadaan nya belum terlalu jauh.
Dia menyusuri aroma tubuh Anggeline lewat jalan yang di lewati, dan ternyata itu keluar dari istana dan masuk ke dalam hutan. Namun saat mengikuti jejak tersebut, aroma tubuh dari Anggeline menghilang dan akhirnya dirinya tidak bisa melacak keberadaan Anggeline.
Hah, ia menghela nafas dan setelah itu pergi dari hutan tersebut dan kembali ke istana serigala yang telah di buat kacau oleh nya dan anak buahnya.
Saat sampai, ia masih melihat Arion dan Kenzie saling bertarung untuk mengalahkan satu sama lain. Melihat itu, Alfred mengangkat tangannya, dan mengibaskan tangannya membuat tubuh Arion seketika terpental dan menabrak tembok bangunan.
__ADS_1
Bugh,
Kenzie yang melihat langsung menoleh, melihat ke arah orang yang membuat Arion terpental. Dan saat mengetahui siapa orang tersebut, Kenzie langsung mendekat dan memberi hormat.
"Yang Mulia," sapanya dengan sedikit membungkukkan badannya.
Alfred mengangguk, dan setelah itu meminta Kenzie untuk menarik mundur bawahannya. Kenzie yang mendengar perintah itu bingung, kenapa tuannya tiba-tiba menarik semua anak buahnya untuk mundur. Namun tidak ingin banyak bertanya, Kenzie pun memberi perintah kepada bawahannya untuk mundur dan kembali ke wilayah vampir.
Sedangkan Arion yang melihat para vampir itu tiba-tiba mundur hanya diam, berdiri melihat ke arah pergi nya mereka semua. Namun dalam pikirannya, ia yakin karena Raja Alfred tidak menemukan keberadaan orang yang di inginkannya. Sedetik kemudian, senyum kecil muncul di bibirnya dan setelah itu pergi dari tempatnya menuju tempat dimana rajanya berada.
Di liriknya Anggeline yang memejamkan mata, dan setelah itu beralih ke arah tuannya dan berkata, "Tuan, Raja Alfred telah menarik mundur pasukannya. Dan saya rasa dia menarik mundur anak buahnya karena tidak menemukan keberadaan nona ini."
Arsenio yang mendengar penjelasan itu mengangguk mengerti. "Lalu apakah banyak korban jiwa di ras kita?"
"Hanya mendapat luka sedikit, tidak ada korban jiwa saat pertarungan tadi," jelasnya dan lagi-lagi Arsenio mengangguk. Mungkin ras vampir masih memberikam kesempatan untuk bangsa serigalanya.
"Ternyata dia masih memiliki hati nurani," ucapnya dengan pelan, namun masih dapat di dengar Arion.
__ADS_1
Arion yang mendengar hanya diam. Tapi saat melihat Anggeline dia bertanya-tanya dalam hati. Sebenar nya apa yang membuat Raja Vampir sangat-sangat menginginkan wanita di depannya ini? Jika di pikir, Anggeline hanya-lah manusia biasa, sama seperti manusia pada umumnya di wilayah ras manusia. Tapi kenapa seolah Raja Vampir menginginkan sesuatu yang sangat berharga dari diri wanita yang di anggapnya lemah. Memikirkan itu membuat Arion menjadi pusing.
"Yang Mulia, lalu apa yang akan kita lakukan pada nona ini?" tanya Arion yang tidak tahu apa yang harus di lakukannya.
"Entahlah," Jawabnya juga bingung apa yang akan di lakukan dengan wanita yang ada di samping nya, "Mungkin aku akan bersama dengan nya untuk saat ini, menemaninya disini. Aku yakin si vampir itu tidak akan berhenti begitu saja. Dan ku pastikan dia akan terus mencari keberadaan wanita ini, wanita yang ternyata memiliki kecantikan yang sangat luar biasa," jawabnya menatap wajah cantik Anggeline yang cantiknya langka di dunia ras.
Arion mengangguk saja, tidak berani berkata ataupun berkomentar dengan apa yang di katakan tuannya. Dan akhirnya membiarkan tuannya berada di gua bersama dengan Anggeline.
.
.
.
Bersambung.
Maaf beberapa hari ini tidak Update. Author lagi ada kesibukan yang tidak bisa di tinggal dan tidak memungkinkan author untuk menulis atau pun berpikir untuk membuat cerita. 🙏🙏🙏
__ADS_1