ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 42


__ADS_3

" bunda tenang aja, Dimas gak akan melakukan sesuatu yang di benci sama Allah, Dimas cuma mengantar nya pulang pulang ke rumah nya aja, biar dia bisa merenungi kesalahan yang telah dia perbuat " ujar Dimas.


" ya udah Dimas pergi dulu Bun " Dimas pun pergi


dini dengan terpaksa mengikuti sang suami, dini takut apakah nanti dia di rumah akan kena marah juga, atau bahkan akan lebih parah.


" assalamualaikum, pa, .ma " ujar Dimas setibanya di kediaman mertuanya


" waalaikumsallam nak, eh kalian berdua yok duduk dulu " ucap mama mia mertua Dimas


" maaf ma, Dimas gak lama, Dimas cuma mau nganterin dini aja, habis itu Dimas balik lagi " ucap


mama Mia yang mendengar ucapan Dimas sedikit heran, apa maksud dari ucapan menantu nya tersebut.


" maksud kamu apa nak, mama gak ngerti ?" tanya mama Mia bingung


" gini ma, Dimas titip Mia disini dulu biar dia bisa menyadari kesalahannya " ucap Dimas menjelaskan.


" memangnya dini ada buat salah sama kamu, kesalahan apa yang dia perbuat sehingga kamu membawa nya pulang ke sini ?" tanya mama Mia dengan nada kurang suka


" mama mau tau kesalahan anak mama, dia mencoba membunuh anak yang ada di dalam kandungan adik aku, memang gak secara langsung cuma perbuatan nya itu sudah hampir membuat adik saya kehilangan anak nya " ujar Dimas menjelaskan.


" mas aku kan udah bilang aku cemburu, aku khilaf, aku juga udah minta maaf kan sama Elma " ucap dini membela diri di depan mama nya.


" meminta maaf dengan mengatai adek aku gila iya " bentak Dimas


" kan memang bener adek kamu itu gila kan, apa lagi yang mau di sembunyikan semua orang juga tau kalau adik kamu itu gila " ini menekankan kata gila tersebut.


Dimas yang sudah sangat emosi hampir mau menampar dini.


" dini,,,,,,,,, " bentak Dimas sambil mengangkat tangannya ingin menampar istri nya tersebut.


dini yang melihat kemarahan Dimas langsung tertunduk lemas.


" Dimas udah kamu sekarang pulang dulu, kalau memang itu permasalahan kalian, biar dini disini dulu biar mama nanti nasehatin dia " ucap mam mertua nya tersebut.

__ADS_1


" ya udah ma Dimas pergi dulu " ujar Dimas pamit ke mertua nya, namun ketika dini menyalami tangan Dimas, Dimas langsung menepis nya.


dini pun melihat kepergian suaminya, selama dini kenal baru kali ini dia melihat Dimas semarah ini kepadanya.


" dini, kenapa bisa teledor kek gini sih, kok bisa kamu ketahuan, kalau yang merencanakan ini semua adalah kamu ha " bentak mama mie setelah kepergian Dimas.


" aku taruh struk nya di laci, biasanya mas Dimas gak akan kepo kalau masalah kertas kek gitu, tapi kemaren entah itu hari sial makannya aku ketahuan " ujar dini merasa kesal sebab apa yang mereka rencana


menjadi gagal, bahkan dimas Sekarang sudah marah kepadanya.


" terus selanjutnya apa, kau udah liat kan kalau Dimas marah sama kau, apa dia mau memaafkan setelah apa yang kau perbuat kepada adik nya yang gila itu " ujar mama mia lagi.


" entah lah ma, aku juga bingung harus ngapain, tapi yang penting sekarang aku mau tidur, capek, mama gak tau kan gimana ribet nya jadi aku, aku harus pura-pura baik di depan bunda nya Dimas, apalagi Dimas sok manja bener kesel aku " ucap dini berjalan menuju ke kamar nya.


" dini tunggu mama mau tanya " ujar mama memberhentikan langkah kaki dini.


" mau tanya apa ma, nanti kan bisa ?" tanya dini dengan nada jengkel


" apa iya kamu hamil ?" tanya mama mia memastikan.


" bagus lah kalau gitu, jangan sampai dah kamu hamil anak dari keturunan Eva, mama gak Sudi " ucap mam mia


" ma, aku masih bingung sebenarnya apa tujuan mama menyuruh aku dekat dengan Dimas terus buat dia jatuh cinta dan menikah dengan dia, apalagi kemaren mama nyuruh aku buat membunuh anak dari wanita gila itu ?" tanya disini penasaran


" suatu saat kamu pasti akan mengerti nak, kenapa mama melakukan semua ini " tutur mama Mia sambil mengepalkan tangannya seperti menahan dendam.


" terus kalau hubungan sama keluarga Arga apa? mama menyuruh aku kerja disana dan baik-baikin Elma, dini pengen tau ma cerita nya " tanya dinii penasaran


" mama kan udah bilang kamu akan tau cerita nya setelah salah satu dari keluarga mereka hancur, sekarang adek nya itu cuma gila sebentar lagi mama yakin adek nya itu akan mati " ucap mama sambil tersenyum licik.


" dah lah percuma juga nanya masalah itu Mulu sama mama pasti gak bakalan di jawab " kesel dini akhirnya dini masuk ke dalam kamarnya.


" ughhh udah lama banget gua gak di kamar ini, guaa rindu banget tidur dengan tenang, gua kangen main sama kakak " tiba-tiba dini teringat dengan kakak nya.


" suatu saat kamu akan paham nak kenapa mama sama papa menyuruh kamu untuk masuk ke dalam kehidupan keluarga mereka " gumam mama Mia melihat anaknya yang tengah tiduran di atas ranjang.

__ADS_1


Mia pun gak mau menganggu anak nya, Mia paham kalau dini udah masuk ke dalam kamar tersebut dia akan merindukan kakak nya tersebut.


...****************...


setelah Elma udah agak tenang Elvan dan Dion masuk ke dalam ruangan Elma.


" dek " tanya Elvan ketika melihat Elma sedang melamun


" kak " ujar Elma tanpa menoleh sebab Elma tau kalau itu adalah kakak nya ..


" udah kamu gak usah pikirin apa yang dibilang sama dini tadi yah, yang terpenting sekarang kamu harus kuat, kakak pengen tau gimana kuat Elma yang dulu, ingat kamu sekarang lagi hamil, kamu harus ekstra hati-hati menjaganya sebab di dalam perut kamu itu bukan cuma ada satu, tapi dua " ujat Elvan mengajak Elma udah ngobrol supaya Elma tidak terlalu teringat dengan ucapan dini tadi pagi.


" apa kak Elma hamil anak kembar ?" tanya Elma dengan girang nya


" Iyah sayang, makanya kakak gak mau kamu sedih-sedih terus, kalau kamu sedih nanti ponakan kakak sedih lagi, udah yah, kamu harus kuat, kamu gak boleh lemah " ujar Elvan menyemangati adek nya tersebut.


" kak apa bunda masih marah sama Elma ?" tanya Elma


" engga sayang, kakak udah jelasin semua nya ke bunda semalam, kakak juga udah yakinin bunda kalau itu bukan kerjaan kamu dan terbukti kan kalau yang lakuin itu bukan kamu " ucap Elvan


" serem banget marah kak Dimas tadi, Elma sampe takut " ujar Elma dengan suara pelan.


" Dimas memang kek gitu dek dia tegas, kalau ada yang buat salah dia gak akan milih-milih, oh itu teman, Istri, atau adeknya sendiri dia akan tegas, tapi harusnya kamu seneng sebab Dimas udah yakinin bunda juga makanya bunda gak marah sama kamu " ujar Elvan membelai sayang rambut sang adik


Dion dan Arga yang memperhatikan kedekatan mereka cuma bisa tersenyum.


...****************...


***maaf kalau banyak tulisan yang salah udah ngantuk ini.


selamat membaca.


jangan lupa like, komen, dan vote yah, di share juga***, **TERIMAKASIH.


SELAMAT MEMBACA**.

__ADS_1


__ADS_2