
" cih bilang aja Lo kangen sama gua iya kan " ujar Arga dengan percaya diri
" cih ngapain juga gua kangen sama Lo gak banget " ujar Rama
" mami kenapa gak bilang kalau mau kesini ?" tanya Elma
" iya mami lupa sayang, sebab terlalu bersemangat mau kesini " ujar mami sambil tersenyum
" oh iya ini mami bawain kamu buat tadi, kamu makan yah " ujar mami basi basi
Elma yang awal nya mau memakan buah malah melihat tomat, Elma berlari menuju wastafel dan muntah lagi, Arga yang paham Langsung menyusul Elma dan mengelus tengkuknya.
hueekk,,,
hueekk,,,
Elma pun mual lagi dan memuntahkan isi perutnya lagi.arga yang tidak tega melihat istri nya muntah lagi merasa sedih.
" kenapa dengan istri kamu nak, apa yang membuat Elma muntah ?" tanya mami bingung
" Elma gak suka sama buah tomat mi, kalau dia liat tomat malah muntah " ujar Arga menjelaskan
" ya Allah nak, mami gak tau kalau kamu gak suka sama tomat " ujar mami Alda merasa bersalah
" gak papa mi, mami gak salah, saya juga gak bilang sama mami kalau Elma gak suka buah tomat " ujar Arga
mami Alda segera mengambil air minum dan memberikan kepadanya Elma
" nak minum dulu " mami Alda menyodorkan air minum ke Alda
Elma pun meminum air yang di beri oleh mertua nya tersebut.
Arga terus memijit tengkuk leher, Arga sedih melihat Elma terus-menerus memuntahkan makanan yang di makan nya tadi.
Elma pun terduduk lemas setelah memuntahkan isi perutnya tersebut.
Arga yang tidak tega melihat Elma terduduk lemas mengendong nya ke sofa supaya Elma bisa istirahat.
Elma pun gak bisa menolak ajakan Arga sebab dirinya sudah sangat lemah.elma pun memeluk erat Arga entah kenapa dia merasa sangat nyaman dan tidak muntah-muntah lagi.
" gimana masih lemes ?" tanya Arga mengelus kepala Elma yang di tutupi hijab nya
Elma pun hanya mengangguk dan memejamkan matanya
mami yang melihat perhatian Arga ke Elma cuma bisa tersenyum ternyata benar kalau pilihan Arga memang yang terbaik untuk dirinya
__ADS_1
" gimana nak apa masih pengen muntah ?" tanya mami dengan nada khawatir
" Elma gak papa Mi, itu efek liat tomat aja tadi, entah kenapa setiap liat tomat, mencium aroma tomat Elma malah mual " ujar Elma menjelaskan kepada mertua nya
" itu karena kamu lagi hamil sayang, makanya kek gitu, memang kalau wanita hamil ada aja yang tidak di sukai nya, bahkan ada juga ketika dia yang dulunya tidak suka sama sekali eh pas dia hamil dia malah mengidam kan itu " ujar mami menjelaskan
Arga masih saja memijat tengkuk elma, Elma sebenarnya mau protes cuma gak enak ada mertua dan kakak ipar nya..
" kalau kamu sudah agak tenang ya udah mami pamit pulang dulu yah nak " ujar mami sebab hari juga sudah magrib sebentar lagi akan masuk waktu sholat
" eh kok cepet pulang nya mi, apa karena Elma muntah-muntah tadi ?" tanya Elma dengan nada sedih
" eh bukan kek gitu nak hari juga udah sore kak Rama juga ada keperluan lain, kalau mami kangen kan mami bisa datang kesini lagi " ujar mami sambil tersenyum membelai pipi menantu nya
" maaf yah mi gara-gara Elma muntah tadi mami gak lama disini soal nya " ujar Elma merasa tidak enak
" engga papa sayang, mami maklum kok ibu hamil memang seperti itu " ujar mami Alda
" ya udah mami pamit yah " Elma pun memaksakan diri untuk berdiri supaya bisa mengantar mami nya untuk ke depan.
setelah kepergian mertua dan kakak ipar nya Elma jutek lagi masuk ke dalam kamar segera mandi dan berwudhu.
" kita sholat jama'ah yok ?" ajak Arga
Elma yang awalnya mau menolak seketika ke ingat sama amanah almarhum ayah ibu nya yang mengatakan gak baik membantah suami, kalau mau sholat bersama gak boleh nolak akhirnya mau tak mau Elma pun mengiyakan untuk ikut sholat berjamaah.
" ya udah ayok " ujar Elma jutek
Arga pun tersenyum senang, dia bersyukur sebab semakin kesini Elma sudah tidak terlalu jutek lagi.
" ternyata begini rasanya di imamin sama suami " gumam Elma setelah selesai sholat
dengan agak ragu Elma mengambil uluran tangan suaminya
dengan ragu Elma menyalami tangan sang suami, Arga pun mencium kening istri nya agak sedikit lama. Elma pun membiarkan saja.
" makasih udah mau jadi istri aku, aku bersyukur banget dan maaf atas kesalahan yang ku perbuat " ujar Arga sambil mengelus pipi sang istri.
Elma yang di perlakukan seperti itu malah jadi salah tingkah dan pipi nya merona.
Elma pun tak menanggapi ucapan dari Arga, Elma bangkit dan duduk di sofa di dalam kamar, entah apa yang ada di pikiran nya Arga yang melihat tingkah laku Elma segera menyusul nya dan duduk di samping nya
" apa ada yang salah dengan ucapan aku tadi ?" tanya Arga mana tau ada ucapan Arga yang membuat dirinya sedih
Elma cuma menggelengkan kepalanya pertanda dia baik-baik saja.
__ADS_1
" kalau memang ada yang mau kamu bilang bilang aja gak papa aku siap buat dengarin ucapan kamu kok " ujar Arga
Elma hanya diam saja dan enggan untuk bicara, Arga pun tak mau menanyakan hal lebih takutnya nanti Elma tambah marah sama dia.
" makan yok " ajak Arga
Elma lun menuruti saja kemauan suaminya ketika di ajak makan Elma pun mengikuti.
ketika Elma mau mengambil makanan Arga sudah lebih dulu mengambil nya
" ini udah aku ambilin " Arga menyodorkan piring yang sudah berisi ke Arga Elma
Elma pun mengambil piring yang di sodorkan oleh Arga
" makasih " ujar Elma tersenyum tipis
Arga pun membalas senyuman Elma, Arga pun mengambil nasi nya sendiri dan mereka pun makan dengan diam sibuk dengan pikiran masing-masing.
ketika mau tidur Elma bingung apakah mereka akan tidur satu ranjang sebab di apartemen nya cuma ada satu ranjang.
" kamu udah ngantuk ?" tanya Arga
" iya ngantuk " ucap Elma masih jutek
" ya udah kalau kamu udah ngantuk kamu tidur aja " ujar Arga menyuruh Elma tidur
" anda mau tidur dimana ?" tanya Elma bingung mau manggil Arga apa
" kalau kamu gak mau satu ranjang sama aku aku nanti tidur di sofa aja " ujar Arga menunjuk sofa yang ada di kamar nya
Elma melihat sofa kalau untuk tidur kayanya gak akan nyaman
" apa aku jahat kalau gak bolehin suami aku sendiri tidur di sofa, apa aku akan menjadi istri Durhaka ? " tanya Elma dalam hati
" ya udah anda tidur di ranjang aja " ucap elma
" apa kamu mau tidur satu ranjang sama aku ?" tanya Arga memastikan, Elma pun hanya mengangguk meng iyakan
Arga pun gak kalah senang ketika mendengar ucapan istrinya yang membolehkan dia tidur dekat istri nya.
makasih sudah baca cerita aku sejauh ini, aku berterimakasih buat kalian semua.
jangan lupa like,komen dan vote yah kakak²
salam sayang untuk kalian semua.
__ADS_1