DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 40


__ADS_3

Long Yu meninggalkan mereka berdua, tapi kepergiannya bukanlah benar-benar meninggalkan Anggeline, melainkan menyusul lebih dulu Anggeline dan berharap menyusulnya agar Anggeline tidak di perebutkan oleh dua raja tersebut. Namun setelah cukup lama mengikuti jejak yang di lewati Anggeline, ia tidak menemukan keberadaan wanita itu.


Matanya melihat sekeliling, tempat dimana jejak tubuh Anggeline terakhir kali. "Kemana perginya wanita itu?" gumamnya dan mencari ke tempat lain.


Tak hanya Long Yu yang tidak menemukan keberadaan Anggeline, Arsenio dan Morcant pun tidak menemukannya. Dan kini keduanya berpencar untuk mencari keberadaan Anggeline. Sedangkan yang di cari kini berada di tangan Alfred palsu, di istana vampir.


"Lepas! Lepaskan aku!" teriaknya meronta, mencoba lepas dari ikatan kekuatan milik Alfred palsu, atau yang memiliki nama, Darren Wallace


"Melepaskan mu? Mm....tidak semudah itu sayang," jawabnya menyentuh dagu Anggeline.


Anggeline yang melihat wajah Darren dekat dengan wajahnya meludahi wajah itu dengan tatapan penuh amarah.


"Cuiih....Pergi kau dari hadapan ku, sialan!" makinya benar-benar membenci pria di hadapannya.


Tak hanya Anggeline yang membenci Darren saat ini. Seorang yang ada di sana juga mengepalkan tangannya melihat apa yang terjadi, Darren ingin memaksa Anggeline dan mencoba menyentuh serta menghisap darah nya.


Anggeline terus memberontak. Menendangkan kakinya, berharap Darren tidak menyentuhnya.


"Tidak!!" teriaknya saat gigi itu hendak menancap di lehernya.


Namun sebelum itu terjadi, seorang yang ada di sana melempar kekuatannya ke arah Darren dan membuat Darren menghentikan niatnya.

__ADS_1


Wuus....


Darren yang mengetahui tentu saja menghindar dan melepas Anggeline. Sedangkan orang tersebut langsung mendekati Anggeline, menolongnya.


"Nona tidak apa-apa?" tanya seorang itu yang tak lain adalah Kenzie.


Anggeline tidak menjawab, ia menatap wajah pria di hadapannya dengan kening berkerut dan tatapan tidak suka. Berpikir pria di depannya juga tidaklah baik. Kenzie yang melihat tatapan itu tahu. Ia pun dengan cepat langsung menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk padanya.


Sedangkan Darren yang berada di ruangan itu dan melihat Kenzie berkhianat menatap penuh amarah.


"Dasar pengkhianat! Apa maksudnya ini?" tanyanya dengan tatapan membunuh.


"Tentu saja menghentikan mu menyentuh milik tuan ku," jawabnya membuat Darren bingung. Tuan, siapa tuannya? Bukankah tuannya adalah dirinya? Atau Kenzie sebenarnya adalah seorang mata-matanya?


Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di kepala Darren, bertanya-tanya siapa tuan Kenzie sebenarnya. Dan tidak menemukan siapa tuan yang di maksud Kenzie, Darren langsung mengeluarkan kekuatan nya, menekan Kenzie dan Anggeline yang ada di ruangan itu.


Keduanya yang menahan tekanan kuat tersebut, menahannya sekuat tenaga. Keringat langsung mengalir di dahi Anggeline karena kuatnya kekuatan milik Darren yang menekannya. Sedangkan Kenzie masih bisa menahannya, walaupun tidak yakin berapa lama ia akan bisa bertahan.


"Tuan, ku mohon datanglah," batinnya berharap tuannya datang. Ia mengirim sinyal lewat kontrak di tubuhnya, bahwa dirinya dalam bahaya.


Tuan yang di maksud Kenzie langsung merasakan nya bahwa Kenzie dalam bahaya. Ia pun bergegas pergi. Namun sebelum itu, ia meminta adiknya untuk menyiapkan pasukan untuk menyusul nya kedunia ras wilayah Vampir

__ADS_1


"Kumpulkan pasukan, kita akan berperang" ucap tuan tersebut yang tak lain adalah Alfred Wallace.


Azel yang mendengar perintah itu bingung. Berperang, berperang dengan siapa? Tanyanya dalam hati tidak tahu akan kenyataan bahwa kakaknya berasal dari wilayah vampir.


"Kak, apa yang terjadi?"


"Jangan banyak tanya. Lakukan saja seperti apa yang kakak minta,"


Tidak ada bantahan sedikitpun jika kakaknya sudah berkata dengan serius. Sudah di pastikan bahwa memang ada masalah yang sangat serius.


Alfred pergi lebih dulu. Ia tidak menyangka akan secepat ini menghadapi Darren, putra paman nya itu.


Dalam perjalan nya menuju istana Vampir, Alfred terus berpikir sebenarnya apa yang terjadi, sampai membuat kenzie mengirim sinyal darurat padanya. Mungkinkah Kenzie sudah ketahuan bahwa sebenarnya dirinya adalah mata-mata? Jika itu benar, maka dendamnya akan di selesaikan hari ini juga.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2