ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
BAB 66


__ADS_3

papa juga mau kau jujur apa yang kau lakukan selama di luar negri, jangan pikir papa gak tahu semuanya, papa minta kamu jujur semuanya " ujar Tio


Alana yang mendengar ucapan papa nya kaget membulatkan matanya.


" pa, papa tau kan Lana di sana berobat " ucap Alana gugup


" berobat apa nya ha, emang ada orang berobat setiap malam ke Club, tiap malam tidur sama laki-laki yang entah siapa kek gitu yang namanya berobat iya " bentak Tio


Alana yang mendengar ucapan papa nya kaget , Mia pun tak kalah kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya tersebut.


" pa maksud papa apa ngomong kek gitu, papa tau kan Lana itu depresi gara-gara di perkosa, kok Sekarang papa ngomong kalau Alana tiap malam ke Club ?" tanya Mia tidak paham


" mungkin papa udah salah mendidik dia makanya dia pintar bohong sama kita ma, papa juga baru tau kalau Alana seperti selama ini" ujar Tio dengan wajah lesu nya.


Alana yang mendengar ucapan papa nya hanya tertunduk Daan tak berani menatap mata sang papa.


" asal mama tau dia ini sebenarnya bukan di perkosa sama preman tapi emang dia yang udah berkali-kali tidur dengan selingkuhannya, bukan hanya itu ketika dua hamil dia pura-pura depresi supaya kita tidak menyadari kehamilan nya " ujar Tio menjelaskan


mama Mia yang mendengar penjelasan dari suaminya di buat tidak menyangka sama sekali kalau pekerjaan anak nya ternyata selama ini begitu.


Mia berjalan ke arah Alana dan menanyakan apakah yang di sebut suami nya itu benar atau salah


" lana apa iya yang di bilang papa itu nak ?" tanya Mia dengan suara serak seperti menahan tangis


Alana tak mampu menjawab pertanyaan dari mama nya tersebut.


Alana yang masih diam membuat Mia geram dengan sekali tarikan Mia menarik rambut sang anak.


" kamu jawab ucapan mama tadi,apa iya kerjaan kamu selama ini begitu, apa yang membuat kamu seperti itu ha ?" bentar Mia masih meremas rambut sang anak.

__ADS_1


" sakit ma, lepasin " Alana memohon sebab kepala nya merasa perih seperti akan tercabut semua rambutnya.


" makanya jawab apa yang mama tanya tadi apa iya kamu seperti itu ha ?" tanya Mia lagi ..


Alana yang ga kuat menahan perih ke kepala nya akhirnya mengangguk.


" astagfirullah nak " Mia spontan langsung melepaskan tangannya dari rambut Alana.


" Alana kek gini karena Alana cemburu sama mama papa makanya Alana kek gini " ucap Alana terisak


" tengok lah pah ini akibat dari dendam kamu itu yang gak selesai-selesai sehingga membuat hidup kedua anak mu berantakan, Sekarang apa lagi yang kau mah ha, apa perlu aku pergi juga dari rumah ini supaya kamu mengehentikan dendam di hati kamu itu ha udah berapa kali aku bilang sama kamu , dendam sama orang berlarut-larut tidak akan membuat hidup tenang, tapi am setiap aku ngomong kamu selalu. membantah kan Sekarang lihat lah akibat perbuatan kamu, anak-anak yang jadi korban, mama mohon sama papa hentikan perbuat papa selama ini, cobalah untuk mengikhlaskan " ujar Mia sambil terisak


" jadi di mana anak kamu Sekarang ?" tanya mama ke Alana.


Alana pun terdiam apa yang harus di ucapkan oleh nya.


" lana aborsi ma " ujar Alana pelan hampir tak terdengar.


PLAK ,,,,,


tamparan yang kedua kakinya mendarat di pipi mulus Alana tapi yang melakukan nya bukan papa nya tapi mama nya.


Alana pun meraba pipi nya yang panas akibat tamparan dari mama nya, tamparan yang tadi saja belum hilang sudah. di tambah lagi sebelah lagi.


" kenapa kamu lakuin itu Alana ha ?" tanya mama Mia sambil menahan tangis


" lana terpaksa ma sebab laki-laki itu gak mau tanggung jawab, lagian Lana juga belum mau jadi seorang ibu " ucap Alana jujur


Alana memang belum siap menjadi seorang ibu, ketika dia tahu hamil dia sangat shock bagaimana caranya nanti menjelaskan kepada kedua orang tuanya kalau dia hamil di luar nikah belum lagi yang menghamili dirinya bukan. Arga melainkan selingkuhannya.

__ADS_1


" kalau kau gak mau jadi ibu kenapa kau melakukan hal yang belum boleh di lakukan sebelum menikah ha , apa mama sama papa mengawasi kalian kurang ketat sehingga kau bisa sebebas itu ha " ujar mama Mia kesal


" mama benar-benar kecewa sama kamu Alana, mama gak tau lagi harus gimana kamu sudah sangat keterlaluan, mama sama papa udah salah mendidik kamu " Mia pun pergi meninggalkan Alana dan papa nya.


Tio yang melihat istri nya pergi segera menyusul sebelum pergi Tio cuma berkata.


" maafin papa ini semua salah papa, kalau bukan papa yang egois mungkin kalian semua tidak akan seperti ini, kamu pikirkan gimana kamu kedepannya papa juga gak tau nasib papa sekarang sebab papa udah ngomong sama Dimas tadi sewaktu di rumah sakit " Tio pun menepuk bahu sang anak dan meninggalkan nya sendirian di ruang tamu.


setelah kepergian orang tua nya Alana bukannya sedih dia malah tersenyum jahat.


" persetan dengan kalian semua, ini hidup saya terserah saya mau buat apa, papa juga sok-sokan mau insaf padahal sebentar lagi apa yang dia inginkan akan tercapai tapi kenapa harus berenti Sekarang sih " ucap Alana seorang diri sambil mengelus-elus pipi nya yang bengkak.


" ini semua karena anak pungut itu dan juga istri nya Arga kalian berdua tunggulah kejutan dari saya, akan saya buat kalian mengalami apa yang saya alami selama ini sekalipun saya harus membunuh kedua orang tua saya " gumam Alana seorang diri.


Alana pun bangkit dari tempat duduk nya dan segera pergi dari rumah itu entah kemana tujuannya sekrang yang pasti dia butuh tempat yang tenang untuk menenangkan hati dan pikiran nya.


di sisi lain Arga dan Elma yang sedang baru pergi jalan-jalan terpaksa harus pulang sebab Elvan menelpon kalau dini masuk rumah sakit dan kehilangan calon anak nya.


tanpa pikir panjang Elma langsung mengajak Arga pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan dini, sebab dini kehilangan calon anaknya.


" pelan-pelan sayang " ujar Arga khawatir melihat istri nya yang buru-buru berjalan ketika sudah tiba di rumah sakit.


" ayok mas kita harus liat keadaan mbak dini, aku yakin kalau mbak dini sangat bersedih Sekarang " ujar Elma tetap berjalan tanpa menoleh ke suaminya.


" iya aku tau tapi bisa kan lebih pelan jalan nya kamu gak dengar Elvan udah bilang kalau dini udah jauh lebih baik " ucap Arga


" kamu bisa ngomong kek gitu karena kamu gaak ngerasain kehilangan calon anak, laki-laki kan kek gitu mana tau rasanya q makanya kamu bisa ngomong tenang -tenang " celoteh Elma


" orang nyuruh jalan hati-hati malah ngomong kemana CK susah yah jadi laki-laki serba salah Mulu " gumam Arga kesal mendengar istrinya menyalahkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2