
setelah selesai sholat Dimas dan Elvan pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
" dek gimana kamu udah mendingan kan ?" tanya Elvan masih khawatir
" Elma udah gak papa kok, kenapa sih dari tadi itu Mulu pertanyaan nya, capek tau harus jawab itu-itu Mulu " ucap Elma kesal
" namanya juga orang khawatir yah wajar dek " ucap Dimas
Dimas pun mengeluarkan makanan yang di beli nya tadi, mereka makan siang sama-sama. ketika sedang asik makan datang seseorang mengganggu ketenangan mereka.
" Hay, hay, hay, aku datang " ucap Dion menyelonong masuk ke dalam ruangan tersebut.
" CK elo ganggu ketenangan orang aja " kesal Elvan
" apaan sih gua ini tamu disini harus nya Lo sambut dengan baik, ini engga gua datang muka Lo berubah jadi masam " kesal Dion
" ya udah ribut Mulu sini makan bareng, berisik banget dah tau ini dirumah sakit masih aja ribut,nanti ganggu Pasien lagi gimana,jangan mentang-mentang rumah sakit ini punya elu jadi seenak nya ribut " ujar Arga
" kak Dion yang punya rumah sakit ini ?" tanya Elma dengan polos
mereka berempat malah saling tatap sebab belum ada yang kasih tau kalau rumah sakit ini milik keluarga Elma
" CK Lo itu polos apa gimana sih El, rumah sakit ini tuh milik Elvan tau gak, Lo semua parah ye gak ada yang ngomong sama adek Lo is,is,is " ucap Dion mengoceh sendirian
Elma yang baru tau kalau rumah sakit ini adalah milik keluarga nya malah gak percaya, Elma pun tak mau ambil pusing dengan itu semua.
" Lo mau makan apa ceramah aja disitu ha " Elvan menarik tangan Dion supaya duduk
" iya iya bawel bener dah "
" Lo bawa apa tadi, jangan bilang Lo gak bawa apa-apa, kalau cuma mau numpang makan Lo ke kantin aja sana biar gua yang bayarin nantinya " ujar Elvan
" CK elu yah mentang-mentang gua kerja sama Arga Lo pikir gua gak bisa beli makanan doang, jangan salah sangka kalau bukan karena gua perusahaan Arga gak akan berkembang seperti sekarang " Dion malah membanggakan diri
" Lo mau makan apa engga, heboh bener dari tadi "
__ADS_1
" iya iya"
Dion pun mengeluarkan isi yang ada di paper bag tersebut. Dion sengaja membeli makanan agak banyak tadi sebab dia tahu kalau di rumah sakit bukan dia berdua aja yang akan makan.
" mau itu " tunjuk Elma ketika melihat sayur yang di bawa Dion
" nih kamu ambil aja, sama ibu hamil mah harus ngalah "
Arga pun mengambilkan untuk Elma, Elma makan dengan lahap, Arga yang melihat perubahan Elma merasa senang
setelah selesai makan Dimas lun pamit sebab dia ingin ke kantor untuk melihat apakah ada masalah atau engga, Dion pun begitu setelah selesai makan tadi Dion memutuskan kembali ke kantor.
tinggal lah Elma dan Arga berdua di ruangan tersebut. sunyi, senyap.
" khem " Arga pura-pura berdehem untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka berdua.
" kamu istirahat gih, tidur biar cepat sembuh terus bisa cepat pulang " ujar Arga menyuruh Elma tiduran
" capek kak tiduran Mulu, bosen juga " ucap Elma
" gak tau " Elma pun bingung harus ngapain .
" ya udah kalau gitu gimana kalau kita jalan-jalan ke taman rumah sakit biar kamu gak bosen " Arga mencoba mengajak Elma ke taman biar dia gak terlalu bosen
Elma pun menuruti saja apa yang di ucapan oleh suaminya tersebut.
Arga meminta perawat mengambilkan kursi roda sebab Elma belum boleh terlalu banyak gerak.
Arga pun mendorong Elma menuju taman yang ada di belakang rumah sakit tersebut.
...****************...
di kediaman dini.
sore hari papa dini pulang dari kantor namun dia merasa heran melihat koper yang ada diruang tamu, itu milik siapa, apa anak nya udah pulang dari luar negri pikir nya.
__ADS_1
" ma, mama " panggil Tio papa dini.
" Iyah pah ada apa ?" tanya mama mia keluar dari kamar nya
" ini koper siapa, apa Alana udah pulang ?" tanya Tio
" oh engga pa, koper itu milik dini " ucap Mia
" dini? ngapain dia bawa koper segala, apa dia mau nginap dirumah ini, tapi kalau sekedar nginap ngapain bawa koper ?" tanya Tio penasaran.
" CK bukan pa, dini di antar Dimas kesini sebab karena ulah bodohnya itu dia ketahuan sama Dimas mau membunuh anak yang ada di dalam kandungan adek nya itu " ujar Mia menjelaskan kepada suaminya.
" anak itu, memang dasar gak ada yang becus kalau di suruh, masa iya kerja kek gitu aja sampai ketahuan sih, bodoh, bodoh, terus Sekarang pasti Dimas marah sama dini kan " Tio pun kesal sebab rencananya gak ada yang berhasil.
" dua anak gak bisa di andalkan, Alana di suruh dekatin Arga malah dia yang cinta beneran, ini juga dini padahal awal nya udah bisa masuk ke kantor nya Arga dan buat Arga suka sama dia malah dia memilih nikah sama Dimas, yang ku pikir rencana ini akan berhasil namun semua nya sia-sia karena anak-anak gak ada yang becus satu pun " Tio ngomel-ngomel sendiri.
Mia yang males dengar ocehan suaminya memilih pergi .
dini yang udah bangun baru ingat kalau koper nya masih di bawah, dini memutuskan untuk turun dan mengambil koper nya.
setibanya dini di bawah dia ketemu sama papa nya
" pa,papa" ucap dini terbata
Tio yang melihat dini malah geram dan memutuskan untuk pergi ke kamar nya.
dini yang melihat papa nya pergi dengan wajah seperti itu sudah pasti marah ke dia.
" sebenarnya ada apa sih papa sama keluarga Arga dan juga mas Dimas?" gumam dini menatap pintu kamar orang tuanya.
dini pun memutuskan untuk balik lagi ke kamar nya, dia merasa gerah ingin mandi dan juga mau menenangkan pikirannya sejenak.
" coba Kak Alana disini pasti semua gak akan ribet kek gini, kak, kakak dimana sih, pulang dong aku capek harus memenuhi keinginan bodoh papa sama mama " dini ngomong sendirian di kamar nya sambil memandangi foto Kakak nya tersebut.
" apa aku jujur aja sama mas Dimas yah, tentang ini semua tapi aku takut nanti pasti mas Dimas kecewa berat kalau tau ini semua, apalagi kalau aku cuma pura-pura hamil supaya menarik perhatian orang yang di rumah itu " dini merebahkan tubuh nya di kasur dan dini melupakan rencananya yang ingin mandi tadi. .
__ADS_1
dini mengambil hp nya dan mencoba menghubungi Dimas namun nihil nomornya gak aktif dan itu membuat dini menjadi merasa bersalah.