ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 12


__ADS_3

Bab 12


Dini yang bingung akhirnya membangunkan Abang ipar nya dini takut terjadi sesuatu dengan Elma


" Bang bangun Elma udah sadar tapi dia lagi teriak-teriak " ucap dini menangis juga


Elvan pun langsung bangun dan segera menyusul Elma di ruangan.


" Hiks hiks aku kotor aku hina aku muraha* hiks hiks hiks, pergi pergi kalian dari sini, Jangan dekat dengan saya pergi " teriak Elma


Elvan memperhatikan Elma tiba-tiba Elvan memeluk Elma supaya tenang.


Tapi ternyata usaha Elvan pun tidak berhasil Elma terus terusan berteriak histeris dan menganggap dirinya sebagai wanita muraha* mau tak mau Elvan mengeluarkan suntik dan menyuntikkan ke tangan Elma supaya Elma bisa tenang.


" Abang ngerasa kalau Elma ini mengalami peleceha* sehingga dia menjadi seperti ini, Abang akan memanggil teman abang besok untuk memeriksa Elma apa yang sebenarnya terjadi sama Elma " ujar Elvan menjelaskan


" Kamu istirahat saja dulu biar Abang yang jagain Elma dulu " ucap Elvan lagi dan dini pun mengangguk mengiyakan


Dimas yang sudah sampai dirumah seorang diri membuat sang bunda merasa heran .


" Assalamualaikum bunda " cup mencium tangan sang bunda


" Waalaikumsallam, nak kok sendiri mantu bunda mana " ucap sang bunda menanyai menantu nya


" Dini lagi nemanin teman nya Bun di rumah sakit, ini Dimas pulang cuma mau jemput baju ganti buat dini dan buat temannya itu sekalian bawa makanan " ujar Dimas menjelaskan kepada sang ibu


" Tapi kan Bun teman dini itu mirip sama dedek Bun " ucap Dimas lagi


" Dedek Alice maksud kamu ?" Tanya bunda memastikan


" Iyah Bun, Dimas ngerasa kalau itu dedek Alice, Abang juga merasa apa yang Dimas rasa Bun ketika pertama kali melihat Elma " ujar Dimas


" Tapi gak mungkin itu dedek kamu tau dedek hilang sudah 20 tahun lalu tiba-tiba datang bunda rasa itu gak mungkin " ujar sang bunda


" Bukan nya apa. bunda gak mau kamu sama Abang kamu tambah sedih kalau nantinya dia itu bukan Alice, bunda gak mau kalian berdua jadi sedih seperti dulu lagi " ucap bunda nya lagi menjelaskan..

__ADS_1


" Iya emang Bun tapi bunda percaya dengan ikatan persaudaraan kan Bun,Dimas merasa ada sesuatu yang meyakinkan Dimas kalau itu dedek Alice " Dimas menjelaskan kepada bunda nya apa yang dia rasa ketika melihat Elma pertama kali


Dimas merasa kalau itu benar adik nya yang hilang 20 tahun yang lalu.


" Kamu mau ke rumah sakit lagi kan, biar bunda ikut supaya bunda bisa memastikan itu dedek Alice atau bukan " ujar bunda nya lagi


Dimas pun mengangguk meng iyakan .


Setelah selesai menyiapkan apa yang akan di bawa ke rumah sakit Dimas pun memanggil sang ibu supaya ikut dengan dirinya.


Setelah sampai dirumah sakit bunda malah jalan duluan dan meninggalkan Dimas sendiri di parkir


" Katanya tadi ragu tapi malah duluan masuk bunda-bunda " ujar Dimas menggelengkan kepala melihat tingkah laku bunda nya


" Bunda tungguin Dimas dulu, emang bunda tau Elma rawat di mana Hem " usil Dimas kepada bunda nya


" Oh iya bunda lupa, Elma di ruangan mana ?" Tanya bunda


" Makanya jangan ninggalin Dimas dong bun" sambil menggenggam tangan bunda nya Dimas membimbing masuk ke ruangan di mana Elma di rawat.


Dimas membuka pintu Elvan pun menoleh ternyata yang datang bunda nya dan juga Dimas


Mata bunda langsung menoleh ke Elma dan tiba-tiba bunda langsung berlari ke tempat tidur


Bunda pun memperhatikan wajah Elma.


" Bang apa ini dedek Alice ? " Tanya bunda ke anak sulung nya


" Elvan masih agak ragu Bun tapi tadi golongan darah kita sih sama Elvan udah donorin darah buat Elma dan Abang juga udah ambil rambut Elma buat tes DNA Bun mana tau cocok " ucap Elvan menjelaskan


Ketika bunda mengelus-elus tangan Elma bunda teringat kalau Alice dulu punya tanda lahir di lengan kanan nya bunda pun langsung menyibakkan lengan baju Elma dan terlihat lah tanda lahir tersebut.


" Ya Allah, Alhamdulillah, nak ini beneran dedek Alice, ini tanda lahir nya bunda ingat " hiks hiks hiks tangis nya pun pecah ketika melihat anak bungsu nya sudah di temukan.


" Ap,,,, apa,,,, bener Bun kalau ini dedek Alice ? " Tanya Elvan memastikan

__ADS_1


" Iyah bang ini dedek bunda ingat betul ini tanda lahir nya dulu ayah kamu nyuruh bunda untuk mengahapus nya tapi bunda larang " bunda menjelaskan


Dimas yang tadi nya duduk sambil memeluk istrinya langsung berdiri dan memeluk Elma.


" Dek kakak kangen " hiks hiks hiks Dimas pun menangis di pelukan sang adik nya


Bagaimana tidak Alice hilang selama 20 tahun mereka sudah mencari kesana kemari tapi nihil tidak di temukan, disaat mereka sudah menyerah untuk tidak mencari sang adik, Allah malah menyatukan di saat yang tidak di sangka-sangka.


" Abang janji akan menjaga kamu dan membuat orang yang sudah menyakiti kamu menderita itu janji Abang sama kamu " ujar Elvan dalam hati tapi tangannya masih menggenggam tangan Elma (Alice)


Setelah kangen-kangenan akhirnya Dimas memaksa menyuruh Dini dan juga bunda untuk pulang ke rumah sebab di rumah sakit ini gak akan membuat tidur mereka tenang, namun ketika mereka mau pulang Elma mimpi buruk dan tiba-tiba menangis


" Hiks,,,,, hiks,,,,hiks,,,, aku bukan cewe muraha* tolong tuan lepasin aku hiks,,,,hiks,,,,hiks,,, "


" Tolong tuan Arga saya mohon lepasin saya hiks hiks hiks "


Elvan yang tidak tega melihat adik nya menangis seperti itu langsung memeluk nya dan menenangkan nya, namun Elma terus saja menangis dan mengigau dengan mengeluarkan kata-kata seperti itu .


" Yang kamu tau tuan Arga" tanya Dimas ke pada istrinya.


" Tuan Arga kan bos baru di kantor mas, apa jangan-jangan dia yang udah buat Elma kek gini mas ?" Dini pun merasa kalau Arga lah yang sudah membuat Elma seperti ini.


" Pantas saja kemaren dia nanyain kenapa Elma gak masuk kantor mas " ujar dini lagi


" Oh kalau seperti itu berarti memang benar dia pelaku nya siala* itu laki-laki " kesal Dimas


Elma pun membuka matanya dan melihat seorang laki-laki memeluk nya, Elma kaget dan segera melepas pelukannya.


Tatapan Elma kosong dan menerawang jauh. Tiba-tiba Elma menangis lagi.


Dimas sudah keluar pulang membawa bunda dan dini tinggal lah Elvan seorang yang menjaga Elma


Elma bingung kenapa dia ada di rumah sakit Elma cuma diam saja.


Elvan cuma memperhatikan Elma ketika Elvan melihat Elma mengeluarkan air mata nya Elvan pun menghapus air mata Elma

__ADS_1


Elma diam saja.


__ADS_2