
Bab 28
sah
ujar para undangan yang hadir. Arga pun tak kuasa menahan harus nya dia menangis di pelukan sang kakak nya.
Rama pun cuma bisa mengelus bahu sang adik...
Elma pun di jemput oleh bunda Eva dan dini, Elma memakai gaun pengantin yang tertutup dan Elma menggunakan hijab, sebab itu amanat dari mendiang ibu nya dulu, dan Elma melakukan ny tepat di hari pernikahan nya.
pikiran Elma terus terfokus kepada perut nya apakah ada reaksi atau engga. namun nihil gak ada reaksi apa-apa.
" CK kata mbak nya obat nya manjur tapi ini apa, udaah jalan sejauh ini gak ada reaksi apa-apa" gumam Elma
Elma terus di tuntun oleh bunda dan kakak ipar nya menuju altar tempat suaminya ijab qobul tadi, Elma cuma risih aja sebab di lihat banyak orang.
Beda lagi dengan Arga, ketika melihat Elma turun dari kamar ny Arga di buat terpana oleh penampilan Elma yang anggun serta mengenakan hijab, Arga pun terus menatap Elma dengan tatapan kagum.
" Ehem fokus amat liat adik gua " ujar Elvan sambil menyenggol bahu Arga
Arga yang mendengar ucapan dari temannya cuma bisa tersenyum
Orang yang di ruangan tersebut terus menatap Elma dengan tatapan kagum belum lagi orang-orang yang menghinanya dulu sekarang tidak bisa bicara apa-apa lagi sebab apa yang di tuduhkan ke Elma semuanya tidak ada yang benar.
Setelah sampai di hadapan Arga, Elvan pun menyuruh Elma untuk menyalami tangan suaminya, dengan tangan gemetaran Elma berusaha menyambut salam dari Arga, sebenarnya Elma malas untuk menyalami Arga tapi mau gimana lagi kalau Elma gak lakukan pasti orang di dalam ruangan ini akan berfikir yang enggak-enggak.
Arga pun mencium kening Elma dan sontak membuat Elma terkejut dan langsung menjauhi kepalanya dari bibir Arga.
" Alhamdulillah sekarang kalian telah resmi jadi suami istri, buat Lo ga gua pesen sama Lo jaga adek gua, Lo tau kan apa yang terjadi kalau Lo sampe nyakitin hati adik gua " ujar Elvan sedikit mengancam
" CK Lo tenang aja gua akan jagain adik Lo ini, dan gua gak akan nyakitin dia percaya sama gua " ucap Arga sambil menggenggam tangan elmaa
__ADS_1
Elma yang di pegang tangannya oleh Arga Sontak kaget dan langsung melepaskan genggaman nya.
" CK Lo itu Sekarang panggil gua kakak, sebab gua ini Sekarang kakak ipar Lo ingat itu " ucap Elvan sambil bercanda.
Acara demi acara telah selesai, Elma yang sudah kecapean pamit ke kamar nya sebab badan nya terasa lelah.
" Kak Elma ke atas dulu yah capek " ujar Elma pamit ke kakak nya
" Ya udah kamu ke kamar aja pasti kamu capek, tapi jangan lupa bawa suami kamu ini " ujar Elvan menunjuk ke arah Arga
Elma pun berhenti sejenak dan berbalik
" Ya udah ayok ke kamar " ujar Elma jutek
Bunda cuma bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elma yang tidak sopan ketika mengajak suaminya seperti itu.
" Ya udah Bun, Van, Dimas, dini aku ke kamar dulu yah " ujar Arga agak kaku sebab ini pertama kalinya dia berkumpul sama keluarga Elvan.
" Ya udah Lo sana naik, tapi kalau Elma agak jutek sama Lo Lo maafin aja yah, Lo tau kan dia masih belum bisa maafin elo " ujar Elvan mengingatkan Arga pun mengangguk dan berjalan menuju ke kamar Elma.
Arga mengetok pintu kamar Elma namun belum di buka juga Arga mencoba mengetok lagi setelah agak lama akhirnya Elma membuka pintu nya.
Pertama kali masuk ke dalam kamar nya Arga di buat kagum dengan desain kamar Elma, belum lagi banyak bunga mawar putih di kasur berbentuk love, lampu remang-remang.
Arga pun memutuskan untuk mandi sebab badan nya merasa gerah dan juga lengket tanpa banyak bicara Arga masuk ke dalam kamar mandi.
20 menit berlalu Arga pun sudah selesai dengan rutinitas mandi nya namun baru keluar dari kamar mandi Arga kaget sebab kamar nya sudah tidak ada lagi bunga mawar putih, tidak ada lagi lampu remang-remang, yang ada hanya lampu terang dan ranjang yang seprai nya putih polos .
" Kemana pergi bunga tadi, terus siapa yang beresin ini semua ?" Tanya Arga bingung
" Saya yang beresin kenapa emangnya, apa anda mau malam ini malam pertama menikmati lampu remang-remang tadi terus tiduran di atas mawar tadi iya " ucap Elma dengan nada tidak suka
__ADS_1
" Bukan kek gitu aku cuma kaget aja cepat banget kamu ngerjain itu semua " Arga berusaha bicara pelan-pelan.
" Saya bukan cewe Manja apa-apa harus di tolong " ujar Elma tambah jutek
Arga pun bingung harus ngomong apa lagi sebab ngomong pun di rasa serba salah pikir Arga.
Elma pun bangkit dari ranjang nya membawa .bantal dan selimut, Arga pun heran melihat Elma
" Kamu mau kemana bawa selimut dan bantal " tanya Arga bingung.
" Saya mau tidur di sofa saya gak bisa satu tempat tidur dengan anda apalagi emang mau tidur sama wanita muraha* yang tubuh nya di jamah sama om-om " ucap Elma berjalan ke sofa dan tidur membelakangi Arga
Arga pun terdiam bingung mau ngomong apa lagi, menurutnya apa pun yang di ucapkan semua nya salah .
" Kamu aja yang tidur di kasur biar aku di sofa, kamu kan lagi hamil takut nya nanti kamu gak nyaman tidur nya " ujar Arga menyuruh Elma tidur di di kasur
" Apa peduli anda " tanya Elma judes
Arga yang geram mengepalkan tangannya, Elma benar-benar menguji kesabaran nya.
" Ya udah kalau kamu gak mau tidur di kasur baik lah berarti kita berdua akan tidur di sofa " ujar Arga
Elma pikir Arga cuma bercanda, Elma pun taak ambil pusing melanjutkan tidur nya, namun belum tertidur lelap tiba-tiba sofa nya bergerak dan benar saja Arga duduk di bawah kaki Elma.
Elma pun kaget dan langsung duduk.
" Mau ngapain disini ha, kan saya udah bilang anda tidur disana saya di Sani apa susah nya coba " kesal Elma ngomel-ngomel.
" Kan aku minta kamu tidur di kasur biar aku yang di sofa, aku tau kesalahan aku gak akan pernah bisa kamu maafkan dengan cepat, tapi bisakah kamu menghargai aku sebagai suami kamu ?" Tanya Arga tiba-tiba
Elma yang mendapat pertanyaan seperti itu tidak bisa menjawab apa-apa lagi, Elma bangkit dari sofa lalu berjalan ke ke ranjangnya dan tidur menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut
__ADS_1
Arga cuma memperhatikan Elma lalu berkata dalam hati segitu besar kah kesalahan yang di lakukan dirinya sehingga Elma sangat jijik dan membenci nya.