
Bugh....
Ellen terjatuh karena kekuatan yang di lesatkan Alfred menghantam tubuhnya.
Melysina yang melihat langsung berdiri hendak menolong Ellen. Namun sebelum kaki itu melangkah, Alfred mengatakan sesuatu yang membuat Melysina menghentikan langkahnya.
"Jika kau berani melangkah satu langkah saja, aku akan membunuh orang kepercayaan mu itu," ucapnya yang sebenarnya kesal terhadap Ellen, karena Ellen di yakini ikut dalam rencana hilangnya Anggeline saat itu.
Ia melakukan itu karena ingin memberikan Ellen pelajaran karena berani membawa Anggeline dari nya. Dan tidak mungkin baginya memberi pelajaran kepada Melysina, karena jika dirinya memberi pelajaran pada ratu peri itu yang ada tempat dimana mereka bertarung akan hancur dan kacau.
Alfred mengangkat tangan kanannya, dan seketika tubuh Ellen tertarik ke arahnya dan kini ada dalam genggamannya. Sedangkan Melysina yang melihat Ellen berada di cengkraman Alfred tidak bisa tinggal diam. Ia meminta kepada Alfred untuk melepaskannya. Namun alih-alih Alfred melepaskan Ellen dari tangannya, ia malah semakin mencengkram leher gadis cantik itu dengan kuat, membuat Ellen susah untuk bernafas.
"Alfred, lepaskan Ellen!" serunya dengan suara tinggi, tidak ingin Ellen mati di tangan raja kejam itu.
Alfred hanya menoleh saja tanpa melepaskan, dan berkata, "Ini hukuman karena dia berani mengambil milik ku,"
Melysina tidak mengerti maksud yang di katakan Alfred. Dan ia pun mendekati mencoba melepas tangan itu dari leher Ellen.
__ADS_1
"Ra..tu, to...long s...saya," pintanya sekuat tenaga lepas dari cengkraman itu.
Melysina pun mencoba melepas tangan Alfred. Namun tangan Alfred yang sekuat tenaga mencekik leher Ellen tidak lepas juga. Dan akhirnya mau tidak mau Melysina pun memberi ancaman padanya, "Jika kau masih bersikeras membunuh Ellen, aku tidak akan segan untuk melawan mu, Alfred," kesalnya tidak tahan dengan sikap Alfred yang seenaknya sendiri.
"Oh, jadi kau mengancam ku?" tanya nya dengan menaikkan satu alisnya, seolah meremehkan Melysina.
"Ya, bisa di katakan seperti itu." jawabnya dengan tenang. Namun dalam hati ia menyumpahi Alfred agar cepat mati, agar dunia ras aman dari bayang-bayang ras penghisap darah itu.
"Apa kau pikir aku takut dengan ancaman mu, Ratu Melysina?"
Alfred yang mendengar keberanian Melysina tertawa keras, sungguh keberanian yang harus di acungi jempol.
"Hahaha.....aku akui keberanian mu ini membuat ku terkagum, Mel. Namun apakah kau yakin melawan ku demi gadis kecil ini?"
"Apa boleh buat, hanya itu yang bisa ku lakukan," jawabnya tidak ada pilihan lain selain melawan Alfred demi menyelamatkan Ellen.
"Begini saja, aku mempunyai pilihan untuk mu. Aku akan melepaskan gadis kecil ini, tapi kau harus mengatakan dimana kau menyembunyikan Anggeline saat ini," ucap Alfred memberi pilihan.
__ADS_1
Melysina yang mendengar diam, berpikir keras. Apakah ia harus mengatakan keberadaan Anggeline saat ini. Tapi jika dirinya tidak mengatakan sudah di pastikan, Ellen akan mati di tangan Alfred. Dan akhirnya ia pun memilih mengatakan bahwa Anggeline saat ini berada di wilayah manusia.
Melysina mengatakan itu karena ia sudah berpikir keras, Alfred tidak akan semudah itu mengetahui keberadaan Anggeline. Karena Anggeline saat ini tidak memiliki wajah yang sama seperti sebelumnya. Dan itu sudah di pastikan nya, bahwa Alfred akan susah untuk menemukan keberadaan Anggeline.
"Dia saat ini berada di wilayah manusia. Untuk tempat tinggal nya aku tidak tahu. Lebih baik kau cari saja sendiri," ucapnya dengan jujur.
Alfred yang mendengar langsung melepaskan tangannya, membuat tubuh Ellen langsung jatuh di lantai dengan keadaan lemas. Sedangkan Alfred menyentuh dagunya, dan bergumam. "Ras manusia. Mm...Jadi dia kembali ke rasnya? Baiklah, aku akan kesana dan menjemputnya," ucapnya dan langsung pergi meninggalkan dua wanita yang kesal terhadapnya.
Melysina yang melihat kepergian Alfred bersumpah, berharap Alfred tidak akan pernah menemukan keberadaan Anggeline. Dan jika pun mereka di pertemukan, Melysina berharap Anggeline tidak akan mau dengan pria gila itu.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1