
Darren yang tubuhnya kini masuk kedalam lava perlahan hancur dalam hitungan detik, Darren pun mati tanpa bisa bereinkarnasi lagi.
Melihat Darren telah mati, Alfred menatap langit. Balas dendam untuk membunuh saudaranya itu akhirnya tersampaikan juga. Ia merasa lega. Namun saat mengingat seseorang lagi, ia mengepalkan tangan. Pria bahaya itu harus segera di singkirkan, karena jika tidak akan membuat hidupnya tidak tenang. Dan pria tersebut adalah Azagel Artha, adik dari Laviantha.
Darren telah mati, kini tinggal pria itu. Dia harus secepatnya mati. Jika tidak, hidup ku bersama dengan Anggeline tidak akan pernah bahagia," gumamnya yakin bahwa ia akan hidup bersama dengan Anggeline hingga akhir masa.
Setelah membunuh Darren, Alfred meminta Azel untuk mengumpulkan semua ras vampir untuk menghadapnya. Ia akan mengumumkan bahwa dirinya akan menjadi raja baru mereka. Jika ada yang membantah, maka Alfred tidak akan segan untuk membinasakan mereka semua.
"Aku Alfred Wallace, putra dari ratu Mertha Wallace akan menjadi raja baru untuk kalian. Jika ada di antara kalian membantah dan menolak ku, maka aku tidak akan segan untuk membunuh kalian semua," ucapnya dengan lantang.
Semua ras vampir yang ada di hadapan Alfred saling pandang, tidak mengerti maksud dari pria yang ada di hadapan mereka. Bukankah sebelumnya Alfred Wallace memang telah menjadi raja mereka? Tapi sekarang, kenapa pria di hadapannya mengatakannya lagi. Sungguh aneh, pikirnya dalam hati.
Melihat wajah bingung semua warga dan bawahannya, Alfred langsung menjelaskan semuanya. "Sebelumnya, raja yang memimpin kalian bukanlah Alfred Wallace asli, melainkan Darren Wallace. Dia menggunakan nama ku dan wajah ku untuk menipu kalian semua agar di terima menjadi raja di wilayah ras vampir," jelas Alfred membuat semuanya mengangguk, mengerti.
"Hormat hamba, Yang Mulia Raja Wallace," seru mereka semua kompak, memberi penghormatan.
Alfred mengangguk dan kini duduk di singgasana yang seharusnya memang menjadi miliknya. Ia mengelus singgasana tersebut dengan lembut. bayang-bayang ibu terlintas dalam ingatan nya, membuatnya rindu dengan sosok wanita penuh kasih sayang dan kelembutan itu.
__ADS_1
"Ibu," gumam Alfred dalam hari sambil memejamkan mata.
Azel yang melihat kakaknya diam, dan memejamkan mata menepuk bahu, "Apa yang kakak pikirkan?"
Terkejut dengan Azel yang bertanya, Alfred langsung menatap adiknya dengan pandangan rumit. Mungkinkah dia harus jujur tentang kematian ayahnya yang di bunuh oleh Azagel. Tapi saat mengingat Anggeline yang kini hilang entah kemana, Alfred berencana untuk mencarinya hari ini juga.
.
.
.
Ketiga pria itu yang tidak sengaja bertemu saling menatap satu sama lain. Long Yu yang sebelumnya tidak tertarik dengan Anggeline kini mendapatkan cibiran dari Arsenio dan Morcant karena ternyata semua omongannya hanya kosong belaka. Nyatanya saat ini mereka bertemu karena ingin menemui Anggeline.
"Ternyata kau sama juga," sindir Morcant bersedekap dada.
"Memang kenapa? Aku hanya ingin bertemu saja, tidak seperti kalian yang berencana mendapatkan wanita ini," jawab Long Yu yang mencib mengelak, tapi kenyataannya memnag dia juga ingin bertemu dengan Anggeline. Ingin tahu sebenarnya siapa wanita itu yang sampai di perebutkan oleh tiga pria sekaligus.
__ADS_1
"Cih, kau pikir kami percaya? Kau itu sama saja," jawab Morgant yang tidak berharap Long Yu menyukai Anggeline. Sedangkan Arsenio yang ada di antara mereka hanya diam, matanya tidak lepas dari pandangan wanita di depannya yang perlahan mundur dengan langkah pelan.
Anggeline yang tidak ingin berurusan dengan pria-pria yang memiliki kekuasaan tinggi itu berbalik, dan melarikan diri. Arsenio, Morgant dan Long Yu yang melihat langsung mengejar. Sedangkan Anggeline yang di kejar tentu saja langkah nya semakin cepat hingga tanpa si sadari ada sebuah rumput menjalar yang menjerat kakinya dan akhirnya jatuh.
Bugh...
Tubuh itu terjatuh, dan kalung pemberian Melysina lepas dan jatuh, membuat wajah asli milik Anggeline terlihat jelas di mata mereka.
Mereka bertiga yang melihat diam, dengan pandangan terpesona. Sungguh manusia yang sangat cantik. Long Yu yang semula tidak tertarik dengan Anggeline kini berubah. Ia kini ingin mendapatkan Anggeline untuk menjadi wanitanya setelah tahu seperti apa wajah asli Anggeline.
"Cantik, sungguh makhluk yang amat sempurna," gumam Long Yu dan Morcant yang baru mengetahui wajah asli Anggeline. Tapi tidak dengan Arsenio yang sudah pernah melihat.
Mengetahui seperti apa rupa Anggeline yang sesungguhnya, mereka pun berencana untuk mendapatkan Anggeline apapun caranya, menjadikan nya sebagia wanita pendamping hidup. Walaupun nantinya mereka akan berebut satu sama lain dan bertarung.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung