ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 43


__ADS_3

Dimas memang kek gitu dek dia tegas, kalau ada yang buat salah dia gak akan milih-milih, oh itu teman, Istri, atau adeknya sendiri dia akan tegas, tapi harusnya kamu seneng sebab Dimas udah yakinin bunda juga makanya bunda gak marah sama kamu " ujar Elvan membelai sayang rambut sang adik


Dion dan Arga yang memperhatikan kedekatan mereka cuma bisa tersenyum.


" ga gua ke kantor dulu yah, Lo tenang aja kantor aman sama gua " ujar Dion pamit ke Arga.


" ya udah Lo jaga tu baik-baik kantor " ucap Arga


" males ngapain juga gua jagain kantor, Lo pikir kantor bisa jalan sendiri kenapa harus di jaga " ucap Dion sambil bercanda


namun Arga tidak menggubris candaan dari temannya tersebut.


" ya elah sensi amat lu jadi cowok " ujar Dion meninggalkan ruangan tersebut.


"ga, ntar kalau Elma udah bangun Lo panggil dokter biar dia bisa di periksa gimana keadaan nya, terus kandungan nya gimana " ucap Elvan mengingatkan kepada temannya


" Iyah nanti gua panggil"


tinggal lah Elma dan Arga di ruangan tersebut, Arga gang semalam kurang tidur akibat jagain Elma takut Elma kebangun memilih tidur di samping Elma.


" kak gimana keadaan Elma? " tanya Dimas


" eh mas kok balik lagi? " malah Arga nanya balik


" Lo pikir gua bakalan tenang ngeliat Elma di gituin tadi " ucap Dimas


" Elma udah tenang, tuh Sekarang lagi tidur di dalam, eh btw Lo gak ke kantor katanya ada klien mm baru ?"


" iyah cuma udah gua batalin kak, mana bisa gua rapat kalau suasana hati gua kek gini " ujar Dimas menjelaskan.


" iya Lo yang sabar aja, mungkin itu cobaan buat rumah tangga Lo sama dini, dini udah pulang sama bunda ?"


" dini gua anterin ke rumah orang tuanya, biar dia bisa menyadari kesalahannya "


" apa Lo bilang, kenapa kek gitu sih,Lo ada-ada aja dah "


" yah gua anterin dia bukan karena apa-apa kak, gua cuma mau dia menyadari kesalahannya, dan gua juga introspeksi diri disini apa iya gua terlalu menjalankan Elma sehingga timbul kecemburuan dini "


" yah Lo atur aja gimana baiknya rumah tangga Lo, tapi jangan sampai Lo pisah lama-lama sama bini Lo gak baik, malah nanti bukan menyelesaikan masalah malah nambah masalah lagi " ujar Elvan

__ADS_1


" iya kak, ya udah gua liat keadaan Elma dulu " Dimas pun meninggalkan elvan, Elvan pergi ke ruangan nya untuk melihat apakah ada pasien untuk dirinya atau engga.


Elma yang memang udah terbangun hanya tiduran saja tidak mau mengganggu tidur suaminya tersebut.


KLEK...


Dimas membuka pintu ruangan..


Elma yang melihat kakak nya datang lagi cuma tersenyum senang.


" hey dek gimana keadaan kamu Hem ?" tanya Dimas


" Elma udah mendingan kok kak " ujar Elma sambil tersenyum.


" kak, jangan terlalu Deket sama Elma nanti mbak dini marah lagi " ucap Elma ketika Dimas mau memeluk sang adik


Dimas yang mendengar ucapan sang adik seperti itu merasa gak suka.


" apa-apaan sih kamu dek, sini kakak masih kangen " Dimas memaksa untuk memeluk adik nya tersebut.


" kamu itu adek kakak, jadi siapapun gak ada yang pantas untuk marah sama kamu termasuk dini, kalau dini nanti ngomong aneh-aneh kamu gak usah denger ingat itu " Dimas mengingat kan sang adik supaya tidak terlalu mendengarkan omongan dini.


" tapi apa yang dibilang sama mbak dini bener loh kak, kakak terlalu dekat sama aku, kalau menurut aku yah wajar mbak dini jadi cemburu "


" iya Elma paham "


" mana mungkin aku gak perhatian sama kamu dek belum lama kita ketemu kamu malah udah nikah mana harus pisah rumah lagi, rasa kangen kakak sama kamu itu sampai kapan pun gak bakalan hilang-hilang, kalau memang dini cemburu karena itu kakak bisa maklumi tali kalau dia sudah keterlaluan kakak gak terima walaupun itu istri kakak sendiri, harusnya dia senang kakak udah ketemu sama adek kakak yang sekian lama hilang, eh ini malah dia yang membuat masalah " gumam Dimas sambil mengusap-usap punggung sang adik.


" dek kita makan yuk kakak laper tau dari pagi gak sarapan " ujar Dimas mengajak sang adik untuk makan


" em tapi kak Disni kan gak ada makanan " tanya Elma


" Iyah kamu tunggu bentar yah kakak beli makan di luar nanti kakak panggil kak Elvan kamu juga bangunin suami kamu supaya kita bisa makan bareng " ucap Dimas Elma hanya mengangguk saja


" eh kak tunggu "


" apa lagi ?"


" mau nitip ice krim boleh " ujar Elma dengan nada pelan takutnya nanti gak di bolehin

__ADS_1


" hadeh kirain apaan, ya udah nanti kakak beliin yang rasa apa ?" tanya Dimas lagi


" coklat sama strawberry aja kak "


" oke siap laksanakan tuan putri "


Dimas pun menghilang dari balik pintu.


Arga ternyata sudah bangun ketika mendengar Elma ngobrol cuma dia tidak mau menganggu kakak beradik tersebut. Arga memilih pura-pura tidur saja, namun ketika Dimas menyuruh Elma untuk membangunkan Arga, Arga merasa senang apakah nanti di bangunin atau engga, Arga pun sedang menunggu moments tersebut.


" bangunin gak yah ?" tanya Elma seorang diri


" tapi tadi Kak Dimas nyuruh bangunin, ntar kalau aku gak bangunin pasti Kak Dimas mikir aneh-aneh lagi "


Elma pun mencoba membangunkan Arga.


" aku manggil nya apa yah, kalau nama kek nya gak sopan deh, terus apa?" Elma malah bingung sendiri.


" hm kak, kakak bangun " Elma menggoyangkan bahu Arga, Arga yang memang udah bangun dari tadi malah gak mau bangun


" kok susah yah bangunin nya, apa karena semalam dia gak tidur yah " gumam Elma tapi terdengar oleh Arga


Elma lun mencoba membangunkan Arga dengan mengusap bahu suaminya.


" kak bangun, udah siang " ujar Elma sambil mengusap bahu Arga


Arga mau senyum namun takut ketahuan akhirnya Arga membuka matanya seolah-olah dia baru bangun tidur.


" Iyah kenapa? ada yang sakit ?" tanya Arga pura-pura terjadi sesuatu.


" engga ada kak, cuma ini udah siang emangnya kakak gak sholat, Kak Dimas juga lagi beli makan untuk kita makan siang bareng sama kak Elvan sekalian " ujar Elma menunduk entah karena malu atau memang Elma masih takut sama Arga entah lah .


" ya udah kalau gitu kita sholat sama-sama yah " ujar Arga, Elma pun mengangguk mengiyakan.


setelah selesai sholat Dimas dan Elvan pun masuk ke dalam ruangan tersebut.


" dek gimana kamu udah mendingan kan ?" tanya Elvan masih khawatir


" Elma udah gak papa kok, kenapa sih dari tadi itu Mulu pertanyaan nya, capek tau harus jawab itu-itu Mulu " ucap Elma kesal

__ADS_1


" namanya juga orang khawatir yah wajar dek " ucap Dimas


Dimas lun mengeluarkan makanan yang di beli nya tadi, mereka makan siang sama-sama. ketika sedang asik makan datang seseorang mengganggu ketenangan mereka.


__ADS_2