
Bab 22
Elma pun mencari sesuatu untuk meyakini dirinya di culik atau gimana.
Elma pun melihat satu kertas yang terselip seperti nya memang sengaja di sembunyikan, Elma pun mengambil kertas tersebut dan membaca nya.
" Surat adopsi " ujar Elma membacanya.
Elma pun membaca nya surat adopsi tersebut dengan perlahan.
" Jadi ayah sama ibu adopsi aku dari orang tua yang namanya ibu Farah dan bapak Herman, apa mereka yah yang menculik aku terus mereka menyerahkan aku untuk di adopsi sama ayah ibuk " gumam Elma
Elma pun mencari kalung yang bernama Alice untuk memastikan diri nya anak bunda Eva atau bukan.
Elma pun mencari-cari sehingga pakaian yang ada di lemari sudah berantakan
" Aku yakin dulu ibu menyimpan nya disini, tapi kok gak ada yah, atau aku yang carinya kurang teliti " ujar Elma ngomong sendirian.
Elma terus membongkar lemari almarhumah ibu nya untuk memastikan semua nya.
Elma melihat kotak kecil di suruh lemari
" Apa itu yah " tanpa pikir panjang Elma pun mengambil kotak kecil tersebut dan benar saja isinya kalung yang ada liontin yang bernama Alice.
Elma pun tau kalau dirinya tidak punya kakak yang bernama Alice, itu cuma akal akalan orang tuanya untuk menutup kebenaran.
" Aku seneng kalau aku di pertemukan lagi dengan keluarga ku yang sebenarnya tapi aku malu sebab keluarga aku dari keluarga terhormat sedangkan aku, cewe kotor yang sudah di nodai oleh laki-laki brengse* " umpat Elma
Elma pun menghapus air matanya, Elma pun memutuskan untuk pulang kerumah bunda nya, tidak lupa juga sebelum pergi dari rumah Kak Elma pun menutup pintunya kembali.
Ketika Elma mau pulang ke rumah bunda Elma malah tidak sengaja bertemu dengan Arga laki-laki yang tidak ingin dilihat oleh Elma di dunia ini.
Elma pun merasa takut dan bayangan malam itupun teringat lagi olehnya, harga yang melihat Elma merasa senang sebab Elma sudah jauh lebih baik sekarang
" Elma " kaget Arga tidak sengaja ketemu dengan nya
__ADS_1
Elma yang memang takut memilih pergi dan sedikit berlari karena Elma takut Arga akan menyakiti nya kembali.
Arga yang melihat Elma menjauh dan takut kepada nya merasa sedih.
" Segitu gak inginnya kamu Deket sama aku, sampai melihat aku kamu sudah seperti melihat monster " gumam Arga sedih melihat punggung Elma semakin menghilang.
" Lo yang sabar aja, suatu saat pasti Elma mau maafin lu " ujar Dion sambil menepuk bahu temannya.
Elma pun berhenti di taman yang tak jauh dari rumah nya, Elma duduk sebentar di taman tersebut sambil melihat anak-anak sedang bermain, ada yang bersama keluarga, ada pasangan muda mudi dan banyak lagi.
Arga yang awal nya mau pulang malah mampir di taman untuk menenangkan dirinya, sekalian berfikir bagaimana caranya supaya bisa membuat Elma luluh dan mau memaafkan nya.
Arga pun tak sengaja melihat Elma yang sedang duduk di pojokan seorang diri. Tatapan nya lurus ke depan entah apa yang di lihat nya, yang ada cuma air kolam di depan nya.
Arga memilih menyusul Elma mana tau Elma mau ngomong sama dia,
" Hay, boleh aku duduk disini " ujar Arga mengagetkan Elma.
Elma yang melihat Arga di samping nya langsung panik dan memilih pergi
Elma menghempaskan tangan Arga dengan sekuat tenaga nya, awal nya Arga menahan dengan kuat tapi Elma terus berontak karena Arga tidak tega akhirnya Arga lun melepas cengkraman nya dari tangan Elma.
" Sampai kapan kamu mau menjauh dari aku " ujar Arga berteriak sebab Elma sudah lari
Elma tidak menanggapi ucapan Arga dan memilih pergi.
" Akhhhhhhhh " teriak Arga prustasi
Akhirnya Elma sampai di rumah namun wajah cemas nya tidak bisa di sembunyikan nya, bunda yang melihat Elma datang dalam keadaan cemas seperti itu mengerutkan keningnya.
" Elma kenapa nak, ada apa ?" Tanya bunda .
Elma yang melihat kalau itu bunda nya langsung memeluk bunda nya dengan erat tanpa terasa Elma menangis.
" Kenapa saya cerita sama bunda " ucap bunda eva lagi
__ADS_1
" Elma sudah tau semua nya Bun " ucap Elma tiba-tiba
Elma pun mengeluarkan kalung yang di pakainya sewaktu kecil, terus berkas-berkas tanda dia di adopsi
Bunda pun mengambil berkas tersebut dan membaca nya.
" Jadi Farah sama Herman yang melakukan ini semua " ucap bunda Eva sedih
" Emang bunda kenal sama mereka"tanya Elma memastikan
" Farah itu adek nya ayah kamu, bibi kamu itu selalu iri sama ayah kamu, apalagi usaha ayah kamu semakin berkembang mereka tambah iri " ujar bunda menjelaskan.
" Tega bener mereka sama kita Bun " ucap Elma sedih
" Ya udah sayang lupain aja, yang penting sekarang kamu udah kembali, lagian bibi sama paman kamu juga udah gak di sini mereka di bawa sama kakek nenek ke luar negri terus gak di bolehin balik ke sini lagi jadi kamu gak usah khawatir yah " ucap bunda membelai rambut Elma dan menenangkan anak nya tersebut.
" Oh iya tadi bunda liat kamu mukanya ke cemas gitu ada apa ?" Bunda menanyakan lagi kenapa Elma panik
" Oh itu, tadi pas Elma mau pulang Elma ketemu sama laki-laki yang buat Elma jadi kek gini, dia ngejar Elma Elma takut " ucap Elma menjelaskan kepadanya sang ibu
" Kamu gak usah khawatir, ingat asa kak Elvan sama Dimas yang bakalan jagain kamu jadi kamu gak usah khawatir yah, lagian Arga itu anak nya baik kok nak, bunda kenal baik sama dia, mungkin dia kek gitu ke kamu karena dia punya alasan " ujar bunda lagi menjelaskan
" Tapi Elma tetap aja takut Bun " ucap Elma
" Iyah bunda paham kok, tapi kamu gak boleh terlalu larut dalam masalah itu nak, Arga juga sudah mengakui kesalahannya, dia benar-benar menyesal sudah berbuat seperti itu sana kamu " ucap bunda
" Udah yah kamu gak boleh banyak pikiran yok sekarang masuk ke rumah " ucap bunda membawa anak nya masuk ke dalam rumah.
Pagi harinya ketika elma bangun dia merasa badan nya kurang enak dan juga mual.
Elma pun dengan lemas melangkah kan kaki nya menuju ke meja makan ternyata disana semua orang sudah berkumpul sedang menunggu dirinya.
" Maaf yah Elma telat bangun nya " ujar Elma
" Iyah gak papa kok, ya udah yok sarapan " ujar Elvan mengajak mereka untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Namun ketika Elma memasukkan makanan ke dalam mulut nya Elma malah memuntahkan nya kembali sontak membuat mereka yang berada di sana menatap Elma.