
orang yang dirumah itu malah memandang Dimas balik meminta jawaban.
Dimas yang melihat 4 orang tersebut cuma bisa berdeham dan menarik nafas berat.
" kenapa kalian liat aku kek gitu ? " ucap Dimas kikuk
" kamu itu kenapa sih ngasih kabar dadakan kek gini Mulu, terus kenapa juga kamu yang harus tau duluan masalah kek gini ha " ucap bunda kesal sebab Dimas gak ngasih tau tentang dini yang anak angkat.
" eits bunda jangan marah dulu ikh, aku a aja baru tau Bun makanya Dimas kumpulin semuanya disini biar pada tau " ujar Dimas
" ya udah sok ceritakan ke pada kami semua Entang dini yang belum bunda ketahui " ujar bunda Eva penasaran.
Dimas pun akhirnya menceritakan semuanya yang dia ketahui tanpa tertinggal sedikit pun. mereka ber 4 fokus mendengarkan cerita Dimas.
" nah begitu ceritanya Bun, makanya Dimas mau nanya ke bunda apa bunda masih ada dendam sama papa mertua Dimas kalau memang iya bunda mau gimana apa harus di bawa ke pihak yang berwajib atau gimana Bun? dan buat kamu juga dek, korban yang sebenarnya di sini kamu, kamu mau gimana ? " tanya Dimas ke bunda dan juga adik nya tersebut.
" kalau aku sih gak punya dendam ataupun sakit hati apa-apa dengan om Tio, toh dari awal aku juga gak mau tau kenapa aku bisa ilang aku gak mau menambah beban pikiran " ucap Elma.
" jadi kamu mau memaafkan papa Tio ?" tanya Dimas menyakini
" iya kak Elma udah maafin " ucap Elma tersenyum.
" kalau bunda gimana Bun? " tanya Dimas namun bunda hanya diam sepertinya memikirkan sesuatu.
" kok bunda ngerasa aneh yah, tiba-tiba Tio baik dan meminta maaf ke keluarga kita, apa dia benar-benar sudah insaf ?" tanya bunda
__ADS_1
" Dimas sebenarnya juga masih agak ragu Bun tapi Dimas tengok pas dia meminta maaf sepertinya memang tulus Bun " ujar Dimas.
" jadi kita maafkan aja yah dia ?" tanya Dimas lagi memastikan apakah benar keluarga nya akan memaafkan nya dan tidak menuntut apa-apa atau emang harus di lapor kan untuk menerima ganjaran atas perbuatannya tersebut.
" kalau bunda sih jujur masih agak ragu sedikit, bunda kek gak percaya aja tapi kalau memang Elvan sama Elma mau maafin ya udah bunda juga ikut memaafkan " ujar bunda
" kalau Elvan sih gak mau maafin Bun, Elvan mau dia menerima ganjaran atas perbuatannya, enak banget dia kalau kita maafkan Elvan gak mau " ujar Elvan mengungkap isi hatinya .
Arga yang lagi duduk di sebelah Elma gak bisa berkata apa-apa sebab walaupun dia sudah jadi bagian dari keluarga ini namun urusan yang ini Arga gak bisa ikut campur, walaupun sebenarnya ini juga ada berkaitan dengan dirinya.
" buat bunda dan Elma kalian jangan terlalu baik, kita gak tau rencana di balik kata maaf nya itu, Elvan yakin dia belum sepenuhnya menyesali perbuatannya mengingat seberapa kejam nya dia " ujar Elvan mengingatkan kepada bunda dan juga adek nya
" kenapa si kakak gak mau memaafkan mana tau dia beneran udah insaf dan mau bertobat, kita gak boleh menghujat seseorang apalagi dia udah berniat untuk tobat " ucap Elma
" kakak tau tapi kakak cuma khawatir sama kamu dan bunda, kakak gak mau nanti terjadi apa-apa sama kalian berdua, orang yang seperti itu lebih baik di penjara aja biar dia sadar toh kita gak menyiksa nya kita cuma membuat dia menerima resiko dari perbuatannya apa itu salah ?" tanya Elvan
" bunda jangan khawatir Elvan gak dendam kok cuma Elvan mau memberi om Tio pelajaran aja " ujar Elvan
" ya udah kalau gitu besok Dimas omongin ini ke papa Tio dan juga istri aku juga harus tau masalah ini aku gak mau nanti dini malah nuduh yang enggak-enggak pas aku masukin papa Tio ke penjara " ujar Dimas
" El kamu mau nginap apa pulang?" tanya Elvan memulai percakapan mereka lagi
" gak tau kak Elma tanya suami Elma dulu " ucap Elma memandang suaminya meminta jawaban.
" kalau emang mau nginap ya udah gak papa, kamu juga katanya kangen sama bunda besok juga gak kerja kan weekend " ucap Arga
__ADS_1
" ya udah kalau gitu aku mau kerumah sakit dulu mau nemenin dini " ujar Dimas segera bangkit dari tempat duduk nya.
" ya udah kamu hati-hati yah nak, bunda belum bisa jenguk besok pagi aja bunda ke rumah sakit " ujar bunda
" iya bunda kalau gitu Dimas pamit yah " Dimas menyalami tangan bunda nya dan segera pergi kerumah sakit sebab dia tau kalau dini sekarang sedang menunggu nya. Dimas tadi janji akan datang lagi menemui nya.
" dek ya udah kamu baik ke atas gih istirahat, ingat hati-hati jalannya jangan lari-larian tapi kok kakak liat perut kamu gede yah padahal kan ini baru 4 bulan ?" tanya Arga heran melihat perut adik nya udah buncit seperti 6 bulan
" yah mungkin karena Elma hamil anak kembar kak makanya. gede keliatannya, kakak bisa bayangin lah di dalam perut aku ada 2 bayi makanya gede, kakak gimana sih katanya dokter itu aja gak tau, malu-maluin " ucap Elma sambil terkekeh
" ya kan kakak bukan dokter kandungan makanya gak tau " ujar Elvan mengelak
" dokter abal-abal hahahahaha " tawa Elma
" is ngejek yah " Elvan pun mencubit hidung sang adik sampai merah
Arga yang ada di sebelah Elma cuma bisa melihat keakraban mereka, Cemburu ada dikit tapi Arga sadar kalau istri nya juga kangen sama kakak nya sebab udah beberapa hari gak ketemu.
" ya udah bunda naik ke atas dulu yah ada yang harus bunda kerjakan dulu, El kamu jangan begadang ya sayang istirahat harus cukup dan juga jangan lari-larian " ujar bunda mengingatkan elma lagi
" iya bunda bentar lagi Elma sama mas Arga me kamar kok " ucap Elma sambil mengelus perut nya.
bunda pun pergi ke kamar nya tak lama juga Elvan juga pamit sebab dia sudah sangat lelah, Elvan juga sadar kalau Elma dan Arga punya waktu berdua.
" kak ke kamar yok " ucap Elma bangkit dan mengajak suaminya ke kamar untuk istirahat
__ADS_1
" ayok " Arga pun bangkit dan ikut bersama istri nya.
dengan sangat hati-hati Arga memapah istrinya, Arga juga takut kalau nanti Elma kenapa-kenapa, dengan sabar Arga terus memapah Elma hingga sampai ke dalam kamar nya.