
Azel Morgonth adalah adik tiri dari pria yang sering di panggil kakek oleh Anggeline.
Keberadaan kakak Azel di dunia luar karena ingin membalaskan dendam atas kematian ibunya yang di bunuh oleh ras vampir saat dirinya masih menjadi anak-anak. kematian dan siksaan yang ada di depan matanya membuat dirinya memiliki dendam kesumat kepada keluarga vampir itu, beruntung saat itu ia masih hidup setelah mendapatkan luka yang sangat serius. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan ayah kandungnya yang ternyata adalah seorang raja dari ras demon.
Setelah bertemu dengan ayah kandungnya, ia di bawa oleh Raja demon ke dunia bawah, memperkenalkan nya kepada keluarga barunya. Istri Raja Demon dan putranya, Azel Morgonth, yang saat itu berusia di bawahnya.
Kedatangan nya yang tiba-tiba membuat istri raja demon tidak menyukainya, karena menurutnya bisa mengancam kedudukan anak tunggalnya. Dan dia pun berencana menyingkirkan nya. Namun sebelum dirinya di singkirkan, ia lebih dulu mengetahui dan menjauh dari ibu tirinya. Tidak ingin berebut tahta dengan adiknya.
Namun setelah mereka dewasa, Azel malah sama sekali tidak tertarik dengan tahta tersebut dan menentang keputusan ibunya. Raja demon yang melihat putra keduanya tidak tertarik dengan tahta akhirnya menyerahkan tahta tersebut kepada anak pertamanya dengan istri pertamanya dari ras vampir, Mertha Wallace.
Mertha Wallace adalah ratu ras vampir saat itu. Namun karena keserakahan kakaknya yang ingin menguasai tahta, dia membunuhnya dan menyiksa putranya hingga mati dan setelah itu membuangnya di hutan. Beruntung putranya masih hidup dan di selamat kan oleh ayah kandungnya. Dan setelah kematian mereka berdua kakak Mertha menduduki tahta. Dan setelah putranya dewasa, tahta itu di berikan kepada putranya yang saat ini di duduki oleh Alfred Wallace palsu. Bisa di katakan Alfred Wallace asli adalah pria yang selalu bersama Anggeline, atau biasa di panggil kakek oleh Anggeline.
Kenapa Alfred Wallace asli bisa muncul pada siang hari? Karena darah yang mengalir di tubuhnya terdapat darah demon. Ia juga menggunakan suatu benda pusaka yang mampu melindungi tubuhnya dari panasnya sinar matahari. Benda pusaka itu adalah kotak berukiran unik yang di sulap menjadi sebuah cincin kayu. Kotak yang membawa Anggeline memasuki Dunia Ras.
Alfred Wallace yang sebenarnya memiliki hati selembut ibunya, tidak pernah sedikitpun menyakiti orang lain. Tapi jika ada yang berniat membuatnya marah atau mengusiknya, ia akan langsung berubah menjadi iblis yang sangat-sangat mengerikan. Dan akan membuat orang tersebut menyesal seumur hidup dan hanya kematian yang akan menjadi terakhir untuk mereka.
__ADS_1
Alfred Wallace asli tidak pernah menghisap darah sembarang orang. Ia akan menghisap darah orang yang telah mengusiknya saja. Jika pun tidak ada, ia lebih baik mencari binatang di dalam hutan untuk memuaskan rasa dahaganya. Hingga suatu saat ia mendengar Alfred Wallace palsu memiliki seorang wanita. Ia pun berencana mengambil nya, menjadikan wanita itu miliknya. Dan akhirnya ia berhasil menjerat wanita itu bersamanya. Namun setelah mereka bersama, ada perasaan aneh yang ia rasakan, membuatnya ingin bersama dan menjadikan wanita itu miliknya sepenuhnya. Hingga ia harus rela belajar menjadi layaknya manusia biasa, memakan makanan manusia pada umumnya. Dan itu benar-benar menyiksanya, dan seringkali membuatnya lemah dan muntah. Tapi semua itu tidak pernah di ketahui oleh wanita tersebut yang tak lain adalah Anggeline.
.
.
Alfred Wallace asli atau yang memiliki nama lain Alfred Morgonth kini berada di istana Demon. Duduk di depan para tetua, menatapnya dengan pandangan dingin. Tidak suka dengan mereka yang selalu ikut campur dengan urusannya. Dan berencana memintanya untuk turun dari tahta dan memberikannya kepada Azel karena menurutnya dirinya tidak pantas memimpin para ras demon hanya karena dirinya keturunan dari ras vampir.
"Apa yang membuat kalian meminta ku untuk datang? Katakan! Aku ingin mendengarnya," ucapnya dengan nada yang menurut mereka semua sangat mengerikan.
"Katakan!" perintahnya lagi dengan nada semakin dingin.
Salah seorang tetua pun angkat bicara membuat Alfred tersenyum menyeringai. Pikirnya, berani sekali pria tua itu berbicara seperti itu.
"Yang Mulia, menurut hamba kepergian Yang Mulia ini tidak lah benar. Tidak seharusnya seorang raja pergi terlalu lama meninggalkan istana. Menurut hamba, jika memang Yang Mulia tidak ingin menjadi pemimpin di dunia bawah ini, lebih baik anda letakkan tahta dan berikan kepada yang berhak," ucap tetua itu begitu berani.
__ADS_1
Alfred yang mendengar menaikkan satu alisnya dan berkata. "Menurut mu siapa yang berhak?" tanyanya membuat para tetua saling pandang Berpikir, mungkinkah rajanya ini akan menyerahkan tahta dengan suka rela kepada orang yang di dukung nya? Dan dengan cepat mereka menjawab, siapa yang berhak menduduki tahta dan menjadi raja ras demon.
"Yang Mulia Azel Morgoth, putra dari Ratu Laviantha," jawab seorang tetua langsung membuat Alfred marah. Ia mengibaskan tangannya membuat tetua itu terpental dan jatuh tersungkur.
"Lancang!" marahnya dengan mata merah, menatap tajam tetua itu. "Siapa yang kau panggil Ratu? Kau pikir Ibu Laviantha adalah seorang Ratu? Dia hanya lah istri kedua ayahku. Sedangkan ratu sesungguhnya adalah Mertha Wallece. Ingat Mertha Wallece! Jika kau berani berkata seperti itu lagi, akan ku bunuh kau!" marahnya tidak terima, seolah ibunya tidak di anggap sebagai ratu oleh mereka.
Semua yang mendengar kemarahan rajanya. Langsung bungkam, tidak berani berkata lagi.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1