ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 24


__ADS_3

Bab 24


Bunda Eva sengaja membujuk Elma mau menikah dengan Arga supaya Elma bisa menghilangkan trauma nya bersama Arga.


Arga pun tak kalah senang ketika Elma mau menikah dengan dirinya.


" Aku janji aku akan selalu melindungi kamu, aku gaak akan buat kamu takut lagi sama aku,dan aku akan menjaga anak kita dengan baik " gumam Arga dalam hati sambil senyum-senyum.


" Belum juga nikah pikiran lu udah jelek nih pasti " Elvan menyikut bahu Arga yang sedang senyum-senyum sendiri.


" CK Lo kali yang pikiran jelek, Lo kan dokter mesu* " umpat Arga


" Siala* loh " ujar Elvan.


Arga pun memutuskan untuk kembali ke kantor nya sebab masih ada yang harus di urus nya.


Malam harinya di kediaman Arga, Arga berusaha ngomong sama kakak nya kalau dia akan menikah.


" Kak gua mau nikah, besok Lo yah yang jadi walinya " ujar Arga to the point.


" Lo nikah sama siapa, pacar aja gak punya tiba-tiba bilang mau nikah aja " ucap Rama kaget.


Pasal nya sang adik setelah putus dari mantan nya tidak pernah pacaran lagi, dia berfikir kalau perempuan itu sama saja, sama-sama tukang selingkuh.


" Gua nikah sama Elma kak, itu cewek yang gua nodai waktu itu yang gua cerita ke Lo " Arga menjelaskan.


" Oh sama anak nya mendiang pak Joko yah, tapi kenapa, apa karena Lo merasa bersalah udah renggut kehormatan nya dia, apa gimana ?" Rama masih penasaran dengan sang adik.


" Iyah karena merasa bersalah iya tapi yang buat aku nekat untuk nikahin dia karena dia sedang hamil kak, anak gua " ujar Arga

__ADS_1


Rama pun membulatkan matanya tidak percaya.


" Lo serius dia hamil, dan Lo percaya gitu aja kalau itu anak Lo " tanya Rama balik


" Iya gua percaya lah kak orang gua yang nembakin ke itu nya Elma " ucap Arga


Rama pun hanya menggeleng kan kepalanya mendengar penjelasan sang adik.


" Kalau emang Lo udah yakin dan menurut Lo itu yang terbaik gua sebagai kakak dan pengganti Papi gua dukung Lo " ujar Arga menyemangati sang adik.


" Mami gak setuju kalau kamu nikah sama perempuan yang bukan pilihan mami sampai kapan pun mami gak akan merestui " ujar mami Alda yang baru masuk dan langsung melarang Arga nikah dengan Elma.


Arga yang mendengar ucapan mami nya merasa kesal.


" Emang nya saya minta pendapat Anda, saya mau nikah sama siapa pun itu bukan urusan anda,di restui atau engga saya akan tetap nikah sama Elm titik " ujar Arga di hadapan mami nya


" anda gak usah sok bisa menilai orang sedangkan wanita pilihan anda aja lebih parah, tengok lah mangan Istri kak Rama siapa yang milihin anda kan, apakah itu bisa di sebut sebagai istri yang baik ?" ujar Arga lagi


Alda pun gak bisa ngomong apa-apa lagi, sebab dia merasa bersalah sama Rama akibat dirinya menjodohkan Lala dengan Rama ternyata Lala wanita matre yang lebih parah nya dia nekat membunuh orang.


" Arga kenapa sih kamu gak pernah menghargai apa yang mami putuskan, kamu selalu membantah, kapan kamu bisa nurut sama mami seperti kak Rama mu ha " bentak Alda kesal kepada anak nya ini


" saya kek gini gara-gara anda juga kan, apa anda lupa ha, waktu anda nikah sama laki-laki bodo* itu apa anda minta izin sama saya dan kak Rama engga kan, ya udah sekarang apapun keputusan saya dan kak Rama anda gak usah ikut campur " ucap Arga tak kalah kesal


mami nya selalu keras kepala egois, apa yang diinginkan harus tercapai Walaupun harus memaksa anak nya, Arga gak mau seperti itu Arga benci ketika dia tidak menyukai itu tapi di paksa Al hasil dia yang marah.


ketika Arga mau balik ke kamar nya tiba-tiba mami nya ngomong.


" Arga kapan kamu bisa maafin mami, kapan kamu baik sama mami, kapan kamu nurut sama mami ha " ucap mami Elsa dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Arga membalikkan badan nya lalu berkata.


" saya akan menghargai Anda ketika papi bisa hidup lagi, kalau papi hidup lagi saya akan maafin anda, emang anda pikir gampang melupakan kejadian dulu anda selingkuh di depan anak anda sendiri tanpa malu Cih, menjijikkan " ujar Arga


Rama yang mendengar ucapan sang adik juga ikut kesal sebab dia sudah ngomong kasar ke mami nya walaupun perangai mami nya seperti itu mereka tetap lah anak Alda buah cinta antara mami dan papi nya.


" Arga kakak gak suka yah kamu ngomong kek gitu sama mami " bentak Rama ke adik nya.


menurut Rama ini sudah sangat keterlaluan.


" kenapa kak, apa kakak kasihan sama dia iya, ngapain kasian kak, emang dulu pas papi tiba-tiba serangan jantung apa dia nolongin papi engga kak, dia asik bercumbu dengan laki-laki selingkuhan nya, kakak bisa ngomong kek gini sama aku sebab kakak gak liat langsung kan, makanya kakak bisa maafin wanita ini, ya udah terserah kakak lah aku gak peduli " Arga pun masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Rama dan mami Elsa di ruang tengah.


" mami tenang yah aku akan bujuk Arga supaya Arga baik lagi ke mami " ujar Rama menenangkan mami nya


" makasih yah nak, kalau gak ada kamu dirumah ini mami gak tau lagi harus berbuat apa " ucap Alda sedih air mata nya jatuh membasahi pipi nya yang mulai kelihatan keriput nya.


Rama pun menyusul Arga ke kamar nya.


" ga " panggil Rama


Rama melihat mata adik nya merah seperti nya dia menangis


" udah gua tau kalau ini berat buat Lo, tapi Lo harus ingat seburuk apapun mami dia tetap ibu Lo yang melahirkan Lo, iya Lo bilang gua gak liat mami secara langsung selingkuh tapi gua udah liat cctv gua kesal, tapi kita bisa apa Allah lebih sayang sama papi, Allah gak mau papi lama-lama menahan sakit nya makanya Allah jemput papi, lalu pergi bukan kesalahan mami karena sudah takdir " Rama berusaha menasehati sang adik.


" gua gak sekuat Lo kak, gua gak bisa kek Lo dan papi melupakan masalah dengan meng ikhlaskan gua gak bisa " ujar Arga mengacak rambutnya yang sudah berantakan .


" mami juga udah tobat kan, mami gak pernah berbuat kek gitu lagi, gua sebagai kakak dan pengganti Papi gua minta sama Lo tolong ikhlaskan kepergian papi biar papi tenang " ujar Rama


setelah selesai menasehati sang adik Rama pun keluar dari kamar adik nya dan pergi masuk ke kamar nya, di dalam kamar tanpa di sadari ternyata Rama pun menangis.

__ADS_1


__ADS_2