DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 18


__ADS_3

Setelah memasuki wilayah manusia, Anggeline berjalan memasuki kota. Sungguh ramai pikirnya, sambil melihat sekeliling yang nampak ramai orang berlalu lalang.


"Ternyata di wilayah manusia sangat ramai," gumamnya dengan tersenyum.


Anggeline terus berjalan menyusuri jalan, sambil melihat lihat barang jualan saat dirinya melewati pasar. "Pasarnya pun juga ramai. Selama aku datang di dunia ini, ini kali pertama aku melihat keramaian ini. Mungkin karena aku selalu di tahan oleh dua pria gila itu," kesalnya saat mengingat Alfred dan Arsenio yang memanfaatkan dirinya untuk kepentingan masing-masing.


Mengingat perilaku mereka padanya membuat Anggeline mendengus kesal. "Awas saja kalian. Jika nanti aku memiliki kekuatan, akan ku buat wajah tampan kalian menjadi seperti babi," ucapnya dengan bersemangat. Namun saat memikirkan tidak mungkin dirinya bisa memiliki kekuatan seperti mereka, lagi-lagi Anggeline mendengus kesal. "Nasib sial,"


Saat dirinya sampai di wilayah ras manusia, dia tiba saat menjelang siang, hingga akhirnya membuat perutnya sangat keroncongan.


Kruuk...


Anggeline diam mendengar bunyi perutnya. Dan setelah itu menghela nafas. "Lapar sekali," gumamnya dan mencari rumah makan. Setelah menemukan nya, ia pun masuk ke rumah makan tersebut dan menuju meja makan yang di sediakan.


Anggeline memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan. Rasanya ia sudah tidak sabar untuk mengisi perutnya. Dan setelah beberapa menit menunggu, kini makanan yang di pesan sudah tertata rapi di meja.


"Silahkan, nona," ucap pelayan itu mempersilahkan. Anggeline mengangguk dan setelah itu menyantap makanan tersebut setelah pelayan yang mengantarkan makanan tadi pergi.


Setelah selesai makan, Anggeline keluar. Namun sebelum itu ia membayar terlebih dahulu menggunakan koin pemberian Melysina.


"Aku harus kemana?" gumamnya bingung, tidak tahu harus kemana. "Apa lebih baik aku cari penginapan ya?"


Anggeline pun melangkah kan kaki nya mencari penginapan. Namun saat dirinya sampai di depan bangunan yang cukup besar, ia mendengar keributan tak jauh dari dirinya berdiri.


"Apalagi yang terjadi? Kenapa ramai sekali di tempat itu?" gumamnya dan pergi melihat, sebenarnya apa yang terjadi. Saat dirinya sampai di keramaian tersebut, ia melihat seorang kakek tua yang sedang di aniaya karena telah menabrak seorang pria bangsawan.


"Ampun tuan, ampuni saya. Saya tidak sengaja," seru kakek tua itu memohon.

__ADS_1


Namun pria bangsawan itu seolah tuli dan tidak mendengar permohonan kakek tua tersebut. Hingga dengan berani pria bangsawan itu menendang tubuh kakek tua yang sama sekali tidak bisa melawan sampai babak belur. Tidak ada seorang pun yang menolong, mereka semua hanya diam memperhatikan saja. Anggeline yang melihat tentu saja sangat geram. Pikirnya mereka benar-benar tidak memiliki hati nurani.


"Berhenti!" Teriaknya menghentikan pria tersebut. Dan benar saja pria bangsawan itu langsung berhenti dan kini menoleh ke arah seseorang yang berani menghentikan nya.


"Siapa kau?" tanya pria bangsawan tersebut.


Anggeline tidak menjawab, ia tidak peduli dengan pertanyaan pria angkuh itu. Dan kini dia menghampiri kakek yang terluka, berjongkok tepat di depannya.


"Kakek tidak apa-apa?" Kakek tua itu mengangguk, mengatakan jika dirinya baik-baik saja. "Ayo kek, aku akan membantu mu," sambungnya memapah tubuh tua itu untuk berdiri.


Pria bangsawan yang melihat gadis asing mengabaikannya menatap tajam, pikirnya berani sekali gadis itu mengabaikan pertanyaan nya.


"Mau kemana kalian?" tanya Pria bangsawan dengan tatapan tajam.


Anggeline yang telah melangkahkan kaki nya langsung berhenti. Dan kini menoleh ke arah pria itu, membalas dengan tatapan tajam nya.


"Tidak, tapi jangan berani membawa pria tua itu. Karena dia harus bertanggung jawab pada ku,"


"Bertanggung jawab? Memang apa yang di lakukan kakek ini pada mu?" Tanya Anggeline yang memang tidak mengetahui permasalahan nya.


"Dia telah menabrak ku. Jadi dia harus ganti rugi."


Anggeline yang mendengar mengerutkan kening, pikirnya apa-apaan pria itu? Hanya karena menabrak, kakek tua itu harus ganti rugi? Sungguh gila.


"Apa kamu waras?" tanya Anggeline membuat mata pria itu melotot. Bukankah pertanyaan itu sama saja mengatakan jika dirinya gila.


"Kau!!!!" Marahnya tidak terima.

__ADS_1


Anggeline menyeringai. Ia melangkah maju mendekati pria itu. Sedangkan pria bangsawan yang melihat Anggeline mulai mendekat, bingung. "Ada apa dengan wanita ini?" Dan dalam sekejap Anggeline tiba-tiba menabrakkan tubuhnya hingga dirinya terjatuh.


Auh....Rintihnya berpura-pura. Dan setelah itu menatap tajam pria yang si tabrakan. "Apa kau tidak punya mata sampai menabrak ku?" tanyanya membuat pria itu bingung. Bukankah wanita itu sendiri yang menabraknya? Tapi kenapa yang di salahkan dirinya.


Anggeline yang cerdas membuat pria itu tidak berkutik, hingga membuat dua orang yang melihat dari kejauhan terkekeh melihat aksi yang di lakukan Anggeline untuk membungkam pria bangsawan itu.


"Sungguh menarik,"


"Benar tuan, wanita itu sungguh menarik. Bahkan dia berani membalas nya," jawab bawahan pria yang terus menatap ke arah Anggeline.


.


.


Anggeline yang baru pertama datang ke wilayah manusia kini langsung berseteru dengan seorang pria bangsawan tanpa rasa takut sedikitpun. Menurutnya apa yang di lakukannya adalah kebenaran. Oleh sebab itu walaupun dirinya hanya sendirian, ia tidak takut sama sekali, karena ia sangat-sangatlah benar.


Berbeda dengan Anggeline yang kini adu mulut dengan seorang pria. Alfred yang mengetahui hilangnya Anggeline dari hutan wilayah serigala menjadi kesal karena lagi-lagi dia tidak mendapatkan budak darahnya. Dan setelah menyelidiki ada pihak lain yanb ikut campur dalam hal ini, Alfred sangat marah.


"Ras peri, berani sekali kau ikut campur!" geramnya saat mengetahui ras peri ikut andil dalam keterlibatan hilangnya Anggeline.


Alfred mengetahui itu karena mencium aroma ras peri di tempat tersebut. Dan sudah di yakini pasti yang membawa budak darahnya adalah orang dari ras peri itu. Ingin sekali ia marah dan meratakan ras peri. Namun ia urungkan, karena akan sangat beresiko untuk ras nya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2