DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 14


__ADS_3

Pertarungan yang di lakukan antara dua ras itu membuat hutan menjadi kacau dan hancur. Ledakan dua kekuatan yang saling beradu membuat api dan asap mengepul di tempat tersebut. Anggeline yang berada di antara dua kubu yang saling bertarung semakin syok dan bergetar. Pikirnya, kenapa dirinya sangat-sangat tidak beruntung datang di tempat yang tidak di kenalnya nya ini. Kenapa bisa dirinya berada di tengah-tengah manusia siluman itu, sungguh ironis sekali nasibnya.


"Lepas, lepaskan aku!" pintanya memberontak berharap bisa lepas dari cengkeraman wanita yang menahannya.


"Maaf nona, saya tidak akan melepaskan anda. Saya harap anda lebih baik diam, dan jangan memberontak. Jika kesabaran saya habis anda akan tahu akibatnya," ancamnya kesal karena Anggeline terus saya memberontak.


Anggeline yang mendengar melotot kan mata. Pikirnya apa-apaan wanita ini. Berani sekali dia mengancamnya. Jika saja dirinya di dunia baru ini memiliki kekuatan sudah di pastikan wanita jadi-jadian ini akan menyesal sudah berani mengancamnya.


"Kau mengancam ku, wanita siluman?" kesalnya dengan memanggil wanita itu dengan wanita siluman.


Wanita dari bangsa serigala itu mengerutkan kening saat Anggeline memanggilnya wanita siluman. Pikirnya siapa yang wanita siluman, dan apa maksud nya.


"Nona, jika anda tidak diam saya akan menggigit anda dan mengoyak daging anda untuk menjadi makan malam saya," ancamnya lagi karena tidak memiliki kesabaran lagi dengan ucapan Anggeline.


Anggeline yang lagi-lagi di ancam tidak mau kalah, ia terus melawan dengan omongan pedas yang membuat wanita serigala itu semakin murka. Seolah kesabaran benar-benar habis fi buatnya.


"Jika anda tetap saja mengoceh, saya benar-benar akan membunuh anda," geramnya dengan wajah yang merah padam karena menahan amarah.


Anggeline tidak takut, ia berpikir wanita siluman yang menahannya pasti tidak akan melakukan apapun padanya, karena ia tahu pasti wanita siluman itu tidak akan berani melakukan hal lebih saat mereka ada di tengah-tengah dua raja yang saling bertikai.


"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu? Jika kau berani lakukan," tantangnya semakin membuat wanita yang memiliki kesabaran setipis tisu itu murka. Namun belum ia menjawab tantangan itu, Anggeline berkata lagi. "Jika kau berani cepat lakukan sekarang di hadapan mereka."


Semakin Anggeline berkata dan mengoceh, wanita itu semakin tidak bisa menahan amarahnya. Dan lagi-lagi Anggeline membuat wanita itu murka, ia malah berkata jika wanita siluman itu tidak akan berani melakukan di depan raja nya. "Cepat lakukan!" ucapnya kesal karena ingin segera lepas dengan cara membuat wanita itu marah kepadanya. "Tapi aku yakin kau tidak akan memiliki keberanian tersebut, karena kau adalah seorang pecundang," hina-nya membuat nafas wanita itu memburu.


"Berani sekali kau merendahkan ku," ucapnya tidak bisa menahan kemarahannya.


Anggeline yang mengetahui jika wanita jadi-jadian sudah sangat marah karena omongannya, ia tersenyum menyeringai. Dan setelah itu berkata lagi, membuat wanita itu tidak bisa menahan emosi karena nya.


"Kenapa, marah? Tapi bukankah itu memang kenyataanya, wanita jadi-jadian?"


"Aku benar-benar akan membunuh mu, sialan," umpat wanita itu dan membuat seringai di bibir Anggeline mengambang.

__ADS_1


"Kena kau. Aku yakin sebentar lagi kau akan melepas cengkraman mu ini," batinnya tertawa. Namun saat merasakan sakit karena kuatnya cengkraman wanita serigala tersebut, membuat Anggeline menangis dalam hati. "Sialan, ini sakit sekali!" gerutunya yang merasakan tangannya seperti mati rasa.


Wanita Serigala yang marah tentu saja melepas tangannya dan mengeluarkan cakar di kukunya untuk mencabik tubuh Anggeline. Anggeline yang mendapatkan kesempatan lepas langsung saja berbalik badan dan meninju wajah wanita itu dengan sekuat tenaga hingga membuat wanita tersebut mundur beberapa langkah karena kuatnya tinjuan-nya.


Bugh,


"Sialan! Beraninya kau!" marahnya sambil mengusap wajahnya yang sakit.


"Rasain. Enak bukan tinjuan ku," ledeknya dan kabur.


Walaupun tubuh Anggeline belum pulih total, tapi saat dalam kondisi mendesak tubuhnya seakan sehat dan bugar. Seolah tidak merasakan sakit sedikit pun. Ia berlari sekencang mungkin untuk menghindari wanita yang ingin membunuhnya tanpa memikirkan kondisinya.


"Lari yang cepat, jangan biarkan wanita siluman itu menangkap mu dan membunuh mu," serunya pada dirinya sendiri.


Sedangkan wanita serigala yang mengejar kini berlari dengan kencang dalam bentuk serigala nya, membuat Anggeline yang berlari dengan kaki kecilnya dapat di jangkau olehnya dan akhirnya dirinya pun berhasil di tangkap lagi.


Bugh,


Tubuh Anggeline di tubruk oleh wanita itu dengan tubuh besar dalam bentuk Serigala.


Lolong nya karena berhasil menangkap Anggeline lagi.


Wuus....


Wanita berubah ke bentuk manusia dan kini sedang menindih tubuh Anggeline.


"Mau lari kemana? Jangan harap kau bisa kabur dari ku manusia rendahan,"


Anggeline yang mendengar mengumpat kesal. Bisa-bisa nya dirinya sesial ini. "Sialan! Kenapa nasib ku buruk sekali?"


Mereka berdua kini berada sedikit jauh dari tempat pertarungan antara dua ras itu. Dan itu semua sangat-sangat menguntungkan seseorang yang sedari tadi terus mengawasi dan memperhatikan nya. Ya, dia adalah Ratu dari ras Peri, Melysina dan orang kepercayaan nya, Ellen.

__ADS_1


"Ratu, apa yang akan kita lakukan?" tanya Ellen yang memperhatikan ratunya terus menatap ke arah Anggeline yang kini berada di tangan wanita serigala.


"Bunuh serigala itu dan bawa wanita itu pada ku," perintahnya membuat Ellen diam, ia tidak percaya jika ratunya benar-benar akan menolong wanita dari ras manusia yang saat ini di perebutkan oleh dua raja.


"Ratu, apakah keputusan ini benar? Jika raja dari dua ras itu mengetahui jika bangsa peri ikut campur, sudah di pastikan ras kita tidak akan aman,"


"Aku tidak peduli. Entah kenapa saat melihat wanita itu, ingin sekali aku menolongnya. Untuk alasannya, aku sendiri tidak tahu," jawabnya membuat Ellen menghela napas dengan berat.


"Baiklah," jawabnya pasrah, tidak bisa menolak.


Ellen pun mengeluarkan busur panahnya, dan mengarahkan anak panah ke arah wanita serigala yang menahan Anggeline. Ia membidikkan tepat di kepala wanita tersebut. Saat melihat sudah tepat sasaran, Ellen pun langsung melepas anak panah tersebut tepat di kepala wanita serigala.


Syuuut.....


Craaas.....


Anak panah itu tepat menancap dan menembus kepala wanita serigala. Dan hal itu membuat Anggeline yang melihat terkejut dan ketakutan. Pikirnya siapa yang melakukannya. Mungkinkah selanjutnya adalah dirinya? Dan demi mempertahankan nyawanya, Anggeline langsung berlari untuk meninggalkan tempat tersebut, berharap orang yang melepaskan anak panah tidak memburu dan membunuhnya.


"Sialan! Sialan! Sialan!" Umpatnya terus menerus.


Sedangkan Melysina dan Ellen yang melihat Anggeline seolah ketakutan, diam dengan pandangan dinginnya. Pikirnya kenapa wanita itu sangat ketakutan? Bukankah seharusnya dia senang karena ada yang membantunya. Entahlah memikirkan itu membuat mereka pusing.


"Urus mayat serigala itu. Jangan biarkan mereka mengatahui jika kita pelakunya," perintah mwlysi4dan di angguki Ellen.


"Baik, ratu," jawabnya dan melompat, pergi kearah wanita serigala yang telah mati. Sedangkan Melysina kini pergi untuk mengejar Anggeline yang telah kabur. Dan saat berhasil mengejar, dia muncul secara tiba-tiba di depan Anggeline. Dan hal itu membuat Anggeline terkejut hingga membuat dirinya terjatuh karena berhenti mendadak.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2