
"Mau kemana?" tanya Arsenio yang berhasil menahan tangan Anggeline.
Anggeline yang tertangkap mencoba melepas diri dan memberontak. "Lepas! Jangan sentuh aku," serunya terus memberontak.
Arsenio yang mendengar tersenyum kecil, dan setelah itu memberi tanda pada Arion yang ada di belakang Anggeline untuk memukul tengkuk agar Anggeline pingsan.
Bugh,
Dalam sedetik Anggeline langsung pingsan. Dan kemudian Arsenio membawa Anggeline ke dalam gua, mengingat kaki dan tangan itu dengan rantai agar Anggeline tidak kabur dari nya.
"Ini akibat jika berani melawan," ucapnya dan setelah itu memberi perintah kepada Arion untuk menyiapkan semua rencana nya, yaitu menarik perhatian ras vampir agar mengikuti dan mengetahui keberadaan nya dan wanita yang di cari nya.
"Buat mereka mengetahui keberadaan ku. Aku yakin Alfred pasti akan langsung datang untuk mengambilnya," perintahnya dan langsung di angguki.
Setelah mendapatkan perintah tersebut, Arion langsung pergi untuk mempersiapkan semua rencananya dengan matang. Dia keluar dari gua dan kembali ke istana untuk memberi perintah kepada bawahannya berjaga di setiap gua dan meminta mereka untuk menarik perhatian salah seorang ras vampir agar mereka tahu keberadaan gua tersebut.
Tapi tanpa di sadari oleh nya, seorang mata-mata dari ras lain melihat semua itu dan mendengar semuanya. Setelah mengetahui apa permasalahan dua ras yang saling berseteru itu, ia langsung pergi dan akan melaporkan apa yang di lihat dan dengarnya tentang adanya wanita yang di perebutkan oleh dua raja.
Setelah pergi meninggalkan tempat tersebut, kini orang tersebut sampai di istana nya. Dia adalah bangsa dari ras peri, Ellen. Orang kepercayaan Ratu Ras Peri, Melysina.
"Hormat hampa ratu peri," sapanya dengan memberi hormat. Melysina mengangguk dan setelah itu meminta Ellen untuk duduk di kursi.
"Pasti kedatangan mu ini ada hal penting yang ingin kau sampaikan,"
"Benar, Ratu," jawab Ellen
"katakan," perintahkan dan Ellen pun langsung menjelaskan semuanya tentang apa yang di lihatnya saat di hutan wilayah ras serigala. Tentang adanya wanita yang di tahan oleh Arsenio di dalam gua.
__ADS_1
"Wanita?" tanya Melysina yang seperti tidak percaya jika dua raja dari dua ras menginginkan seorang wanita hingga membaut dua ras itu saling berseteru.
Melysina yang mendengar penjelasan itu merasa penasaran akan sosok dari wanita tersebut. Ia ingin melihat seperti apa wajah wanita yang di perebutkan oleh dua raja kuat nan tampan itu.
"Apa kau tahu tempatnya?" tanya Melysina ingin melihat sendiri dengan kedua mata nya.
"Tahu, ratu. Tapi saat ini dua ras itu seperti nya akan melakukan peperangan, karena Arion sendiri akan membuat jebakan untuk ras vampir supaya datang ke gua tersebut untuk membunuhnya. Dan menjadikan wanita itu sebagai sandra nya."
"Begitu ya. Kasihan sekali wanita itu," ucapnya menyayangkan seorang wanita harus menjadi bahan perebutan dua ras kuat. Namun dua ras itu memiliki keinginan berbeda, bukan untuk menjadikan Anggeline kekasihnya, melainkan menjadikan Anggeline sebagai alat untuk mereka masing-masing. "Jika wanita itu pantas untuk di selamatkan, aku akan menyelamatkan nya," ucapnya membuat Ellen terkejut.
"Ratu," Ellen seakan tidak setuju dengan pemikiran ratunya. Menurutnya itu sungguh sangat beresiko. Ia tidak ingin ras peri ikut berurusan dengan dua ras yang terbilang kejam itu. Namun untuk menghentikan niat ratunya sungguh tidak bisa. Sekali ratunya mengatakan itu, maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Dan akhirnya hanya bisa pasrah dengan keputusan nya.
.
.
"Yang Mulia, di tengah hutan wilayah serigala kami melihat ada sebuah gua. Dan saat kami menyelidiki, kami melihat Raja Arsenio dan Arion berada di sana. Dan saya yakin wanita yang di inginkan Yang Mulia pastinya saat ini berada di dalam gua tersebut," jelas seorang bawahan yang melapor kepada Alfred.
Mendengar itu Alfred diam. Menurutnya ini sangat aneh. Kenapa tiba-tiba mereka menunjukkan diri, seolah semuanya sudah di rencanakan. Namun saat mengingat wanitanya ada di tangan Arsenio, ia tidak ingin menunda lagi. Ia harus segera mengambil apa yang menjadi miliknya.
"Ken, bawa banyak pasukan ke hutan itu untuk berjaga-jaga. Kita akan pergi kesana malam ini juga," perintahnya dan di angguki Kenzie.
"Baik, Yang Mulia," jawabnya dan langsung pergi untuk memberi perintah kepada anak buahnya, bahwa malam ini akan pertarungan dengan bangsa serigala.
.
.
__ADS_1
.
Malam telah tiba. Di hutan wilayah bangsa serigala, Arsenio dan Arion telah bersiap menunggu kedatangan Alfred dan orang-orangnya sambil menahan Anggeline yang di cekal oleh seorang serigala wanita. Dan tak menunggu lama, Alfred dan beberapa anak buahnya tiba di tempat. Dan saat dirinya sampai, bertapa terkejutnya mereka ternyata Arsenio sudah menunggu kedatangan nya. Banyak serigala muncul dan berbaris mengelilingi mereka.
Melihat itu Alfred menghela nafas, ia tahu akan seperti ini. Dan benar saja semua dugaan nya ternyata benar, Arsenio telah menyiapkan jebakan untuknya. Melihat itu Alfred bukannya takut, ia malah tertawa keras membuat Arsenio dan serigala lain mengerutkan kening, bingung dengan apa yang di lihatnya.
"Hahahaha...... Apa kau pikir aku takut Arsenio?" tanya Alfred menatap tajam Arsenio tanpa rasa takut sedikit pun. Setelah itu ia beralih melihat ke arah Anggeline yang di tahan oleh seorang wanita serigala. "Aku akan mengampuni mu dan bangsa mu. Tapi serahkan lebih dulu wanita ku," ucapnya membuat penawaran.
Anggeline yang mendengar Alfred mengatakan jika dirinya adalah wanita nya melotot tak percaya. Pikirnya sejak kapan dirinya menjadi wanita milik pria haus darah itu. Dan jika pun Alfred menginginkan nya, ia tidak mau di jadikan wanita manusia vampir itu.
Sedangkan Arsenio yang mendengar ucapan Alfred juga tertawa. Bagiamana bisa ia melepaskan wanita yang di inginkan musuhnya. Dan itu tidak akan pernah ia lakukan.
"Jangan harap aku akan memberikannya. Tapi sebaliknya aku akan menangkap mu dan menyiksa serta membunuh mu," jawab Arsenio menantang.
Alfred yang mendengar tersenyum kecil, dan berkata. "Baiklah, karena kau menolak maka kita hanya bisa bertarung untuk menentukan siapa yang menang dan kalah."
Kedua ras pun akhirnya bertarung. Alfred yang hanya membawa sedikit bawahan saat sampai meminta Kenzie untuk memanggil bawahannya yang sedang bersembunyi. Dan kini semua bawahan Alfred pun muncul dan membantu tuannya melawan para serigala tersebut.
Pertarungan besar di dalam hutan itu di saksikan Anggeline di depan matanya. Ia tidak percaya bahwa dirinya akan mengalami hal ini di dunia barunya. Ingin sekali ia lari menjauh dari dua ras yang saling bertemu itu.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1