ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 23


__ADS_3

Bab 23


Elvan pun langsung memanggil dokter kandungan sebab Elvan yakin kalau adik nya ini hamil


" Ga gua mau ngomong sesuatu sama Lo tapi gua masih ragu " ucap Elvan


" Lo mau ngomong apa, terus ragu maksudnya apa ?" Tanya Arga tak kalah penasaran.


" Menurut gua adek gua itu sedang hamil tapi sudah berapa bulan nya gua gak bisa mastiin soalnya gua bukan dokter kandungan " ujar Elvan memberi tahu


" Apa, maksud Lo Elma hamil anak gua gitu ?" Tanya Arga tidak percaya dan juga kaget.


" Ya iyalah anak Lo terus anak siapa lagai, yang melakukan itu sama adek gua kan elu siala* " umpat Elvan kesal


" Oke gua akan tanggung jawab kapan pun elu nyuruh gua buat nikahin Elma gua siap " ucap Arga semngat.


" Masalah nya Lo tau Elma kan " ujar Elvan


" Elma tu masih takut sama Lo , apalagi dia pernah trauma dia tahu kalau dia hamil aja gua gak bisa bayangin gimana kesal nya dia " ucap Elvan lagi.


" Iyah gua paham tapi mau sampai kapan, emang Lo mau nanti adek Lo di cap sama wanita muraha* sama orang-orang " ujar Arga lagi.


" Lo lupa siapa yang bilang adek gua kek gitu ha, mau gua ingetin lagi, Lo juga sama kek orang-orang menilai adek gua kek gitu sekarang Lo sok bijak ngomong kek gitu sama gua siala* "


Yah dengan kata-kata begitu Arga pun terdiam, dia juga sama menilai seseorang dari penampilan dan apa yang dia lihat tapi dia tidak mencari detail bagaimana orang tersebut.


" Gua tau tapi gua udah minta maaf kan dan ini gua juga siap untuk tanggung jawab " ujar Arga


Tak lama dari itu dokter pun keluar


" Din gimana keadaan adek gua " ujar Elvan ketika melihat Dinda dokter kandungan tersebut keluar.


" Adek kamu hamil, usia kandungan nya 5 Minggu " ujar Dinda menjelas


" Kan bener feeling gua kalau Elma itu hamil, soalnya sikap nya itu akhir-akhir ini agak aneh, dikit-dikit ngambek, gampang lelah sama sering tidur " ucap Elvan menjelaskan.


" Iyah begitulah hormon ibu hamil, di jaga yah kandungan adek kamu, jangan buat dia stres, kalau gitu aku permisi dulu " Dinda pun meninggalkan Elvan dan Arga berdua

__ADS_1


Mereka pun sibuk dengan pikirannya masing-masing


Arga pun tak kalah senang mendengar kalau dia akan punya anak, tapi apa Elma mau punya anak dari laki-laki brengse* seperti dirinya .


" Ga gua harus gimana " ujar Elvan Tiba-tiba.


" Kan udah gua bilang sama Lo gua bakalan ganggu jawab hari ini gua siap buat nikahin Elma, walaupun Elma benci sama gua gua terima " tutur Arga lagi.


" Gua kasih tau bunda dulu masalah ini, sebab gua gak mungkin ambil keputusan sendiri sebab masih ada bunda yang lebih berhak " ujar Elvan dan Arga pun paham dan mengiyakan.


Elvan pun menghubungi bunda Eva untuk memberitahu kepada Elma .


Bunda yang sedang berkumpul dengan temannya untuk sosialisasi yayasan akhirnya mau tak mau meninggalkan nya dan bergegas ke rumah sakit.


" Van gimana adek kamu ?" Ucap bunda pas udah sampai di rumah sakit.


" Bunda duduk dulu tenang dulu " Elvan menenangkan ibu nya dulu setelah itu baru dia ceritakan semua nya .


" Bun Alice hamil " ujar Elvan sambil menggenggam tangan bunda nya


" Apa nak Alice hamil " kaget bunda dan Elvan cuma bisa mengangguk.


" Bunda tau kan kalau Alice benci sama Arga kalau Alice tau dia hamil Elvan yakin Alice akan marah dan menggugurkan kandungan nya " Elvan sudah merasa kalau Elma akan berbuat seperti itu


Bunda pun mengerti dengan ucapan sang anak, sudah jelas Elma akan marah-marah nantinya.


" Permisi buk pasien sudah bangun " suster keluar dan memberitahu kalau Elma sudah sadar dari pingsan nya


Elvan dan bunda pun langsung berdiri dan bergegas menuju ke tempat Elma.


Elma cuma diam saja kadang menghempas nafas berat.


" Adek are you okey "? Tanya Elvan ketika melihat sang adik.


" Saya gak mau punya anak dari laki-laki itu " hiks hiks hiks tangis Elma pun pecah ketika melihat sang kakak


Elvan yang gak tega melihat adik nya memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


" Adek Allah tu tau kamu wanita kuat makanya kamu di titipkan dengan janin di perut kamu, Allah tu sayang banget sama kamu " elvan berusaha menenangkan sang adik.


" Apa aku akan melahirkan anak tanpa seorang bapak ?" Tanya Elma lagi


Ketika Elvan mau menjawab tiba-tiba ada suara yang Elma sangat mengenali suara itu.


" Saya akan bertanggung jawab sama kamu saya sial jadi ayah nya dan saya juga siap menjadi suami kamu " ujar Arga dengan gentle nya.


Elma yang memang masih trauma dengan Arga malah mengeratkan pelukannya kepada Elvan .


Elvan yang mendapatkan pelukan seperti itu berusaha menenangkan sang adik


" Hey dek, dia gak akan jahat sama kamu lagi kalau dia jahat sama kamu kakak yang akan membunuhnya nanti percaya lah " ujar Elvan membelai rambut panjang sang adik.


"Nak mau yaah nikah sama nak Arga, bunda yakin nak Arga gak akan jahat sama kamu, perlakuan nya waktu itu cuma khilaf nak , kalau Arga jahat pasti dari dulu dia gak akan mau meminta maaf sama kamu, dia gak akan mau menunggu maaf kamu sampai saat ini " bunda Eva juga ikut membujuk Elma supaya Elma mau menikah dengan Arga.


Sejenak Elma terdiam di pelukan sang kakak Elma juga bingung apa iya dia harus nikah sama laki-laki yang sudah menodai nya.


Kalau Arga jahat lagi bagaimana, apa mungkin Arga kek gini cuma karena temanan sama Elvan aja


" Gimana dek mau kan ?" Tanya Arga lagi memastikan.


Elma menarik nafas dalam-dalam lalu mengangguk.


" Alhamdulillah " ucap bunda lega.


Bunda Eva sengaja membujuk Elma mau menikah dengan Arga supaya Elma bisa menghilangkan trauma nya bersama Arga.


Arga pun tak kalah senang ketika Elma mau menikah dengan dirinya.


" Aku janji aku akan selalu melindungi kamu, aku gaak akan buat kamu takut lagi sama aku,dan aku akan menjaga anak kita dengan baik " gumam Arga dalam hati sambil senyum-senyum.


" Belum juga nikah pikiran ku udah jelek nih pasti " Elvan menyikut bahu Arga yang sedang senyum-senyum sendiri.


" CK Lo kali yang pikiran jelek, Lo kan dokter mesu* " umpat Arga


" Siala* loh " ujar Elvan.

__ADS_1


Arga pun memutuskan untuk kembali ke kantor nya sebab masih ada yang harus di urus nya.


__ADS_2