DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 43


__ADS_3

Kekuatan besar itu kini siap di lesatkan ke arah Darren. Dan dengan gerakan cepat, Alfred melesatkan kekuatan itu ke arah Darren dan membuat ledakan besar.


Wuuus.....


Darren yang melihat langsung membuat penghalang untuk melindungi dirinya dari kekuatan tersebut dan.....


Booom ......


Meledak lah kekuatan itu hingga membuat penghalang yang di buat nya retak, tapi tidak membuatnya sampai terluka.


Asap mengepul mengelilingi nya, hingga membuat pandangannya tidak jelas. Namun sedetik kemudian, ia di kejutkan dengan serangan yang tiba-tiba dari balik asap.


Syuut.....


Dengan gerakan cepat, Darren menangkis kekuatan itu dengan kekuatannya dan kedua kekuatan itu saling bertubrukan, setelah itu meledak.


Duaaar......


Tak hanya sampai disitu, mereka kembali melesat dan bertarung. Dua orang yang memiliki kekuatan besar itu menyerang satu sama lain untuk saling mengalahkan. Kilatan dua cahaya hitam dan merah melesat dengan kecepatan kilat dan saling bertubrukan, mengakibatkan tempat yang di lewatinya meledak dan hancur. Keduanya tidak ingin mengalah dan hanya ingin menang.


"Badjingan sialan! Aku tidak memiliki urusan dengan mu. Kenapa kau menyerang ku?" ucapnya masih menangkis setiap serangan Alfred.


Alfred tidak peduli dengan pertanyaan itu. Yang hanya ia pedulikan harus bisa membunuh Darren saat ini juga. Darren sangat tertekan dengan serangan Alfred, seolah tidak bisa melawan sedikitpun. Setiap serangan yang di berikan Alfred hanya bisa ia tangkis tanpa bisa memberi perlawanan.


"Badjingan sialan ini sebenarnya siapa?" tanya nya dalam hati, belum pernah melihat atau bertemu dengan pria di depannya. Namun dia seperti tidak asing dengan aura yang keluar dari tubuh pria di hadapannya, aura bangsa vampir yang sama dengan dirinya.


Alfred berdiri melayang di udara dengan sayap besar yang ada di punggungnya, menatap Darren dengan pandangan membunuh.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar melupakan ku, Darren Wallace?" ucapnya berubah ke wajah aslinya yang mirip dengan Darren saat menyamar menjadi Alfred palsu.


Darren yang melihat sangat-sangat terkejut, bagaimana bisa pria di hadapannya memiliki wajah adik nya yang ia gunakan untuk menipu semua vampir. Bukankah pemilik asli wajah itu telah mati? Bagaimana bisa kini ada di hadapannya.


Tahu akan wajah adiknya yang akan datang seperti apa, ia menggunakan wajah itu untuk menipu penghuni wilayah ras vampir agar dirinya bisa menduduki tahta dengan aman. Namun sekarang ia di kejutkan dengan datangnya adiknya yang di anggap telah mati.


Alfred yang melihat wajah terkejut Darren tersenyum menyeringai. "Apa kau terkejut melihat ku masih hidup?" tanya Alfred dengan suara yang mampu di dengar oleh penghuni istana.


"Tidak mungkin! Ini pasti hanya mimpi. Tidak mungkin kau masih hidup,"


"Kenapa kau berpikir aku telah mati? Apa kau memang menginginkan ku mati, kakak ku?"


Darren yang mengetahui bahwa anak dari bibinya masih hidup, mengepalkan tangan. Ia tidak berharap akan seperti ini, akan kehilangan tahta yang sangat ia dambakan.


Pandangannya menatap tajam Alfred dengan tangan terkepal erat. Marah akan pria di depannya yang ternyata adalah saudara. Namun tiba-tiba ia tertawa keras, membuat Alfred mengerutkan kening dengan pandangan bingung.


"Hahaha......Adik ku sayang, karena kau masih hidup, maka jangan salahkan kakak mu ini membunuh mu lagi. Seperti saat ayah ku dan aku membunuh ibu mu dan menyiksa mu," ucapnya dengan lantang seolah yakin membunuh Alfred saat ini.


"Sesuai keinginan mu. Maka saat ini aku akan membunuh mu, sialan!"


Tak menunggu lama lagi, Darren melesat kearah Alfred dan menyerangnya. Pertarungan sengit pun kembali terjadi. Ledakan besar menghancurkan tempat tersebut. Membuat penghuni wilayah vampir dimana mereka bertarung berlari kalang kabut untuk menyelamatkan nyawa mereka agar tidak terkena kekuatan mereka berdua.


Boom....


Boom....


Duuar....

__ADS_1


Duuar....


Alfred mengibaskan tangannya, membuat suatu kekuatan berbentuk sabit dengan warna merah dalam ukuran besar melesat secepat kilat ke arah Darren. Darren yang tidak siap langsung terhantam kekuatan itu hingga jatuh ke tanah dan menimbulkan hantaman kuat.


Boom.


Tanah di mana ia mendarat langsung berlubang. Membuat debu mengelilinginya.


Uhuk....Uhuk....


Darren memuntahkan darah dari mulutnya. Ia bangkit dan mengusap bibirnya. Setelah itu menatap pria yang melayang di atasnya dengan pandangan dingin dan datar.


"Aku benar-benar akan membunuh mu," ucapnya dan akan melawan lagi. Namun sebelum tubuh itu bergerak, sebuah bola-bola ruang mengelilinginya dan dari bola ruang itu muncul rantai besar yang tiba-tiba mengekangnya.


"Ugh...Apa ini?" Darren mencoba melepas rantai yang mengikat tubuhnya. Namun rantai itu tidak lah semudah itu untuk di lepas, karena rantai itu adalah rantai yang memiliki nama kekangan kematian. Rantai yang akan membawa dewa kematian datang menghampiri.


Alfred perlahan turun dan menapakkan kakinya di tanah, berjalan maju mendekati Darren dan berkata. "Apa kau kini tahu, bahwa kau tidak akan bisa membunuh ku lagi untuk kedua kalinya. Tapi sebaliknya, aku lah yang akan membunuh mu saat ini. Dan terima lah kematian mu saat ini juga,"


Alfred mengangkat tangannya, dan dari langit terdengar gemuruh yang menakutkan. Awan hitam mengepul membuat sebuah lingkaran. Dan dari lingkaran itu terdapat warna merah terang. Di tengah-tengah nya pun muncul sebuah sabit besar malaikat maut yang perlahan turun beserta tangan besar yang mengerikan.


Semua yang melihat penampakan itu terkejut dengan tubuh gemetar. Seolah tubuh mereka tidak bisa menahan uara mengerikan yang muncul itu. Benar-benar tekanan yang sangat menakutkan.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2