
"Badjingan! Beraninya kau!" marah Arsenio dan langsung melesat menyerang Long Yu.
Lang Yu yang melihat Arsenio menyerang ke arahnya langsung meminta Anggeline untuk mundur, menghindari pertarungannya.
Wuus....
Bugh....Bugh.....
Boom....
Boom....
Duuuar.....
Ledakan dua kekuatan besar menghantam dan menghancurkan tanah hingga membuat asap mengepul di udara.
Pertarungan sengit antar dua raja itu sampai di dengar oleh raja manusia, Morcant. Morcant yang mengetahui langsung pergi bersama orang kepercayaan nya untuk melihat apa yang terjadi.
"Apa kau tahu siapa yang bertarung itu?" tanya Morcant
"Dari prajurit yang melapor, mereka adalah Raja Arsenio dan Raja Long Yu."
"Arsenio dan Long Yu?" gumamnya seakan tidak percaya dua raja itu bertarung di wilayahnya. "Kenapa mereka bertarung di wilayah manusia? Apa kau tahu alasannya?"
"Tidak, Yang Mulia,"
__ADS_1
"Baiklah, kita lihat saat sampai. Sebenarnya apa yang membuat mereka bertarung seperti ini," ucapnya mempercepat terbangnya.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka berdua akhirnya sampai di tempat dimana Arsenio dsn Long Yu yang masih bertarung. Morcant yang melihat mengerutkan kening. Matanya melihat sekitar dan saat melihat disana ada Anggeline, ia mengerutkan kening. Bertanya-tanya, kenapa Anggeline ada di tempat itu.
"Kenapa gadis itu ada di tempat ini? Apa dia tidak tahu bahwa di sini berbahaya?" batinnya melihat ke arah Anggeline berada.
Morcant pun mengalihkan perhatiannya ke arah Arsenio dan Long Yu. Ia menangkap percakapan apa yang mereka katakan.
"Jangan ikut campur dengan urusan ku Long Yu," ucapnya masih menyerang. "Jika kau berani aku tidak akan segan untuk membunuh mu,"
"Lakukan jika kau bisa," jawabnya menangkis setiap serangan Arsenio.
Boom.....
Boom.....
Ledakan besar menghantam pepohonan hingga rusak dan patah, serta terbakar karena ledakan besar itu.
Kekuatan yang seimbang membuat mereka seri. Morcant yang melihat mengepalkan tangan, mungkinkah alasan mereka bertarung karena Anggeline. Jika memang benar, ia tidak akan membiarkan Anggeline jatuh di tangan mereka.
"Sialan! Apa mereka memperebutkan Anggeline?" kesalnya memukul pohon dimana dirinya saat ini berada. "Tidak akan ku biarkan mereka mengambil apa yang ku inginkan," sambungnya dan menghilang, muncul di antara mereka berdua.
Orang kepercayaan Morcant yang melihat menghela nafas. Tidak percaya jika tuannya akan ikut dalam perseteruan mereka, memperebutkan satu wanita yang menurutnya biasa saja.
"Tuan, kenapa anda bodoh sekali," gumamnya dan ikut bergabung bersama mereka.
__ADS_1
Semua yang ada di sana langsung melihat ke arah datangnya Morcant dan orang kepercayaan nya itu. Tatapan Arsenio dan Long Yu tidak senang, karena yakin Morcant akan ikut dalam perseteruan mereka.
" Ho....Apa yang membuat dua raja ini datang ke wilayah ku dan membuat kekacauan?" tanyanya berjalan mengelilingi mereka berdua. "Bukankah kalian ingat aturan nya? Atau kalian mencoba melupakan nya? Dan jika kalian memang melupakannya, bagaimana jika aku mengingatkan kalian lagi?,"
Long Yu yang mendengar langsung berdecih, tidak suka dengan ceramah Morcant yang akan panjang kali lebar kali tinggi.
"Tidak perlu kau jelaskan, aku sudah tahu?" jawab Long Yu bersedekap dada, begitupun dengan Arsenio.
"Jika kalian sudah tahu, kenapa membuat kerusuhan di wilayah ku?" tanyanya dengan nada dingin, "Apa kalian meremehkan ku?" tatapnya dengan pandangan yang tidak senang.
Anggeline yang melihat datangnya satu orang lagi, mundur dengan langkah pelan. Ia merasa akan ada pertarungan untuk mereka bertiga. Dan kesempatan itu untuknya bisa melarikan diri. Dan saat melihat mereka lengah, Anggeline langsung berlari untuk menghindar dari mereka.
"Ayo lebih cepat?" gumamnya berlari sekuat tenaga.
Salah seorang dari bawahan Arsenio yang melihat Anggeline pergi, langsung memberi tahu jika wanita yang mereka inginkan telah pergi. Mendengar itu mereka bertiga saling pandang, dan menentukan siapa yang akan lebih menemukan, maka Anggeline akan menjadi milik nya.
"Siapa yang lebih dulu menemukan gadis itu, dia lah pemiliknya," jawab Morcant membuat Arsenio senang. Tapi tidak dengan Long Yu yang kini bersedekap dada, seolah tidak tertarik sedikitpun.
"Lebih baik aku pergi. Dia bukan selera ku. Jadi kalian saja yang mengejarnya, aku tidak tertarik," ucapnya dan langsung pergi. Sedangkan Anggeline yang kini jadi perebutan sedang mengatur nafasnya karena lelah berlari cukup jauh.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung