
bunda Eva lalu berdiri dan pergi meninggalkan rumah keluarga Tio, Dini semakin tak karuan ketika mertua nya akan melaporkan kasus nya ke polisi.
" ma ini gimana kalau beneran keluarga mas Dimas laporin papa ke polisi terus kita gimana ma ?" tanya Dini panik
" udah kamu gak usah pikirin mama yakin kalau Dimas gak akan tega laporin papa kamu ke polisi apalagi sekarang kamu lagi hamil, memohon saja sama Dimas supaya dia mencabut tuntutan nya tersebut"
" mama, tapi Dini gak hamil, kalau nanti Dimas maksa Dini buat periksa bagaimana? apa mama lupa kalau kak Elvan itu seorang dokter " ucap Dini
" oh iya mama Hampir lupa " keluh mama Mia
" terus kita harus bagaimana ma " ujar Dini.
" mama juga gak tau, kamu juga tau kan kalau mama bahas masalah itu pasti papa kamu akan marah sama mama , mama juga capek menghadapi papa kamu yang keras kepala itu " ujar Mia
" ya udah kita tunggu aja dulu, apa iya keluarga Dimas laporin papa atau engga " ucap Mia meninggalkan Dini sendirian di ruang tamu.
Dini yang ditinggal sendirian oleh mama nya malah semakin bingung.
" apa aku ke kantornya mas Dimas aja yah, biar aku omongin masalah ini baik-baik, tapi kalau mas Dimas gak mau ketemu sama aku gimana yah " Dini terus mondar mandir mencari cara supaya pala nya tidak di laporkan ke polisi.
dini pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya, terserah nanti kalau suaminya marah yang penting sekarang Dini mau memperbaiki semuanya dengan sang suami.
tanpa pamit sama mama nya Dini keluar dari rumah nya seorang diri.
tak butuh waktu lama Dini tiba sampai di kantor suaminya tersebut. tanpa menunggu persetujuan dulu Dini sudah bebas keluar masuk dari kantor tersebut sebab dia sudah di kenali di kantor itu dengan julukan istri bos nya.
" assalamualaikum " dini membuka pintu ruangan suaminya namun dini kaget sebab suaminya sedang bersama perempuan lain di ruangan tersebut.
" eh maaf aku ganggu, aku keluar dulu " namun sebelum Dini keluar dari ruangan tersebut tangannya di cegat oleh Dimas
__ADS_1
" mau kemana ?" tanya Dimas menarik tangan istri nya masuk lagi kedalam
" gak enak ganggu kamu, seperti nya kamu lagi sibuk yah ?" tanya Dini.
" gak ada yang ganggu kok, sini " Dimas pun menyuruh istri nya duduk di sampingnya, namun Dimas tidak melepaskan genggaman nya dari tangan Dini.
" seperti nya saya yang menganggu disini, kalau gitu kita lanjut lagi lain hari yah " pamit perempuan tersebut
padahal dalam hari wanita tersebut kesal sebab kenapa istri nya cepat datang.
setelah kepergian wanita tadi Dimas langsung melepaskan genggaman nya dari sang istri.
dini yang mendapat kan perlakuan seperti itu merasa sedih ternyata suaminya masih marah terhadap dirinya.
" mas, maaf, aku Kesini cuma mau minta maaf sama kamu, aku tau apa yang aku lakuin itu udah salah, aku minta maaf, tapi yang perlu kamu ingat aku gak pernah tau kalau itu semua adalah rencana papa " ujar dini menjelaskan.
Dimas cuma diam tanpa menjawab dari ucapan sang istri. dini yang melihat suaminya hanya diam segera menghampiri dan memeluk nya dari belakang.
" mas jawab dong jangan diam aja, kalau kamu marah sama aku bilang jangan diam kek gini aku gak suka " hiks hiks hiks dini terus menangis
Dimas yang tidak tega melihat istri nya menangis menariknya ke depan dan memeluk nya dari arah depan.
Dimas pun langsung memeluk istrinya dan menenangkan nya.
" udah jangan nangis lagi " Dimas mengelus rambut istri nya supaya tenang dan tak lama dari itu dini pun mulai tenang .
" udah yah, gak udah nangis "
Dini pun akhirnya berhenti menangis.
__ADS_1
" mas, kenapa diam " ucap dini lagi
"tadi kenapa kamu larang aku pergi pas ada perempuan tadi terus Sekarang disaat perempuan itu pergi kamu langsung menghempaskan tangan aku begitu aja, kamu marah ?" tanya dini
" menurut kamu, apa yang kamu lakuin itu, apa yang papa kamu lakuin itu apa aku gak boleh marah, apa aku harus diam dan seolah tidak terjadi apa-apa begitu kah? "
" Bu,,,,,bukan begitu mas, aku pikir setelah aku kesini kita bisa memperbaiki semuanya, aku mau kita kek dulu mas, bukan seperti ini diam-diaman" ujar dini
" yang membuat aku mendiami kamu siapa, yang buat aku marah kamu siapa, , kamu tau kan sifat aku kek mana, harusnya kamu jujur dari awal sama aku, yang paling aku kesel sama kamu itu kamu tega hampir membunuh anak dari Elma disitu aku kek udah gak kenal kamu, aku kecewa berat sama kamu " ujar Dimas mengeluarkan sakit hatinya.
" mas maaf " Dini pun menunduk menyesali perbuatannya yang telah di lakukan nya.
" terus kamu kesini mau apa, emang mau ngomong kalau kamu salah atau mau ngomongin masalah papa kamu yang terlalu pintar itu " ucap Dimas dengan nada mengejek
" aku kesini memang mengakui kesalahan aku, aku gak mau terlalu lama diam-diaman sama kamu, terus masalah papa aku juga minta maaf, mungkin bener papa sudah terlalu jahat dalam bertindak sehingga membuat keluarga mas jadi sedih, aku minta maaf " ujar Dini
" emang kamu pikir gampang memaafkan kesalahan yang telah di perbuat oleh papa kamu, kamu tau aku kehilangan adek aku selama 20 puluh tahun, ingat itu 20 tahun emang kamu pikir dalam 20 tahun ini sebentar seperti 2 Minggu ha, papa kamu itu egois keras kepala, mementingkan diri sendiri, dan setelah adek aku ketemu papa kamu malah punya rencana ingin membuat Adek aku gila, kamu juga ikut-ikutan menyebut adek aku gila, apakah semudah itu memaafkan, aku bukan tuhan yang bisa memaafkan kesalahan hambanya, aku cuma manusia biasa yang juga punya rasa sakit hati dan juga dendam ingat itu, aku memang suami kamu, tapi kamu gak bisa ngehargai aku sebagi suami " ucap Dimas
" aku juga sebenarnya tau kalau kamu gak hamil "
deg,,,,,
mata dini membulat sempurna ketika dia tau kalau Dimas mengetahui semuanya.
" benar kan apa yang aku bilang kalau kamu itu pura-pura hamil, ini aku yang bodoh atau memang permainan kamu yang kurang cantik Hem " Dimas mencengkram dagu sang istri.
" ma,,,,,mas, kamu tau dari mana, kalau aku cuma pura-pura hamil ?" tanya dini gugup
" semua orang juga tau kali kalau kamu itu gak hamil, mana ada seorang wanita hamil tega membunuh wanita hamil lainnya, apa memang papa kamu gak bolehin kamu hamil anak keturunan dari keluarga aku HM " tanya Dimas lagi
__ADS_1
dini pun tak bisa mengelak lagi semua ga sudah di ketahui oleh suaminya sendiri, niat hati dini ingin jujur namun suaminya sudah tau duluan ternyata.