
Perlahan Anggeline mundur untuk menjauh dari ketiga orang yang seakan menatapnya dengan lapar. Ia pun berlari, kabur. Mencoba menjauh dari mereka bertiga.
Hah.....Hah....Hah ....
Dengan terengah-engah ia terus berlari tanpa memperdulikan yang ada di belakang. Untuk saat ini yang ada dalam pikirannya menjauh dari tiga pria tersebut dan sampai di tempat Melysina berada. Tapi belum sampai dirinya di tempat Melysina, ia bertemu dengan Melysina yang saat itu sedang berjalan-jalan di luar wilayahnya.
Melihat seorang yang di kenalnya, Melysina mengejar nya dan kini ada di hadapan Anggeline, menghentikan nya.
Anggeline yang terkejut tentu saja langsung berhenti. Namun karena tidak bisa menyeimbangkan tubuh, ia akhirnya jatuh. Melysina yang melihat langsung membantunya berdiri, ia mengulurkan tangan menatap wanita yang kini dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Anggeline yang melihat uluran tangan tersebut, mendongak, menatap orang tersebut. Dan saat tahu siapa yang ada di hadapannya, dengan cepat Anggeline meraih tangan itu dan memeluknya.
"Mel,"
Melysina yang melihat Anggeline seperti tidak baik-baik saja mengelus punggung itu dengan lembut dan bertanya, "Ada apa dengan mu? Apa yang terjadi?"
Anggeline tidak menjawab, ia melepas pelukan itu dan menarik Melysina untuk segera pergi dari tempat itu. Ia tidak ingin tiga pria itu mengetahui dirinya ada disana.
"Ayo pergi. Jangan sampai mereka menemukan ku,"
__ADS_1
Melysina yang tidak paham akan maksud Anggeline hanya mengikuti langkah cepat itu. Dan saat sedikit jauh dari tempat sebelumnya, ia merasakan aura yang tidak asing mengarah ke arahnya.
"Mungkinkah...?"
Melysina yang tidak ingin terjadi sesuatu dengan Anggeline langsung menarik pinggang nya dan membawanya terbang menuju istana nya, tidak ingin Anggeline di tangkap oleh mereka.
Arsenio, Morgant dan Long Yu yang merasakan keberadaan Anggeline semakin jauh saling pandang. Tidak mungkin Anggeline berlari secepat itu.
"Mungkinkah ada seseorang yang membantunya?" Ucap Morgant yang di angguki Arsenio dan Long Yu.
"Mungkin saja," jawab mereka berdua dan terus mengejar.
.
.
Untuk mengetahui apakah Anggeline berada disana, ia menghubungi Melysina dengan telepati.
"Apa Anggeline bersama dengan mu?" tanyanya yang hanya bisa di dengar Melysina.
__ADS_1
Melysina yang saat ini bersama dengan Anggeline menoleh, menatap Anggeline yang ada di sampingnya. Ia mengangguk, mengatakan bahwa Anggeline bersama dengan nya. "Ya, dia bersama dengan ku."
"Baiklah, aku percayakan dia pada mu. Tapi sepertinya semuanya akan rumit. Aku melihat Arsenio, Morgant dan Long Yu pergi ke arah wilayah mu. Mungkinkah mereka mengejar Anggeline?"
"Mungkin saja. Karena saat aku bertemu dengannya, dia terlihat sangat kacau. Mungkin karena dia di kejar oleh mereka,"
"Kenapa mereka mengejar Anggeline. Bukankah hanya Arsenio saja yang tertarik dengan Anggeline? Kenapa Long Yu juga ikut?"
"Mungkin karena mereka telah melihat wajah asli Anggeline, sehingga membuatnya tertarik dan ingin memiliki. Dan oh ya, sepertinya perebutan ini akan sengit. Tak hanya kau yang menginginkannya, mereka juga menginginkannya. Jadi berjuanglah untuk mendapatkan hatinya,"
"Tentu saja," jawabnya dan mengakhiri telepati nya.
Setelah berbicara dengan Melysina, Alfred langsung menghilang dan pergi menuju istana peri, menunggu kedatangan Anggeline dan Melysina disana.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung