
kamu itu bener bukan anak pungut, kamu sebenarnya anak dari adik papa, adik papa kecelakaan ketika pulang dari luar negri dan ayah dan ibu mu meninggal di tempat, makanya papa merawat kamu " ujar Tio menjelaskan.
dini pun terdiam menanggapi cerita dari papa nya tersebut.
" apa iya pah? papah gak bohong kan ?" tanya dini memastikan
" engga sayang papa gak bohong jadi kamu gak usah ngerasa seolah-olah kamu itu bukan keluarga papa, papa juga minta maaf sama kamu karena keegoisan papa kamu harus ikut masuk ke dalam dendam masa lalu papa " ujar Tio menyesali apa yang di perbuat nya Selama ini.
" mama juga minta maaf sama kamu kalau selam ini mama kadang mengabaikan kamu" ucap Mia juga
" iya ma, pa, udah kalian jangan sedih gitu nanti dini malah tambah sedih " ujar dini sambil tersenyum.
" mas papa mau ngomong sama kamu di luar sebentar " ujar Tio keluar dari ruangan dini
Dimas pun mengikuti papa mertua nya keluar dari ruang dini, Dimas pun penasaran apa yang akan di bicarakan oleh papa mertuanya itu.
" papa mau ngomong apa ?" tanya Dimas setelah keluar dari ruangan dini
" papa cuma mau ngomong papa minta maaf atas semua kejadian yang menimpa keluarga kamu, papa aku papa salah papa akan siap menerima resiko apapun itu, kalaupun kamu laporkan papa ke penjara papa akan siap, tapi sebelum itu papa mohon sama kamu, kamu baikan sama dini papa gak mau dini nanti di ganggu sama Alana kakak nya lagi, papa sadar apa yang papa lakuin selama ini gak ada untungnya buat papa malah papa merasa hidup papa hampa dan gak berguna, selalu di hantui dengan dendam terkadang papa juga capek tapi karena keegoisan papa papa harus mengorbankan kedua anak papa " ujar Tio meminta maaf ke menantunya
Tio sadar apa yang dilakukan nya Selama ini benar-benar keegoisan nya. dendam masa lalu yang membuat hidup nya tak tenang.
tapi entah kenapa tiba-tiba dia merasa menyesali apa yang dia perbuat Selama ini, ketika Tio ingin meminta maaf ke keluar Dimas tiba-tiba dia mendapat kabar kalau dini anak nya pendarahan dan keguguran, Tio semakin menyesali perbuatannya tersebut.
" emang papa siap kalau aku masukin ke penjara ?" tanya Dimas memastikan.
__ADS_1
" papa siap apapun resiko nya akan papa tanggung, papa sadar selam apapun papa di Penjara tidak akan bisa memaafkan kesalahan yang udah pala perbuat sama keluarga kamu " ujar Tio pasrah.
" ya udah Dimas akan bahas ini nanti dirumah, tapi sebelum itu Dimas juga meminta maaf sama papa sebab ini semua tergantung sama bunda bukan Dimas " ujar Dimas
" baiklah kalau begitu " ucap Tio
mereka berdua pun masuk lagi ke dalam ruangan dini.
" dini papa sama Mama pamit dulu yah nanti papa sama Mama balik lagi sebab ada yang harus papa urus Sekarang " ujar Tio pamit ke anak dan menantunya.
" Iyah pa, ma hati-hati di jalan " ujar dini sambil tersenyum.
Tio dan Mia pun meninggalkan ruangan tersebut. ketika di tengah perjalanan Tio menanyakan dimana Alana.
" Alana mana ?" tanya Tio
" anak itu benar-benar, kenapa dia tega mendorong adik nya seperti itu sampai kehilangan calon anak nya, apakah menurut kamu seorang wanita yang baru keluar dari rumah sakit bisa sekuat itu?" tanya Tio memastikan.
" entah lah pa mama lihat Alana sehat-sehat aja gak ada tanda-tanda seperti orang sakit " ujar Mia berkata jujur
ketika Tio dan Mia sampai di kediaman nya Tio masuk ke rumah lebih dulu dan melihat Alana duduk santai sambil menonton tv makanan berserakan dimana-mana.
" Alana sini kamu " ucap Tio memanggil anak nya
Alana dengan malas bangkit dari tempat duduk nya dan segera menyusul sang papa. ketika Alana sampai di depan papa nya, Tio langsung menampar anak nya tersebut.
__ADS_1
PLAK,,,,,,,
Mia yang baru masuk kaget mendengar suara tamparan Mita lun segera keruangan depan dan seketika kaget buka main. bagaimana tidak Tio menampar anak nya sendiri hingga di sudut bibir Alana mengeluarkan darah.
" papa, apa yang papa lakuin sama Alana ?" ujar Mia kaget segera berlari menghampiri anak nya tersebut.
Alana yang mendapat tamparan hanya terdiam dan enggan membuka suaranya, Mia yang melihat bibir anak nya berdarah tak kuasa menahan tangis sebab baru kali ini Mia melihat kemarahan tio yang benar-benar marah.
" kenapa kamu ngomong kalau dini itu anak pungut ha, apa papa pernah cerita sama kamu kalau dini anak pungut kenapa juga kamu mendorong dini hingga dia kehilangan anak nya ha " tanya Tio geram
Alana pun engga membuka suaranya, Alana kesal sebab papa nya lebih membela anak pungut daripada anak nya sendiri.
" Alana kalau papa nanya itu si jawab, apa suara kamu habis setelah melukai adik mu ha " bentak Tio lagi
" dia bukan adik ku dia anak pungut, papa mau tau kenapa aku melakukan itu semua iya, karena aku cemburu liat papa lebih dekat dengan dini, papa selalu membela dini papa gak pernah perhatian sama aku, semenjak ada dini di rumah ini papa gak sayang sama Lana lagi " ujar Alana mengeluarkan semua keluh kesah nya
" apa kamu bilang papa gak perhatian sama kamu, kapan papa gak perhatian sama kamu ha, kapan papa gak sayang sama kamu, papa gak pernah membedakan kalian berdua bahkan papa selalu mengutamakan kamu, memang dasar kamu nya aja yang egois keras kepala, rakus " ujar Tio
" itu Lana lakuin supaya papa gak cuek sama Lana " ucap Alana
" kau itu memang rakus, egois, harusnya kamu itu gak usah kek gitu kamu tau kan dini kehilangan orang tuanya sejak dia bayi, papa sebagi bagian dari keluarga harus menjaga dan menyayangi nya, harusnya kamu juga seperti itu bukan rasa iri kamu itu yang kamu perbesar, liat akibat ulah kamu dini harus kehilangan calon anak nya " ujar Tio
Alana pun tak bisa melawan lagi sebab apa yang di ucapkan oleh papa nya semuanya benar, memang Alana egois, selalu mau menang sendiri, terkadang Alana harus pura-pura dulu supaya orang tuanya lebih memperdulikan Alana, tapi walau bagaimanapun yang namanya cemburu pasti akan di rasain oleh setiap orang, sedangkan kandung saja pasti pernah mengalami apalagi yang bukan kandung.
" papa juga mau kau jujur apa yang kau lakukan selama di luar negri, jangan pikir papa gak tahu semuanya, papa minta kamu jujur semuanya " ujar Tio
__ADS_1
Alana yang mendengar ucapan papa nya kaget membulatkan matanya.
happy reading,,,,,,,,