
Arga yang memperhatikan kedekatan Elma dan mami nya menjadi ragu apakah benar mami nya yang mengirim buah tersebut.
" Elma sama mami aja Deket nya kek gini, mami juga kayanya tulus banget sama Elma apa mungkin itu cuma akal-akalan mami aja biar kedok nya gak ketahuan, tapi mami udah jujur kalau bukan dia pelaku nya " gumam Arga dalam hati. ..
Arga terus memperhatikan keakraban antara mami dan istri nya tersebut.
ketika mereka sedang asik bercanda masuk Elvan namun seketika senyum Elma menghilang ketika melihat kakak nya datang
Arga pun memperhatikan raut wajah istri nya tiba-tiba berubah.
" dek gimana keadaan kamu " tanya Elvan ke adik nya
" baik " jawab Elma cuek
Elvan merasa bingung dengan sang adik gak biasanya adik nya cuek kek gini sama dia.
" dek kamu kenapa kok jadi cuek gini sama kakak " tanya Elvan bingung dengan sikap sang adik
" gak papa, kan kemaren kakak bilang kalau kakak kecewa sama Elma, tapi kenapa sekarang kakak udah perhatian lagi sama Elma ?" tanya Elma.
Elma masih memeluk mami Alda, tak mau melepaskan pelukannya.
" oh jadi karena itu " ujar Elvan sambil tersenyum, Elvan pun mengelus kepala sang adik.
" dek Walaupun kakak kecewa sama kamu karena kemarin bukan berarti kakak gak jenguk kamu lagi, apalagi sampai gak ngomong sama kamu, kakak percaya kalau bukan kamu yang melakukan itu, makanya kakak kesini mau minta maaf sama kamu, sebab kemaren kakak udah bentak kamu maaf yah sayang " ujar Elvan sambil tersenyum.
" mami apa mami capek berdiri sambil Elma peluk gini ?" tanya Elma ke mami Alda sebab dari tadi mertua nya hanya berdiri dan Elma terus memeluk pinggang mertua nya.
" pegel dikit sayang tapi gak papa, kalau kamu nyaman kek gini mami seneng kok " ujar mami Alda sambil tersenyum.
Elma yang gak enak memeluk mertua nya terus-menerus akhirnya melepaskan pelukannya.
" mami duduk sini " Elma menepuk kasur sebelah nya supaya mertua nya bisa duduk.
Arga yang paham akhirnya turun dari ranjang dan duduk di sofa.
mami Alda pun naik ke atas ranjang dan duduk di dekat Elma, namun tiba-tiba Elma memeluk mertua nya kembali.
Arga yang melihat Elma jadi manja kek gitu hanya menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
" dek kamu sarapan dulu biar cepat keluar dari sini, Emang gak capek di rumah sakit Mulu " ujar Elvan sambil menyodorkan bingkisan yang di bawa nya tadi.
Elma membuka bingkisan tersebut dan melihat ada bubur ayam Elma pun menutup kembali dan meletakkan di atas meja.
" gak mau bubur ayam, eneg mau muntah liat nya " ujar Elma menunduk
" kalau kamu gak suka terus mau makan apa sayang ?" tanya mami Alda, menanyakan kemauan sang menantu.
" Elma mau makan ice krim mi " ucap Elma menunduk kan kepalanya takut kena marah.
" no, tidak, jangan" ucap mereka yang ada di ruangan itu bersamaan.
Elma pun tambah menundukkan kepalanya sebab pasti gak akan mau kalau Elma meminta itu.
" dek kamu itu yah bikin gemes tau gak, permintaan kamu itu aneh-aneh masak pagi-pagi gini minta ice " ujar Elvan gemes melihat kelakuan sang adik.
" kan kalian nanya tadi pas aku jawab kenapa gak boleh " ujar Elma dengan suara serak.
" awal hamil kamu kek gini juga Lo dek kamu minta ice pagi-pagi, dan kini terulang lagi " ucap Elvan menggeleng kan kepala nya.
" gini aja sayang mami tadi bawain kamu makanan kamu makan yah " ujar mami Alda membujuk Elma.
" ini, mami bawa bubur kacang ijo tapi gak tau kamu suka apa engga sayang " ujar mami sambil membuka paper bag memperlihatkan ke Elma
" ya udah Elma makan ini aja, tapi mami suapin yah " ucap Elma sambil tersenyum.
" Iyah sayang mami suapin " ujar mami Alda
Elma pun memakan bubur tersebut Dengan lahap.
ketika sedang asyik nya makan bubur, Dimas dini dan bunda datang.
" kakak " ujar Elma kegirangan ketika melihat Dimas datang
Dimas yang melihat adik nya kembali ceria seperti itu membuat dirinya tersenyum.
" Hay dek " cup mencium kening adik nya.
perlakuan Dimas tak luput dari penglihatan dini, entah Dimas sengaja melakukan itu entah memang dia benar-benar kangen sama adik nya entah lah.
__ADS_1
" Iyah kak " ucap Elma.
" terusin sarapan nya, kok jadi manja kek gini sih Hem " ucap Dimas mengelus bahu sang adik
" Elma seneng kalau semua ngumpul disini yah walaupun ada yang masih kecewa sama Elma " ujar Elma sambil menatap sang bunda.
" eh Dim Lo gak ke kantor?" tanya Elvan
" Iyah awal nya gua mau ke kantor malahan mau meeting sama klien baru cuma ada sesuatu yang lebih penting makanya gua kesini kak " ucap Dimas sambil menatap dini dengan sinis.
" apaan, masalah apa lagi? " tanya Elvan penasaran
" gini, tapi sebelum nya buat kamu dek kakak minta maaf kalau nanti kamu kesinggung dengan semua ini, kakak cuma mau bilang kakak udah tau siapa pelaku yang ngirim buah itu " ujar Dimas berhenti sambil memandangi dini
dini yang di pandang sini oleh suaminya hanya menunduk takut.
" pelakunya istri Dimas yaitu Dina " ucap seseorang yang baru datang yaitu Dion.
semua orang yang ada diruangan itu kaget, Dimas dan bunda pun kaget ketika mendengar itu bukan keluar dari mulut Dimas tapi dari Dion
" maksud Lo apa Dion, Lo gak usah ngada-Ngada " ujar Arga kaget
" gua tau makanya gua bilang kek gitu sebab gua udah cari bukti dan itu benar kalau yang ngirim buah itu dini istri Dimas " ujar Dion menjelaskan .
" apa iya mas, bini Lo yang lakuin itu semua ?" tanya Elvan dengan tidak percaya.
" Iyah kak, itu semua kerjaan istri gua, gua aja kaget pas tau kalau dia pelakunya, makanya gua bawa dia kesini supaya dia bisa minta maaf langsung ke Elma " ujar Dimas
Elma yang tau kalau itu kerjaan kakak ipar nya merasa tidak percaya kenapa dini tega melakukan itu padanya.
" mbak kok mbak tega sama aku, emangnya aku salah apa sama mbak " tanya Elma penasaran.
" kau mau tau Jawabannya iya, jawabannya adalah karena aku cemburu " ujar dini
" apa yang mbak cemburuin dari aku mbak ?" tanya Elma lagi.
" Iyah gua cemburu sebab setelah kehadiran Lo di rumah semua orang gak ada yang perhatian lagi sama gua, semua orang cuma perhatian sama Lo, apalagi bunda, bunda selalu ingat sama Lo, dalam keadaan apapun, selalu, Elma, Elma, Elma, terus gua kesal dengar nya, gua cemburu itu jawaban nya " ujar dini matanya memerah menahan tangis
Elma yang mendengar itu semua merasa sedih, jadi itu penyebab dini benci sama dia.makanya dini tega berbuat itu sama Elma, Elma benar-benar tidak menyangka sama sekali.
__ADS_1