
mau tak mau Elvan pun harus pura-pura ceria di depan adik nya sebenarnya hatinya masih kesal namun bagaimana lagi pikirannya masih terarah ke mama mertua Dimas tadi yang memaki-maki dirinya.
Elma dan juga Arga pun pulang kerumah mami Alda, Elma sudah tidak cemberut lagi sebab dia udah lega dan juga tenang.
mami Alda yang melihat menantu dan anaknya datang merasa senang.
" Alhamdulillah anakku sudah menemukan pendamping yang tepat " gumam mami Alda terus memandangi mereka berdua.
" mami kok senyum-senyum gitu? " tanya Elma heran
" mami senang aja liat kamu dan juga Arga, kalian bahagia terus yah " ujar mami mengelus punggung menantunya
" aamiin mi, makasih yah mi " ucap Elma memeluk mertua nya.
Elma sangat bahagia saat ini sebab di balik kisah hidup nya yang sempat menderita menahan caci makian, dan ejekan orang-orang hingga sekarang Elma menemukan keluarga yang sesungguhnya, Elma juga sudah mendapatkan seorang pendamping yang tulus walaupun awal nya harus banyak drama dulu.
" ya udah kalian istirahat sana, hati-hati Elma jangan buru-buru jalannya sayang, kalau bisa bulan besok kalian pindah kamar aja yah mami gak mau nanti terjadi apa-apa sama kamu " ujar mami memberi saran untuk Elma supaya pindah kamar
" Iyah mami " Arga dan Elma pun memutuskan untuk ke
kamar nya.
setibanya di kamar Arga langsung memeluk istrinya dari belakang, Elma yang mendapat serangan mendadak kaget.
" bentar aja pengen kek gini dulu " ujar Arga memeluk istri nya dengan erat dan juga mencium bahu sang istri.
" makasih yah kamu udah mau memilih aku menjadi suami kamu, imam kamu, ayah untuk calon anak kamu " ujar Arga
" Iyah mas sama-sama, aku juga makasih sama kamu karena kamu udah mau memilih aku sebagai istri kamu, dan juga menjadikan aku ibu untuk anak-anak kamu aku bahagia, aku sayang kamu, kamu jangan nakal yah aku gak mau rumah tangga kita di ganggu sama pelakor " ucap Elma
Arga yang mendengar ucapan istri nya hanya tersenyum senang Arga tau kalau istri nya itu sedang cemburu.
__ADS_1
" iya sayang aku jamin gak akan ada yang namanya pelakor dalam hubungan kita percaya sama aku " Arga membalikkan badan istri nya dan memeluk nya dengan sayang.
DI KEDIAMAN TIO
Mia sudah sangat frustasiasi dengan keadaan nya sekarang ini, Dimana suaminya di penjara, di hukum seumur hidup, Mia bingung bagaimana hidup nya tanpa suaminya nanti, karena bingung akhirnya Mia mengakhiri hidup nya dengan cara gantung diri.
pagi itu dini dan juga Dimas sedang sarapan di ruang makan namun mama nya belum kunjung keluar dari kamar, Dini pun khawatir dengan sang mama akhirnya Dini memutuskan untuk melihat mama nya ke dalam kamar nya, namun ketika Dini membuka pintu kamar tersebut alangkah kaget nya dini melihat mama nya sudah tergantung.
" masssssssss " teriak dini dari dalam kamar mamanya
Dimas yang mendengar teriakan dari istri nya pun kaget dan segera menyusul istri nya.
" kenapa Din ?astagfirullah mama " Dimas pun teriak histeris melihat mertua tergantung
" mas ini gimana aku gak tau harus melakukan apa mas " ujar dini panik dan juga nangis
" sayang kamu gak usah panik kamu telepon ambulans Sekarang, aku akan nelpon kak Elvan dulu kamu jangan panik yah " Dimas berusaha menenangkan istri nya
tak lama setelah itu Elvan dan juga bunda Eva datang kerumah Dini, melihat Mia mati tergantung seperti itu membuat bunda Eva sock dan kaget tak mereka tak percaya Mia akan mengakhiri hidup nya dengan cara seperti ini.
setelah polisi datang mereka segera menurunkan jasad Mia untuk segera di otopsi, sebenarnya Dimas dan dini gak mau kalau mama nya di otopsi namun karena ini dia meninggal seperti ini akan menjadi pertanyaan polisi mau tak mau akhirnya jasad Mia pun di bawa kerumah sakit.
karena memang gak ada yang Janggal dan Mia memang mati gantung diri akhirnya jasad nya segera di bawa pulang untuk di semayamkan.
Alana yang memang gak tau apa-apa dengan langkah sombong memasuki rumah nya namun Alana seketika di buat kaget dengan banyak nya orang dirumah nya, belum lagi ada bendera kuning, ini maksud apa siapa yang meninggal.
karena penasaran akhirnya Alana buru-buru masuk ke dalam rumah dan melihat sudah banyak orang berkumpul dan sedang membaca Yasin, Alana memperhatikan satu persatu namun seketika Alana sadar bahwa mama nya gak ada di Antara kerumunan orang yang membaca Yasin.
" kalau mama gak ada berarti? oh tuhan gak mungkin mama " ujar Alana
Alana segera berlari dan membuka kain penutup jasad tersebut seketika tangis nya pecah melihat orang yang tengah terbaring di kasur dengan wajah pucat.
__ADS_1
" gak mungkin mama, mama please bangun mama pasti bercanda kan mama, kenapa mama pergi ninggalin Lana ma hiks hiks " tangis Alana pecah ketika melihat wajah pucat mama nya.
dini yang melihat kakaknya menangis histeris seperti itu segera mendekati nya.
" kak " ketika dini ingin memeluk kakak nya Alana pun langsung mendorong dini dengan keras dan membuat dini langsung jatuh terduduk.
Dimas yang melihat dini jatuh segera bangkit untuk menolong istri nya tersebut Dimas cuma diam dan gak mau ribut sebab sudah banyak yang datang untuk melayat.
Elma dan Arga yang mendapat kabar dari Elvan segera menyusul ke rumah Dini, tak lupa juga mami Alda dan juga Dion, Rama pun datang.
Alana yang melihat Arga datang langsung memeluk Arga dan menangis di pelukan Arga.
Elma yang melihat kelakuan Alana cuma bisa menahan sabar dan juga sedikit rasa cemburu
Elvan yang melihat Elma cemburu segera menghampiri nya, Elvan merangkul adik nya namun tangannya segera di tepis oleh Elma.
Arga yang menyadari kecemburuan Elma segera melepaskan pelukan Alana.
" tolong jaga sikap " ujar Arga dingin dan segera melepaskan tangan nya
Arga duduk dekat Elma namun Elma malah menjauh duduk di dekat mami mertuanya.
mami Alda menyadari kecemburuan menantunya. namun mami Alda cuma diam saja dulu sebab saat ini tidak baik kalau membicarakan soal kecemburuan.
Alana dengan tak tahu malu nya malah duduk di dekat Arga dan menyandarkan kepalanya ke bahu Arga.
setelah selesai pemakaman Mia mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah dini dulu Alana masih saja lengket dengan Arga.
" mbak dini, mbak yang sabar yah ingat mbak gak akan sendirian kok ada aku, ada bunda, mami Alda juga ada nih " ujar Elma menyemangati kakak ipar nya tersebut.
" iya El makasih yah " ucap dini berusaha tersenyum...
__ADS_1