DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 38


__ADS_3

Anggeline terus berlari, berharap bisa lolos dari kejaran serigala-serigala yang mengejarnya. Rasa sakit di kakinya karena terluka tidak ia pedulikan. Yang hanya ia pikirkan adalah agar bisa lolos dari mereka. Hingga semakin jauh ia berlari, sampailah di tengah hutan dan tubuhnya menabrak seseorang hingga terjatuh.


Bugh....


Ugh....


Anggeline yang merasakan tubuhnya menabrak sesuatu mendongak, melihat apa yang di tabrak nya. Dan saat tahu itu bukanlah pohon, melainkan seorang pria, dengan cepat Anggeline berdiri dan berlindung di belakang pria itu tanpa tahu siapa pemuda itu.


"Tuan, tolong saya," ucapnya bersembunyi di balik tubuh sambil memegang lengan itu dengan erat.


Pemuda yang kini di mintai pertolongan oleh Anggeline hanya diam, tidak mengiyakan permintaan itu. Dan menatap lurus ke depan, melihat beberapa serigala yang kini berada di hadapannya.


Tatapan pria itu sangat dingin, menatap para serigala itu. Dalam hati, kenapa gadis ini bisa berurusan dengan ras serigala? Ia menoleh menatap Anggeline yang berlindung di belakangnya dengan memegang lengannya dengan erat.


"Apa nona memiliki masalah dengan ras serigala?" tanya pemuda itu yang tidak mengetahui permasalahannya. Takut jika bertindak akan malah memperumit keadaan.


"Tidak, aku tidak memiliki masalah dengan mereka. Hanya saja mereka ingin menangkap ku dan menjadikan ku tahanan. Tuan, tolong saya. Ku mohon," jawabnya dengan wajah memelas. berharap hari ini dirinya bisa selamat. Tidak ada yang bisa di harapkan menjadi penolongnya untuk saat ini selain pemuda di depannya.


Pemuda itu diam mendengar jawaban Anggeline, merasa janggal. Berpikir apakah gadis di belakang nya ini adalah seorang pemberontak, sampai para serigala itu mengejarnya dengan jumlah yang tak sedikit. Pemuda itu menghela nafas, kenapa dirinya harus terlibat dengan mereka berdua.


Para serigala yang kini ada di hadapan mereka seakan ingin menerkam dan mencincang tubuh mereka berdua. Namun sebelum serigala-serigala itu menyerang, Arsenio menghentikan mereka dan berdiri saling berhadapan dengan pemuda tersebut.

__ADS_1


"Long yu!" gumamnya menatap raja dari ras naga. "Wah, sudah lama kita tidak bertemu. Aku lihat kau semakin kuat saja," ucapnya membuat Anggeline terkejut, karena Arsenio mengenal pemuda di depannya.


Long Yu tidak menjawab, ia hanya menatap datar Arsenio yang menyapanya. Arsenio yang melihat wajah datar Long Yu sangat kesal. Memang itulah yang tidak di sukai dari raja ras naga, datar dan cuek. Benar-benar membuatnya kesal dan muak.


"Kau masih tetap saja datar dan cuek. Tapi ku harap sifat mu ini bisa berubah. Karena aku tidak ingin wajah mu yang pas-pasan ini akan menjadi mumi berjalan tanpa ekspresi,"


Long Yu masih saja dengan sikapnya datar dan cuek. Tidak memperdulikan ucapan itu. Baginya untuk saat ini pergi dan tidak berurusan dengan Arsenio yang licik adalah hal baik.


"Aku tidak ingin berurusan dengan mu, silahkan selesaikan urusan kalian," ucapnya dan melepas tangan Anggeline, pergi.


Anggeline yang melihat pemuda itu tidak mau menolongnya terus menatap punggung yang kini mulai menjauh. Sedangkan Arsenio yang melihat Long Yu pergi, tersenyum menyeringai dan setelah itu berkata, "Tidak ada yang akan menolong mu, gadis ku. Lebih baik kau menurut dan ikut dengan ku,"


"Cih, sampai mati pun aku tidak akan ikut bersama mu. Dari pada aku bersama dengan pria badjingan seperti mu, lebih baik aku mati," jawab Anggeline yang benar-benar kesal. Kenapa mereka terus memburunya, seolah dirinya ini mangsa untuk makanan mereka.


Anggeline yang mendengar benar-benar muak. "Mati saja kau kau badjingan! Selama nya aku tidak akan Sudi menjadi wanita siluman seperti itu," ucapnya dengan nafas memburu karena marah.


Arsenio tidak memperdulikan kemarahan Anggeline, yang harus ia lakukan adalah membawa Anggeline ke istananya. Dan setelah itu memerintah anak buahnya untuk menangkap Anggeline sekarang juga.


Dalam sekejap, para serigala yang berdiri di belakang Arsenio berjalan mendekati Anggeline. Anggeline yang melihat mengambil kayu yang ada di bawahnya, dan mengarahkan kearah mereka, "Jangan mendekat!" perintahnya dengan siaga.


Arsenio yang melihat berkata, menurutnya perlawanan itu akan sia-sia saja. "Percuma jika kau terus melawan, aku tidak akan pernah melepaskan mu," ucapnya memberi kode kepada anak buahnya untuk segera menangkap Anggeline.

__ADS_1


Serigala-serigala itu maju dan hendak menikam Anggeline. Anggeline yang melihat berteriak keras, hingga seseorang yang tadi meninggalkannya langsung berhenti dan menghela nafas, tidak tega melihat wanita yang tidak di kenalnya dalam masalah.


"Hah, sialan!" umpatnya dan menghilang. Muncul dan melempar bola api ke arah Serigala yang hendak menerkam Anggeline.


Wuuus.....


Booom.....


Duuar.......


Ledakan itu mampu menghentikan para serigala membuat Arsenio yang melihat mengeraskan rahangnya.


"Beraninya kau Lon Yu!" marahnya menatap tajam raja di depannya.


"Tidak bermoral, seorang raja memperlakukan wanita lemah seperti ini. Benar-benar tidak pantas," hina-nya membantu Anggeline berdiri.


Arsenio tidak bisa menahan amarahnya, ingin menghajar Long Yu yang bersikap layaknya seorang pahlawan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2