DUNIA RAS

DUNIA RAS
DUNIA RAS. BAB 12


__ADS_3

Tanpa menunggu lama, Alfred langsung menggigit serigala itu dan menghisap darahnya hingga kering. Setelah selesai, ia melempar tubuh tersebut dan menghilang meninggalkan tempat itu, meninggalkan banyak ras serigala mati mengenaskan karena ulahnya.


.


.


Keesokan paginya, seorang bawahan Arion yang tak sengaja lewat di tempat dimana Alfred memburu mangsanya dengan membunuh beberapa serigala itu, terkejut. Ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Banyak serigala mati mengenaskan. Bawahan Arion pun menyusuri tempat itu, melihat apakah masih ada korban lagi. Dan benar saja, tak hanya di tempat pertama ia menemukannya. Di tempat yang sedikit jauh lagi, ia juga menemukan beberapa m


mayat serigala. Ia pun melihat apa yang terjadi. Namun saat melihat setiap serigala yang mati, ternyata semuanya dalam luka yang sama sebuah gigitan di leher. Dan dalam pikirannya, ia yakin bahwa ulah dari semua itu adalah dari bangsa vampir.


"Sialan! Berani sekali mereka melakukan hal ini," kesalnya sambil mengepalkan tangannya. "Aku harus melaporkan semua ini kepada tuan," ucapnya dan pergi mencari keberadaan Arion.


Setelah kembali dan bertemu dengan Arion, bawahan tersebut langsung melaporkan apa yang terjadi di hutan belakang wilayahnya dengan sagat jelas. Dan Arion yang mendengar langsung menggebrak meja, marah. Pikirnya sudah kelewat batas apa yang di lakukan ras vampir terhadap bangsa serigala nya.


"Kurang ajar!" marahnya dengan nafas memburu karena marah. "Apa ada saksi yang hidup untuk di tanyai siapa pelakunya?" tanya Arion pada bawahan tersebut.


"Tidak ada, tuan. Semuanya telah mati. Tapi saya menemukan salah satu dari mereka mati dengan keadaan yang parah, mungkin dia terakhir yang di bunuh dan mengetahui siapa pelakunya," jelasnya membuat Arion diam, berpikir. Siapa sebenarnya yang melakukan itu? Mungkinkah Raja Vampir? Tapi jika benar si pelaku adalah raja vampir, buat apa sampai melakukan hal itu, memburu para serigala untuk di jadikan mangsa. Atau mungkin motif pemburuan ini karena raja vampir marah karena Rajanya tidak menyerahkan wanita yang di tahannya.


"Aku harus melaporkan semua ini pada tuan," gumamnya akan memberitahukan apa yang terjadi pada Arsenio. "Pergilah, dan bakar semua nya yang telah mati," perintahnya pada bawahannya dan langsung di angguki.


"Baik, tuan," jawabnya dan pergi meninggalkan tuannya.

__ADS_1


.


.


Setelah mendengar laporan tersebut, Arion langsung bergegas pergi menuju ke tempat tuannya berada untuk melaporkan apa yang terjadi. Dan setelah sampai, Arion langsung menghadap tuannya yang saat itu sedang berada di luar gua, sehingga Anggeline tidak mengetahui kedatangannya.


"Tuan," sapa nya dengan memberi hormat.


"Hm, ada apa? Apa ada sesuatu hal yang penting sampai membuat mu datang menemui ku tanpa memberi tahu terlebih dahulu?" tanya Arsenio yang masih sibuk memetik tananam obat untuk Anggeline.


"Benar, tuan. Ada sesuatu yang hendak saya sampaikan," jawabnya dengan pandangan terus menatap ke arah tuannya yang masih sibuk. Pikirnya, tidak pernah sebelumnya tuannya itu sampai seperti itu, rela menjadi pelayan seorang wanita. Walaupun rencana nya menahan Anggeline untuk menarik Alfred masuk dalam jebakannya, tapi tidak harus sampai melakukan hal seperti itu bukan.


Hah, Arion menghela nafas, tidak bisa melarang tuannya melakukan hal itu. Arion juga memiliki pemikiran, mungkinkah raja nya ini sedikit tertarik dengan wanita itu? Jika itu benar, akan lebih sangat merepotkan.


Arion yang mendengar dengan cepat menjawab, "Tidak, tuan. Saya tidak lelah sedikit pun," jawabnya membuat Arsenio menatapnya dengan kening berkerut.


"Baguslah jika begitu. Lalu apa yang ingin kau sampaikan?" tanyanya ingin mengetahui apa yang ingin di laporkan Arion padanya.


"Beberapa bawahan kita yang ada di hutan banyak yang mati, tuan. Dan kematian mereka di karenakan di bunuh," jelasnya langsung membuat tangan Arsenio yang memetik tanaman obat berhenti, setelah itu berdiri, berbalik dan menatap Arion meminta penjelasan dengan rinci.


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Beberapa bawahan kita yang berjaga di hutan luar telah di buru dan di bunuh oleh seseorang, tuan."


"Siapa yang melakukannya?" tanyanya ingin tahu siapa pelaku yang berani memburu bangsa serigalanya.


"Dari laporan yang saya dengar, pelakunya adalah ras vampir," jelasnya langsung membuat Arsenio mengepakkan tangan dengan erat.


"Berani sekali vampir-vampir itu memburu bangsa ku," marahnya dan meninju pohon yang ada di sampingnya, hingga membuat pohon itu langsung berlubang karena kekuatan nya. "Lakukan rencananya. Kumpulkan banyak bawahan kita untuk mengepung vampir sialan itu. Akan ku gunakan wanita itu untuk membunuh Alfred si bajingan sialan," marahnya dengan wajah yang memerah.


Dan tanpa di ketahui oleh mereka berdua, Anggeline yang jenuh di dalam gua akhirnya keluar untuk mencari angin segar. Namun saat dirinya keluar dan mendengar ada orang yang berbicara, ia mengintip untuk melihat siapa orang tersebut. Namun saat melihat ternyata itu adalah Arsenio, ia merasa lega. Ternyata itu bukanlah pria yang ingin menghisap darahnya. Namun saat melihat punggung orang yang membelainya itu, ia mengerutkan kening, pikirnya siapa orang yang berbicara dengan Arsenio.


Cukup lama menguntit dan mendengar obrolan mereka. Betapa terkejutnya dia saat mendengar apa yang di katakan Arsenio pada pria yang tidak di kenalnya itu. Ia tidak menyangka jika dirinya akan di jadikan bahan alat untuk membunuh vampir yang di ketahui adalah pria yang suka menghisap darahnya.


Mendengar itu Anggeline seakan tidak percaya. Ia tidak menyangka jika pria yang di kira baik ternyata juga sangat mengerikan. "Aku harus pergi. Aku tidak ingin di jadikan alat di tengah perseteruan mereka," gumamnya dan berjalan pelan. Namun karena dirinya berada di hutan, tak sengaja kakinya menginjak ranting kecil hingga membuat Arsenio dan Arion langsung menoleh ke arah suara.


Melihat kecerobohannya Anggeline mengumpat dirinya sendiri dan setelah itu berlari, berharap Arsenio tidak melihat keberadaannya. Namun sialnya, Arsenio telah mengetahui bahwa itu adalah dirinya. Dan dengan cepat Arsenio dan Arion langsung mengejar agar Anggeline tidak berhasil kabur dari genggaman mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2