
Anggeline pun memberikan syarat kepada mereka berempat. Bagi siapa yang mampu menyelesaikan syarat yang di berikan nya, maka dialah yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Namun sebenarnya Anggeline membuat syarat itu karena hanya ingin menemukan kotak unik yang membawanya ke dunia ras tersebut. Ia ingin kembali kehidupannya sebelumnya dan tidak ingin terlibat dengan beberapa pria yang menurutnya mengerikan.
"Aku akan menerima satu di antara kalian. Tapi kalian harus mengabulkan apa yang ku minta. Bagi siapa yang memenuhi permintaan ku, dan sesuai seperti yang ku harapkan, maka dialah yang akan menjadi pendamping ku," jelas Anggeline membuat semuanya diam, berpikir apa yang di minta Anggeline.
Morgant yang ingin tahu permintaan Anggeline bertanya, "Katakan, apa yang kamu minta?"
Anggeline dengan anggun tersenyum sangat manis, membuat semuanya terpesona. Tapi tidak dengan Alfred yang kesal, tidak terima senyum itu di lihat oleh mereka bertiga.
"Aku ingin kalian memberikan aku satu set perhiasan yang paling indah dan di taruh di dalam sebuah kotak yang indah pula. Bagi siapa yang hadiahnya membuat ku senang, maka dia akan menjadi pendamping ku." Jelasnya. "Dan satu lagi, aku tidak suka memiliki pria yang lemah. Jadi siapa yang kuat, bisa aku pertimbangan kan," sambungnya membuat mereka diam, dan setelah itu mengangguk. Menyetujui permintaan Anggeline.
Dan sejak mendengar permintaan Anggeline, mereka berempat pun sibuk mencari perhiasaan yang paling indah. Berharap apa yang akan mereka berikan membuat Anggeline suka.
__ADS_1
Alfred yang ada di istananya diam, memandang perhiasan yang kini ada di depannya dan juga sebuah kotak berukiran unik yang akan menjadi wadah untuk perhiasan tersebut. Namun entah kenapa ia begitu berat menjadikan kotak tersebut sebagai wadah perhiasan yang akan di berikan kepada Anggeline, seolah ada yang menahannya.
"Ada apa ini?" gumamnya menyentuh dadanya, jantungnya seakan berdetak tidak seperti biasanya.
Dengan berat, Alfred meraih perhiasan tersebut, dan perlahan memasukkan kedalam kotak unik yang sebelumnya pernah di rubah menjadi sebuah cincin. Karena menurut nya itu unik, Alfred pun menggunakan nya, berharap Anggeline menyukai. Namun apa yang di lakukan sebenarnya akan membuat Anggeline pergi dari nya. Karena kunci untuk Anggeline kembali adalah kotak unik yang saat ini ia pegang.
Setelah di lihat merasa cukup, Alfred pun membawa kotak tersebut ke tempat Anggeline berada, di istana ras peri.
Saat sampai di sana, ternyata Morgant, Arsenio dan Long Yu telah lebih dulu sampai. Dan dirinya lah yang paling terakhir. Mereka bertiga yang berharap Alfred tidak datang merasa kesal. Karena menurut mereka, lawan yang susah di hadapi adalah Alfred si raja vampir.
"Mana mungkin aku akan membiarkan kalian memiliki nya. Hanya aku lah yang pantas untuknya," jawab Alfred begitu santai.
Keempat pria tampan kini telah berkumpul, menunggu kedatangan Anggeline yang belum menampakkan diri. Dan tak lama setelah kedatangan Alfred, Anggeline tiba dengan langkah anggun. Wajahnya yang cantik kini semakin cantik dan berseri karena Anggeline saat ini berias. Dan itu membuat ke empat raja dunia ras terpesona sampai membaut mereka tidak berkedip sedikitpun karena kagum akan kecantikan gadis yang akan menjadi rebutan.
__ADS_1
Anggeline duduk dan menatap satu persatu mereka semua. Matanya berhenti tepat di wajah Alfred, entah kenapa ia merasa Alfred yang saat ini tidak seperti sebelumnya, yang terus mengincar karena darahnya.
Semuanya pun beranjak dan langsung memberikan perhiasan tersebut. Anggeline menerimanya dengan senang hati. Saat satu kotak terakhir yang di terima, ia diam menatap kotak itu. Benar-benar kotak yang di carinya. Kotak unik yang membawanya masuk kedunia ras. Anggeline mendongak menatap pria yang memberikan perhiasan tersebut. Ia tidak menyangka jika yang memiliki kotak itu adalah Alfred, pria yang sangat ditakutinya karena ingin menghisap darahnya hingga kering.
"Bagaimana bisa pria ini memiliki kotak ini?" batinnya seolah tidak percaya. Apakah memang seperti ini jalan takdirnya, harus bersama Alfred si pria gila haus darah. Anggeline menggeleng, tidak ingin bersama Alfred.
Masih ada permintaan ku yang belum di laksanakan. Aku berharap pria gila itu tidak menang," batinnya berharap bukan Alfred yang menjadi pemenangnya nanti.
..
..
..
__ADS_1
..
Bersambung