ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 11


__ADS_3

Bab 11


Dimas pun langsung membuka pintu yang ternyata gak di kunci dini pun ikut menyusul ketika melihat Elma lemah dan darah masih mengalir di lengannya.


" Mas buruan angkat nanti Elma kehabisan darah " ujar dini panik


"Elma hey " dini memukul pelan pipi Elma berharap Elma bangun


Dimas yang melihat Elma perasaan nya gak karuan Antara sedih dan kek ada rindu yang terpendam .


Setelah sampai nya di rumah sakit Dimas langsung memanggil dokter untuk segera menangani Elma


Elma pun segera di bawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan khusus.


" Elma kenapa yah sampai nekad berbuat seperti itu " ujar dini sambil memeluk suaminya


Dimas yang melihat kepanikan di wajah sang istri membalas pelukan istri nya sambil mencium pucuk kepala dini.


Dimas pun berusaha mengingat-ingat siapa perempuan yang di UGD, Dimas merasa sangat familiar dengan mata nya


" Kalian ngapain disini ?" Ucap seseorang yang baru datang sebab ada panggilan untuk dirinya tadi


" Oh kita kesini bawa teman dini tadi bang temannya berusaha bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangan nya " ujar Dimas menjelaskan


Yah dokter yang di panggil tadi adalah dokter Elvan Abang nya Dimas


" Ya udah kalau gitu Abang masuk ke dalam dulu " ujar Elvan berlalu dan masuk ke dalam ruangan UGD tersebut.


Ketika Elvan melihat wajah pasien nya Elvan kaget dan sontak ngomong.


" Alice ? " Gumam Elvan


Tapi Elvan gak mau menganggap itu Alice mana tau Elvan salah sebab dia merindukan seseorang yang bernama Alice tersebut.


" Luka nya lumayan dalam sus kita harus segera menangani pasien " ujar Elvan kepada suster yang sedang bersamanya


" Untung saja gak kena urat nadi nya tapi luka nya cukup parah " ucap Elvan ketika sudah selesai menjahit dan memperban tangan Elma.

__ADS_1


" pasien juga kehabisan banyak darah dok, untung stok masih ada " ujar suster tersebut


Luka di lengannya cukup dalam dan di harus kan untuk di jahit kalau engga luka nya akan menganga.


" Dek kamu ngerasa dia mirip Alice gak ?" Tanya Elvan ke adik nya ketika sudah selesai menangani Elma


" Iyah bang aku juga mikir kek gitu tadi, tapi kata dini namanya Elma Yanti " ucap Dimas menjelaskan


" Seperti nya dia melalui hari yang berat " ucap Elvan


" Iyah bang Elma memang mengalami. Banyak masalah, dan seperti nya masalah yang Elma hadapi sekarang ini seperti nya sangat berat " ujar dini menjelaskan.


" Kita tunggu sampai dia siuman kalau sudah kita bisa menanyakan kenapa dia sampai nekad berbuat hal seperti itu " ujar Elvan lagi


Dimas memutuskan untuk pulang ke rumah Untuk mengambil baju ganti untuk istri nya dan juga menjemput makanan untuk mereka nanti.


Dini terus menunggu Elma yang sudah di pindahkan ke ruangan rawat .


" Hey bangun dong, katanya kamu mau jadi teman mbak kok kamu kek gini, kan mbak udah bilang kalau kamu ada apa-apa cerita sama mbak biar mbak bisa menanggung beban kamu juga, bukannya kamu pendam sendiri " ujar dini mengusap tangan Elma yang dingin pucat sebab Elma banyak mengeluarkan darah.


Arga pun sudah hampir putus sama sudah seminggu dirinya mencari Elma tapi tak kunjung ketemu.


" Kemana gua gua harus cari Elma yah, gua udah nyerah Elma hilang di telan bumi " ucap Arga dengan raut muka putus asa


" Gua juga gak tau, kita bukannya gak nyari tapi kita sudah mencari ke sana kemari tapi apa hasil nya nihil " ucap Dion lagi


Bukan cuma Arga yang mencari Elma, Dion pun ikut membantu temannya itu untuk mencari Elma tapi tidak ketemu juga.


" Yang penting Lo Sekarang jangan putus asa, kalau suatu saat Lo ketemu lagi sama Elma gua saranin Lo langsung minta maaf ke dia, walaupun dia nanti tidak memaafkan Lo, yang penting Lo menyadari kesalahan Lo " Dion menasehati temannya tersebut.


" Gua stres tau gak Lo, kalau gua terus mikirin masalah ini gua bisa-bisa gila tau gak, di rumah wanita itu selalu memaksa gua buat nikah sama wanita pilihan nya, di satu sisi pikiran gua gak tenang sebelum gua ketemu sama Elma akhhhhh " tanpa mikir panjang lagi Arga memukul kaca mobilnya sendiri


Dion yang melihat Arga melakukan hal konyol tersebut malah menggeleng kan kepalanya.


" Ternyata Lo lebih bodo* lagi ngapain Lo mukul kaca mobil Lo kira itu kaca mobil lunak apa " malah Dion yang mengomeli temannya tersebut.


" Lo mau obatin tangan gua apa engga ngomel aja kek mak-mak " kesal Arga

__ADS_1


Dion pun mengambil p3k di mobil nya dan mengobati tangan Arga yang luka akibat pecahan kaca mengenai tangannya.


Dini terus menjaga Elma tanpa mau meninggalkan nya walau sebentar saja, tidak lama dari itu Elvan datang melihat keadaan Elma


" Gimana Din apa dia ada keluhan ?" Tanya Elvan ke dini


" Kayanya gak ada bang dia aman aman aja , tapi itu kantong darah nya kayanya udah mau habis bang " ucap dini memberi tahu


Elvan pun langsung melihat jenis kantong darah dan mencoba mencari nya namun stok darah yang golongan nya sama dengan Elma sudah habis, mau tak mau akhirnya Elvan yang mendonorkan darah untuk Elma.


" Aku yakin kalau dia Alice bahkan golongan darah kami sama " ucap Elvan memandang Elma yang masih pucat.


Setelah selesai Elvan pun keluar dari ruangan sebab dia harus tidur sebentar untuk memulihkan tenaga nya.


Setelah Elvan keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba tangan Elma bergerak.


Dini tak kalah senang melihat tangan Elma yang bergerak.


" Hay Elma ini mbak " ucap dini sambil tersenyum.


" Mbak " ucap Elma lalu dia menangis


Dini pun bingung kenapa tiba-tiba Elma menangis


" Kamu kenapa Elma, kamu jujur sama mbak siapa yang buat kamu jadi kek gini " dini pun ikut menangis mendengar tangisan Elma yang sangat pilu di dengar


" Aku udah kotor, hikss aku udah gak suci lagi hiks hiks aku muraha* hahahah ya aku cewek muraha* hiks hiks, jangan dekat dengan saya pergi sana pergiiiiiii " teriak Elma frustasi


Dini yang bingung akhirnya membangunkan Abang ipar nya dini takut terjadi sesuatu dengan Elma


" Bang bangun Elma udah sadar tapi dia lagi teriak-teriak " ucap dini menangis juga


Elvan pun langsung bangun dan segera menyusul Elma di ruangan.


" Hiks hiks aku kotor aku hina aku muraha* hiks hiks hiks, pergi pergi kalian dari sini, Jangan dekat dengan saya pergi " teriak Elma


Elvan memperhatikan Elma tiba-tiba Elvan memeluk Elma supaya tenang.

__ADS_1


__ADS_2