
Bab 13
Elma pun membuka matanya dan melihat seorang laki-laki memeluk nya, Elma kaget dan segera melepas pelukannya.
Tatapan Elma kosong dan menerawang jauh. Tiba-tiba Elma menangis lagi.
Dimas sudah keluar pulang membawa bunda dan dini tinggal lah Elvan seorang yang menjaga Elma
Elma bingung kenapa dia ada di rumah sakit ini dan ada laki-laki yang menemani nya, namun Elma cuma diam saja.
Elvan cuma memperhatikan Elma ketika Elvan melihat Elma mengeluarkan air mata Elvan pun bangkit dari tempat duduk nya dan menghapus air mata Elma, Elma yang di perlakukan seperti itu hanya diam saja.
" Are you okey ?" Tanya Elvan menatap adik nya yang sudah lama hilang
Elma diam gak ngomong apa-apa air matanya mengalir lagi dan lagi lagi Elvan menghapus air matanya
" Kamu istirahat aja dulu dan pulihkan kesehatan kamu sebab setelah kamu sehat banyak berita bagus yang menanti kamu " ujar Elvan tersenyum sambil menyelimuti Elma
Elvan pun memilih duduk di kursi sambil menjaga Elma.
Elvan pun sibuk dengan hp nya kalau Elvan banyak ngomong Sekarang takutnya Elma tambah shock lagi.
Elma terus menangis tangisan nya sangat pilu terdengar
Elvan yang gak kuat melihat sang adik menangis seperti itu langsung menghampiri dan memeluk nya
" Kalau kamu mau cerita, cerita aja aku siap buat dengarin cerita kamu udah jangan nangis please " mohon Elvan ketika melihat mata sang adik sudah bengkak akibat menangis
" Kenapa aku gak jadi mati ? " Tanya Elma tiba-tiba.
Elvan membulat kan matanya mendengar kata-kata Elma yang menginginkan dirinya mati
" Kenapa kamu ngomong seperti itu Hm " ujar Elvan membelai rambut sang adik
__ADS_1
" Apakah Allah mengampuni dosa saya ketika saya sudah di setubuh* oleh orang yang bukan mahram saya ?" Tanya Elma menatap mata Elvan
Elvan di buat sedih dengan pertanyaan Elma namun Elvan berusaha menjawab sebisa nya
" Hey gak ada namanya dosa yang gak di ampuni apalagi kalau kamu benar-benar tobat,yaitu tobat nasuha niscaya Allah maha pengampun dan penyayang ingat itu " Elvan berusaha menjelaskan.
" Bisa kah kamu menceritakan masalah yang kamu hadapi ?" Elvan menguak berita dari Elma dikit-dikit.
" Apakah anda mau menjadi pendengar saya ?" Tanya Elma balik
" Kenapa tidak " ucap Elvan tersenyum.
" Saya anak yatim piatu, orang tua saya meninggal 3 tahun lalu, ternyata orang tua saya meninggalkan banyak hutang, ibu saya meninggalkan hutang di Club malam sebanyak 150 juta dan ayah saya korupsi uang perusahaan sebanyak 300juta, saya harus kerja di Club malam untuk membayar hutang almarhumah ibu saya ketika malam, kalau siangnya saya kerja di kantor tempat ayah saya korupsi dulu " air mata Elma jatuh membasahi pipi nya
Elvan yang tidak tega melihat adik nya menangis lagi langsung menghapus air matanya
" Saya kerja di perusahaan selama 3 tahun tapi tidak pernah di gaji, karena saya harus makan terpaksa saya harus bekerja di Club dan menjual bunga supaya saya bisa beli makan, terkadang saya juga jarang makan " Elma menjelaskan itu semua
Sepedih ini hidup adik nya di luar sana kadang tidak makan
kenapa gak dari dulu aja Allah mempertemukan mereka pikir Elvan.
" Terus kamu mau bunuh diri ini kenapa ?" Inilah yang paling di tunggu oleh Elvan
" Hari terakhir saya kerja di Club saya di syuruh mami Elsa pemilik Club untuk menemani tamu untuk terakhir kalinya tapi ternyata tamu nya bos saya di tempat kerja, dia memaksa saya Untuk berhubungan saya tidak mau tapi dia paksa di ikat tangan saya dengan dasi nya dan dia merenggut apa yang seharusnya saya jaga selama ini " hiks hiks hiks hiks tangis Elma
" Saya prustasi saya gak tau lagi mau ngapain saya gak berani keluar rumah saya takut orang-orang akan mencemooh saya makanya saya mencoba bunuh diri tapi ternyata Tuhan tidak mengizinkan saya untuk bertemu dengan ayah dan ibu " ujar Elma lesu sambil menghapus air matanya.
" Besok besok jangan pernah melakukan hal ini lagi, kamu harus kuat kamu pasti bisa " Elvan memberi semangat ke Elma
" Tapi maaf kenapa anda seperti dekat sekali dengan saya dan berusaha menenangkan saya, apakah anda punya tujuan lain ?". Elma pun curiga ke Elvan
.
__ADS_1
Elvan cuma tersenyum kecut
" Kalau aku bilang kamu adik aku yang hilang 20 tahun lalu kamu percaya gak ?" Tanya Elvan
Elma hanya mengerutkan keningnya bingung
" Gak usah bercanda " ujar Elma
" Aku gak bercanda kamu memang gak percaya, aku maklumi kamu gak percaya sebab berita ini dadakan buat kamu, tapi aku yakin kalau kamu adik ku, dan bunda juga tadi udah memastikan kalau kamu itu adalah adik aku " ujar Elvan menjelaskan
" Bunda, kakak, hilang ?" Maaf saya tidak mengerti apa mungkin kalian salah orang ?" Tanya Elma masih bingung.
" Awal nya iya ragu tapi ketika melihat tanda lahir di bahu kiri kamu baru bunda yakin kalau kamu adik aku yang hilang dulu, dan nama kamu itu Alice bukan Elma " ujar Elvan
" Alice ? , Aku pernah menemukan kalung yang bernama Alice di rumah tapi kata ibu itu kakak aku yang sudah meninggal " ucap Elma
" Mungkin mereka bohong sebab mereka gak mau kalau kamu tau kalau mereka orang tua angkat kamu " ujar Elvan lagi .
" Seyakin itukah kalian saya saya ?" Tanya Elma belum percaya
" Ya seyakin itu " Elvan bangkit dari duduk nya dan memeluk sang adik
" Welcome back dedek Alice " ucap Elvan mencium kening sang adik
namun Elma hanya diam saja tidak membalas pelukan dari Elvan, yang benar saja di saat dirinya sudah putus asa, ada kabar bahwa dia menemukan keluarga kandung nya, apa lagi ini ? gumam Elma
" tapi maaf saya tidak bisa mempercayai nya walaupun kalian mengira saya adik kalian yang hilang dulu, ini dadakan buat saya " ucap Elma dingin
" aku tau, ini semua dadakan dan ini takdir Allah, Allah mempertemukan kita dalam keadaan seperti ini, kamu Sekarang jangan sedih lagi, ingat kamu sudah punya keluarga lagi sekarang walaupun kamu susah untuk menerima nya " ujar Elvan tersenyum.
" kamu istirahat dulu, luka di tangan kamu itu agak sedikit parah jangan terlalu banyak gerak, jarum infus nya juga dekat dengan tangan kamu yang luka kalau kamu banyak gerak bisa-bisa jarum nya nanti lari ke luka kamu " ujar Elvan menasehati.
Elma pun hanya diam dan menurutnya saja, Elma menutup matanya Elma ngantuk akibat obat yang di kasih buat Elma.
__ADS_1