
cih ternyata dia pintar juga menjawab pertanyaan aku tadi " kesal Alana dalam hati.
Elma yang melihat Alana diam hanya tersenyum mengejek.
tak lama dari itu Arga selesai masak, Arga cuma memasak sayur toge dan dana goreng ikan mas di kasih cabe hijau, Elma yang melihat suaminya membawakan makanan untuknya membuat Elma bertambah lapar.
" hayuk sini makan dulu kayanya laper " ujar Arga mengajak sang istri makan.
" disini aja yah mas makan nya aku kek malas mau jalan " ucap Elma dengan suara manja yang di buat-buat
Arga yang paham kalau istri baru keluar dari rumah sakit mungkin masih capek di tambah lagi dengan insiden hari ini.
" ya udah deh, bentar aku bawain makanan ke sana yah " ucap Arga memasukkan nasi dan lauk nya ke dalam piring.
Alana yang melihat tingkah Arga di buat tidak percaya dengan semua itu, Arga seorang CEO di kagumi banyak cewe rela memasak hanya untuk istri nya.
Elma yang melihat tingkah laku Alana yang memperhatikan suaminya merasa geram.
" khem, mbak mau makan juga ? kenapa liatin suami saya kek gitu ?" Elma membuat Alana mati kutu.
" mm, eng,,, engga kok, aku gka lapar kamu makan aja " ucap Alana gugup
" gak di suruh makan aku bakalan makan juga kok mbak " kekeh Elma
" makan sendiri apa aku suapin ?" tanya Arga
" suapin " ujar Elma manja
mami yang melihat tingkah laku Elma cuma bisa tersenyum dan menggeleng kan kepalanya ada rasa bahagia di dalam dirinya melihat anak nya sudah bisa menemukan wanita pilihan nya.
tapi kadang mami Alda juga sering merasa sedih kenapa dirinya dulu sempat punya pikiran untuk selingkuh dan memilih laki-laki yang belum tentu baik untuk dirinya.
Elma pun makan dengan lahap ketika sang suami menyuapi nya makan.
" kamu gak makan ?" tanya Elma
" engga, aku nanti aja kalau kamu udah selesai makannya " ujar Arga terus menyuapi sang istri
__ADS_1
" eh mbak ngapain masih ada disini ?" tanya Elma tiba-tiba
sebab sudah dari tadi Elma merasa risih dengan kehadiran mereka yang sudah sangat merusak mood Elma hari ini
" oh itu nak, Lala mau ketemu sama Abang kamu Rama" ucap mami langsung menjawab pertanyaan Elma.
" oh gitu, nyonya Lala mau ketemu sama bg Rama, terus dia mau ketemu sama suami aku " Elma pun mengangguk-angguk.
" tadi aku liat Kak Dion, Sekarang kok gak ada apa udah balik ke kantor ?" tanya Elma mengalihkan pembicaraan.
" oh itu Dion lagi bantuin aku beresin kamar " ujar Arga sambil tersenyum sumringah
" aku tadi nyuruh kamu mas bukan kak Dion " geram Elma ..
" ya habis mau gimana lagi, udah capek beresin gak beres-beres yah udah aku panggil Dion aja " kekeh Arga
Elma yang melihat tingkah laku suaminya hanya menggeleng kan kepala.
Dion yang berada di kamar Arga mengumpat kesal bagaimana tidak Arga menyuruh Dion untuk membersihkan kamar nya, disuruh ganti seprainya belum lagi baju-baju Arga yang di gantung entah berapa lamanya.
" CK dasar bos kampre*, gua kesel banget punya bos kek gini, seenak nya aja nyuruh -nyuruh orang mentang-mentang gua asisten nya terus seenak nya dia nyuruh-nyuruh orang " Dion terus mengumpat sambil memasang seprai yang baru.
" berisik Lo bos siala* " umpat Dion lagi.
" semangat yah kerja nya " Arga pun meninggalkan Dion yang sedang mengumpat kesal di kamar nya tersebut.
......................
di sisi lain bunda Eva yang katanya ada urusan ternyata dia pergi ke kediaman Dini menantunya, bunda Eva ingin memastikan kalau yang di ucapan oleh anak nya itu ternyata benar.
setibanya di kediaman Dini bunda Eva langsung masuk ke dalam rumah tersebut.
asisten rumah tangga yang mengetahui kalau besan dari bos nya datang segera membukakan pintu.
" apa Dini ada dirumah?" tanya bunda Eva
" ada nya, masuk aja non dini di dalam "
__ADS_1
bunda Eva pun masuk ke dalam rumahnya. Dini yang sedang malas-malasan duduk di sofa kaget dengan kedatangan mertua nya tersebut.
" bunda " Dini menyusul bunda nya dan menyalami mertua nya tersebut.
" gimana keadaan kamu ?" tanya bunda basa basi.
" baik Bun " ujar Dini.
" kedatangan bunda kesini cuma mau menanyakan apa iya yang di bilang sama Dimas semalam ?" tanya bunda Eva memastikan.
" yang mana yah Bun ?" tanya Dini balik.
" semua nya, Dimas semalam kesini kan dan dia dengar semua pembicaraan kalian kan, apa perlu bunda jelaskan lagi "
dini pun teringat dengan kejadian semalam lalu menundukkan pandangan nya dari sang bunda.
" maaf Bun semua yang mas Dimas dengar itu memang benar " ujar Dini meremas ujung bajunya
" bunda kecewa sama keluarga kamu, kenapa papa kamu itu punya pikiran seperti itu, apa papa kamu gak pernah berfikir gimana menderita saya dan suami saya ketika anak saya hilang " ucap bunda terhadap Dini.
" ma ,,,,,,maaf Bun, Dini juga gak tau kalau semua ini kerjaan papa, Dini juga baru tau sekarang maafin papa dini Bun " ujar Dini menangis dan berlutut di kaki mertua nya tersebut.
" kejahatan papa kamu itu sudah keterlaluan saya gak bisa maafin dengan segampang itu, walaupun kamu itu menantu saya, saya Gak bisa "
Dini terus menangis menyesali dengan perbuatan papa nya tersebut.
" suami saya melakukan itu kan karena ulah suami kamu, kenapa suami mbak mengambil tender yang di inginkan suami saya, mbak gak tau kan gimana susah payahnya perjuangan suami saya, tapi apa suami mbak datang dengan enteng nya dan merebut semuanya siapa yang gak sakit hati coba " ujar Mia yang baru datang
Mia tidak terima ketika suaminya di maki-maki oleh orang lain lewat anak nya.
" kalau masalah itu saya gak tau, harusnya suami kamu itu harus bisa berfikir kenapa dia sampai bisa kalah, kenapa dia bisa kehilangan perusahaan nya harusnya itu yang di pikirkan nya dulu bukan dendam" ujar bunda Eva
" alah mbak ngomong kek gitu karena mbak gak berada di posisi kami aja, makanya mbak gampang ngomong seperti itu, coba aja mbak lagi di posisi kami mungkin mbak akan melakukan sesuatu melebihi kami " elak Mia sebab dia tidak mau di salahkan.
" karena kalian kurang bersyukur makanya kek gitu melakukan sesuatu karena dendam, tapi liat lah, apakah perusahaan kalian berkembang,. apakah perusahaan kalian tambah besar engga kan, itu karena kalian egois, di dalam diri kalian itu cuma ada dendam dan dendam saja, kalian gak pernah berfikir gimana rasanya kehilangan anak " ujar bunda Eva membuat Mia terdiam dengan kata-kata tersebut.
" saya akan tetap membawa kasus ini ke jalur hukum bagaimana pun caranya " ujar bunda Eva
__ADS_1
bunda Eva lalu berdiri dan pergi meninggalkan rumah keluarga Tio, Dini semakin tak karuan ketika mertua nya akan melaporkan kasus nya ke polisi.