DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 44


__ADS_3

Tangan besar yang memegang tongkat berbentuk sabit malaikat maut dengan itu perlahan turun dan bergerak, mengayun dengan gerakan lambat, membuat angin berhembus sangat kencang dan memporak-porandakan tempat dimana Alfred dan Darren berada. Dan dalam sedetik kemudian, benda berbentuk sabit malaikat maut menebas ke arah Darren yang terikat rantai besar.


Craaas....


Darren yang tidak bisa bergerak mencoba. Berbagai cara ia lakukan agar tidak mati. Namun semua usahanya nampak sia-sia, kekuatan dari benda berbentuk sabit uty benar-benar tidak bisa ia tepis dan halangi. Dan akhirnya tubuhnya pun terbelah.


Tubuh yang terbelah itu perlahan berusaha untuk kembali lagi agar utuh. Tapi sebelum semuanya terjadi, Alfred yang mengetahui langsung menghalangi, menyedot sebagian tubuh itu dan menelannya.


Darren yang hanya memiliki separuh tubuh, melihat apa yang di lakukan Alfred pada bagian tubuh lainnya, marah. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena tubuhnya tidak sempurna. Alfred yang telah menelan sebagian tubuh Darren kini mendekatinya yang hanya memiliki bagian tubuh perut sampai kepala. Di lihatnya Darren masih menatapnya tajam walaupun tubuhnya tidak lagi utuh ia tetap masih bisa bertahan hidup.


"Badjingan sialan, kembalikan tubuh ku!" marahnya dengan amarah yang menggebu.


"Mengembalikan? Kau pikir aku bodoh, Darren Wallace? Jika aku mengembalikan, yang ada kau akan hidup kembali dan mencoba membunuh ku. Tapi walaupun kau hidup lagi dan mencoba membunuh ku lagi, tetap saja tidak akan berubah. Kau akan tetap mati di tangan ku," jawabnya dengan kata terakhir yang sangat mengerikan, wajah nya yang dingin dan datar membuat lawan bicaranya akan gemetar. Dan itu berlaku untuk Darren yang kini di tatap tajam oleh Alfred.


Glek ...

__ADS_1


Aura tekanan yang mengerikan itu mampu membuat Darren menelan ludah dengan kasar. Tidak menyangka jika anak kecil waktu itu akan semengerikan ini.


"Apa kau melakukan ini karena balas dendam?"


"Tentu saja, apa lagi jika bukan karena balas dendam. Kau pikir aku melakukan ini karena hal lain? Tidak! Aku melakukannya karena ingin membunuh mu, menghancurkan mu dan membuat mu mati mengenaskan karena kau dan ayah mu telah berani membuat ibu ku dan aku menderita," jawabnya dan menarik tubuh Darren dalam cengkraman nya.


Tubuh yang hanya separuh itu kini melayang dalam cekikan Alfred. Dengan tatapan tajam mata merahnya, Alfred benar-benar lebih mengerikan dari Darren yang saat gila.


"Hari ini adalah hari kematian mu, hari yang sama di mana kau dan ayah mu membunuh ibu ku, dan membuang ku. Maka hari ini juga aku akan melakukan hal yang sama membunuh mu dengan tangan ku," sambungnya lagi dan mengibaskan tangan kirinya, membuat sebuah kubangan yang di penuhi lava panas yang siap menghancurkan tubuh siapapun yang masuk kedalam nya.


"Jangan lakukan! Kau bisa membunuh ku dan menghancurkan tubuh ku dengan cara lain. Tapi jangan masukkan tubuh ku kedalam sana," panik Darren tidak ingin jiwanya binasa tanpa bisa bereinkarnasi.


Seolah tuli dan tidak mendengar permohonan Darren, Alfred membawa tubuh Darren tepat di atas lava yang masih tenang. Setelah itu ia membaca sesuatu yang tidak di mengerti Darren, membuat Lava yang semula tenang kini bergejolak hebat. Ketakutan Darren semakin membuat tubuhnya gemetar, takut akan kematian.


"Lepas, lepaskan aku!" teriaknya meronta, mencoba lepas dari jeratan Alfred yang mengikat tubuhnya dengan kekuatannya.

__ADS_1


Alfred tidak menggubris sedikitpun. Ia tetap komat-kamit membaca sebuah mantra. Dan setelah selesai, perlahan Alfred menurunkan tubuh Darren ke arah lava yang bergejolak.


Wuus....


Tubuh Darren perlahan turun dan rasa panas di rasakan nya


"Tidak...!" teriaknya dengan keras tidak ingin mati. "Badjingan kau Alfred. Aku tidak akan memaafkan mu sampai kapan pun. Jiwa ku yang lebur akan menghantui mu sampai kau mati!" ucapnya dengan keras tidak rela mati dengan cara seperti ini. Tidak sadar bahwa dulunya dirinya dan ayah nya juga membunuh ibu Alfred dengan sangat keji. Dan ucapan Darren sama sekali tidak membuatnya bersalah sedikitpun. Dan tetap melakukan apa yang di inginkannya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2